6.6K
Dear RulaWoman, apakah kamu sayang dengan dirimu sendiri?

Menurut sebuah penelitian, bukti sayang seseorang pada diri sendiri dapat diukur lewat seberapa jauh ia menghargai diri. Self respect, ternyata jadi key point yang sangat penting. Sayangnya, kita kerap terlalu menyayangi orang lain sampai lupa dengan konsep self respect. Misal, pernahkah RulaWoman tidak fokus karena sering bertengkar dengan pasangan? Atau merasa tertekan karena selalu berdebat ini itu dengan pacarmu. Dalam buku ‘Why Men Lie’ karya penulis Barbara dan Allan Pease, keduanya menjabarkan 11 kalimat yang bisa bikin kita lupa sayang sama diri sendiri. Apakah kamu sering mendengar pasanganmu mengucapkan kalimat di bawah ini? Atau jangan-jangan kamu lah yang justru sering mungucapkan kalimat tersebut pada pasangan? Berikut adalah kalimat-kalimat yang bisa membuatmu terjebak dalam hubungan yang gak sehat. Yuk, pahami makna yang terkandung di dalamnya.

1. “Aku gak seperti itu, kok.”

Setiap berdebat, pacar selalu mengatakan kalimat di atas. Variasi dari kalimat ini bisa juga, “aku gak pernah melakukan yang aneh-aneh” atau “aku beda dari kata orang-orang”. Ternyata, mengulang sebuah penyangkalan menunjukkan bahwa pasangan kita terbiasa mengelak dari tuduhan yang diutarakan padanya. Kalau sudah begitu kita mesti obyektif banget saat mengenali sikap dan sifat pasangan kita.

2. “ Aku lebih baik dari itu”

Kamu pasti tahulah, aku lebih baik dari itu. Mungkin banyak di antara kita yang terbiasa mendengar kalimat tersebut. Berbaik sangka pada pasangan tentu hal yang harus kita lakukan. Namun jangan lupa, sisakan sedikit kepekaan untuk menyayangi diri RulaWoman sendiri. Benarkah apa yang dikatakannya? Tidakkah kamu ingin benar-benar membuktikan bahwa dia memang lebih baik dari itu?

3. “Demi Tuhan! Aku gak melakukannya.”

Orang yang terbiasa membawa nama Tuhan atau sesuatu yang otoritasnya lebih tinggi berarti senang bersembunyi di balik sesuatu yang hebat. Akan tetapi, bukan berarti dia selalu benar, ‘kan? Berulang kali menjadikan Tuhan sebagai tameng dalam berdebat bisa berarti menunjukkan bahwa seseorang merasa tidak aman dengan pengakuannya. Kalimat ini juga yang bikin kita jadi berbalik ragu dan justru menyalahkan diri sendiri.

4. “Untuk apa aku bohong?”

Kalimat retoris seperti ini memang menyebalkan, ya? Dia sengaja memintamu untuk memutuskan apakah dirinya benar-benar membohongimu atau tidak. Buat kamu yang cukup emosional, mendapatkan pertanyaan ini sama saja seperti pasangan yang sedang bertanya padamu, “kamu tidak percaya pada aku ya?”. Biasanya kamu akan luluh karena berusaha untuk percaya dengan pasangan. Akan tetapi, tahukah kamu bahwa kalimat semacam ini juga kerap digunakan seseorang untuk memaksa lawan bicaranya percaya dengan apa yang dikatakannya? Duh, pasti menyebalkan sekali kalau kita kerap terjebak dalam situasi ini.

5. “Aku sudah berusaha..”

Ketika pasangan melakukan kesalahan, dia kerap mengatakan kalimat tersebut. Ingatlah, jika si dia sudah berulang-ulang melakukan kesalahan yang sama dan selalu memelas padamu sambil berkata “aku sudah berusaha”, jangan mudah luluh. Sadarkah kita bahwa kalimat tersebut menunjukkan bahwa usaha yang dia lakukan saat pertama kali masih sama dengan yang terakhir? Kalimat itu juga menunjukkan bahwa meskipun dia tahu telah melakukan kesalahan, namun dia tetap memilih untuk merasa benar. Show some respect to yourself, RulaWoman. Kalau dia benar-benar sayang padamu, tentu dia akan melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh.

6. “Aku ‘kan cuma manusia biasa”

Kata ‘cuma’ dalam kalimat ternyata menunjukkan banyak makna, loh. Misalnya saja kecenderungan seseorang untuk mengalihkan tanggungjawabnya pada keadaan. Selain itu, kata hanya dan cuma juga bisa memiliki makna mengecilkan suatu keadaan dan merupakan tanda rendah diri seseorang yang mengucapkannya. Gak heran kalau kalimat ini menunjukkan bahwa orang yang mengatakannya suka melepaskan tanggung jawab pada lawan bicara. Kamu pasti gak mau bertahan dalam hubungan dengan pasangan yang mudah menyerah, ‘kan?

7. “Jujur, aku sayang padamu..”

Wah, ternyata kata jujur atau terus terang dalam sebuah kalimat justru menunjukkan bahwa yang mengatakannya tidak jujur pada lawan bicaranya. Sebagai contoh, kalimat “aku cinta kamu” masih lebih terasa real dibanding kalimat, “terus terang.. aku cinta padamu”. Penekanan kata yang berlebihan pada kata ‘kejujuran’ dan ‘terus terang’ dalam sebuah kalimat menggambarkan usaha seseorang untuk menutupi kebenaran dengan mengalihkan fakta yang sesungguhnya lewat kata-kata manis. Hati-hati ya, RulaWoman.

8. “Percayalah dengan apa yang kukatakan”

Pacarmu suka mengatakan kalimat di atas? Mengucapkan kata – kata itu artinya mengusahakan agar lawan bicara mau mempercayai apa yang mereka katakan. Dia tahu betul bahwa lawan bicara tidak percaya dengan apa yang dikatakannya, sehingga merasa perlu menekankan kalimatnya dengan kata ‘percayalah’. Lagipula, jika memang dia mengutarakan hal yang jujur sejak awal, harusnya tidak perlu berusaha terlalu keras untuk menekankannya padamu, bukan?

9. “Kamu sayang padaku, ‘kan?”

Menekankan kalimat tanya bisa berarti memaksa lawan bicara untuk menyetujui apa yang dikatakannya secara halus. Penekanan ini memiliki maksud terpendam untuk membuat lawan bicara percaya dan kemudian menyetujui statement yang dikatakannya. Jika kamu dihadapkan dengan pacar yang biasa seperti itu, pastikan untuk memahami betul konteks kalimat yang diucapkan. Cerna kalimat dengan baik sebelum kamu menyetujuinya. Jangan sampai kita terpaksa menyetujui sesuatu yang bukan pendapat kita. RulaWoman berhak kok punya pendapat.

10. “Aku sayang padamu, tapi..”

Red alert. Apa pun kalimat yang disambung dengan kata ‘tapi’ mengartikan pertentangan di dalamnya. Betapa pun manisnya kata ‘tapi’ diawali, kamu hanya perlu memahami kata-kata setelahnya. Jika kita merasa sudah dapat menerima kalimat secara keseluruhan, barulah kita dapat meresapi kalimat-kalimat yang mendahului kata ‘tapi’. Jadi, jangan mudah luluh hati, ya ..

11. “Aku benar-benar tidak melakukannya!”

Contoh ini gampang sekali untuk dipahami, bukan? Siapa pun yang terbiasa ngotot dalam menjelaskan sesuatu bisa jadi mengalami pergolakan dalam hatinya. Bisa jadi ia sedang mengatakan hal yang tak jujur padamu. Kalau sudah begini, tanyakan pada diri sendiri. Bisakah kamu yakin kalau dia benar-benar pasangan yang jujur dan menghargaimu?

Nah, itulah 11 kalimat dari pasangan yang bisa bikin kita lupa sayang sama diri sendiri. Apakah RulaWoman sering mendengar kalimat-kalimat tersebut? Kalimat ini sengaja RULA rangkum untuk jadi rambu-rambu pengingat. Ternyata menyayangi diri sendiri bisa dimulai dengan menyadari bentuk komunikasi dalam hubungan yang gak baik buat kita, ya.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "11 Kalimat Tanda Kamu Sedang Dalam Hubungan Yang Tidak Sehat, Sering Dengar?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Nike Nadia | @nikenadia

ISFJ | Le fondeur social initiative for girls @helpnona | Co Editor RULA.co.id , the viral content media for women | Volunteer at heart ♡| IG : @nike_nadia * Twitter : @nikknad

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar