624

Beruntung kita punya sebuah hari untuk mengingat Ibu Kartini. Setiap 21 April, perjuangannya selalu diulas balik oleh kaum perempuan di Indonesia. Ada begitu banyak pelajaran luhur dari perempuan yang sangat menginginkan kaumnya untuk maju ini. RULA ingin menjabarkan lima di antaranya.

1) A woman’s must have is a deep hunger for knowledge

Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1901:

“Kami disini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum perempuan, agar perempuan lebih cakap melakukan kewajibannya yang diserahkan alam (sunatullah) sendiri ke dalam tangannya : menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama”.

Walau pun akses ke pengajaran dan pendidikan bukanlah sesuatu yang wajar untuk kaum perempuan pada zaman beliau hidup, kehausannya akan ilmu tidak bisa dibendung lagi. Beliau sampai memohon-mohon, bukan hanya untuk dirinya tetapi juga untuk kaumnya.

RulaWoman, kebayang nggak betapa senangnya RA Kartini jika beliau mengetahui di masa sekarang akses terhadap pendidikan untuk kaum perempuan di Indonesia sudah terbuka sangat lebar?

Demi perjuangan yang sudah beliau lewati di masa hidupnya, dan juga perempuan-perempuan hebat lainnya yang sudah berjuang untuk pendidikan untuk kaum perempuan, never ever stop learning in your life, RulaWoman.


2) Marry the guy who will support your dreams

Banyak orang yang mungkin menyayangkan bahwa Kartini akhirnya harus menikahi *secara paksa* seorang laki-laki yang berusia jauh lebih tua darinya dan sudah menikah tiga kali sebelumnya, ketika membaca kisah hidupnya.

Tetapi, mungkin Kartini punya alasan tersendiri kenapa ia setuju menikahi laki-laki tersebut.

Sejak menikah dengan laki-laki itulah, ia bisa mewujudkan mimpinya mendirikan sekolah khusus perempuan. Dan suaminya sendiri sangat mendukung dengan apa yang ingin ia capai. RulaWoman, take note. Jangan dengarkan apa yang orang lain katakan tentang pasangan pilihanmu dan jangan juga pusing bahwa ternyata dia bukan seideal bayanganmu tentang seorang pasangan hidup. Tetapi kalau dia memang bisa membantumu mewujudkan mimpimu dan sangat mendukung cita-citamu secara tulus, mungkin dia memang patut dipertimbangkan.

3) Be proud of how you think and how you act, and not anything else.

Surat Kartini kepada Stella, 18 Agustus 1899

“Bagi saya hanya ada dua macam keningratan, keningratan fikiran (fikroh) dan keningratan budi (akhlak). Tidak ada manusia yang lebih gila dan bodoh menurut persepsi saya dari pada melihat orang membanggakan asal keturunannya. Apakah berarti sudah beramal sholih orang yang bergelar macam Graaf atau Baron?… Tidaklah dapat dimengerti oleh pikiranku yang picik ini,…”

Kartini bergelar Raden Ayu namun dia paling tidak mau dipanggil dengan gelar itu. Ia juga menolak jika orang-orang ingin mencium telapak kakinya. Yang penting buat Kartini, sebagus apa kekuatan ide yang dia miliki, dan sehalus apa budi pekertinya terhadap orang lain. Ide dan pikiran yang bagus dan akhlak yang menyenangkan, dua pendamping yang nggak boleh pergi dari diri seorang RulaWoman.

4) You don’t have to sacrifice your femininity to be awesome at life

Surat Kartini kepada Nyonya Abendanon, Agustus 1900:

“Kita dapat menjadi manusia sepenuhnya, tanpa berhenti menjadi perempuan sepenuhnya”.

No explanation needed for the above quote from her!

5) As a woman, know who you should worship (hint: it’s not men)

Surat Kartini kepada Nyonya Abendanon, 12 Oktober 1902:

“Dan saya menjawab, tidak ada Tuhan kecuali Allah. Kami mengatakan bahwa kami beriman kepada Allah dan kami tetap beriman kepada-Nya. Kami ingin mengabdi kepada Allah dan bukan kepada manusia. Jika sebaliknya tentulah kami sudah memuja orang dan bukan Allah”.

Kartini bukanlah seorang Kartini tanpa imannya yang tidak ada goyah-goyahnya kepada Allah. Untuk RulaWoman yang Muslim, ikuti jejak Kartini yang sangat serius belajar Quran dan selalu mengencangkan imannya kepada Allah. Hal itu harus menjadi pondasi dan andalan yang terkuat dalam hidup kita sebagai perempuan.


Rula Woman, selamat merayakan Hari Kartini! Semoga semangat beliau untuk kaum perempuan selalu menyemangati kehidupan kita juga :)

Sumber:

http://uniqpost.com/73774/mengenang-r-a-kartini-lewat-10-ungkapan-isi-surat-suratnya/

http://www.portalsejarah.com/sejarah-singkat-perjuangan-ra-kartini-semasa-hidupnya.html


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "5 Pelajaran Tentang Menjadi Perempuan dari Ibu Kartini ". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Melita Rahmalia | @melitarahmalia

Curious, loves listening to people's stories, reading, learning, exploring new things and meeting new people. Former content writer and editor with huge passion for humanitarian works. Now Country Coordinator for Charity Right Indonesia.

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar