1.3K
“Wealthy women have rights in every country. And poor women don’t.” - Hillary Clinton

Memasuki masa-masa produktif pasti membawa tantangan tersendiri bagi RulaWoman, terutama dalam soal penghasilan. Masa produktif identik dengan berpenghasilan yang bisa mengubah peran dan perlakuan bagi RulaWoman. Karena itu RulaWoman harus jadi materialistis.

Hah? Jadicewekmatre? Gila aja!

Itu mungkin reaksi dari RulaWoman ketika membaca soal jadi perempuan materialistis. Exactly, the reaction I am aiming for ;)

Tenang, RulaWoman, perempuan materialistis yang dimaksudkan di sini bukan seperti yang dipopulerkan oleh Pesta Rap sebagai ‘CewekMatre’ (btw, masihingetkanlaguitu? ;)). Tapi perempuan yang melek materi, paham dan mengerti bagaimana materi bisa membawa dampak positif dan terobsesi untuk tidak membiarkan materi menguasai hidup RulaWoman.

Simak 7 cara yang akan menjadikan RulaWoman jadi perempuan materialistis berikut

1. Ingat rumus dasar, pemasukan>pengeluaran

Cukup sederhana, ya? Tapi rumus dasar ini adalah rumus yang paling sering terlupakan. Dengan berharap masih ada penghasilan bulan depan, kita cenderung merasa aman untuk menghabiskan semua pemasukan kita atau bahkan mengeluarkan lebih dari pemasukan dengan penggunaan kartu kredit. Dengan mengingat rumus dasar ini, RulaWoman akan mendapati diri RulaWoman lebih sadar dan jadi teliti dalam mengatur keuangan pribadi. Inilah perkenalan pertama kita dengan materi.

2. Bedakan antara harga versus nilai

Gampang-gampang susah membedakan antara harga dan nilai dari sebuah barang. Sering kali, kita membeli sesuatu dengan harga yang tidak sedikit, namun nilai yang ditambahkan barang tersebut pada kepribadian kita tidak sebanyak harga yang kita bayar. Membeli barang-barang bermerk tentu menambah prestise, tapi kembali lagi apakah RulaWoman hanya ingin didefinisikan berdasarkan merk yang RulaWoman sandang? Masih banyak pilihan yang nilainya sebanding dengan harganya, bahkan lebih. Ketika RulaWoman berhasil membedakan antara harga versus nilai, percaya deh, RulaWoman akan lebih bangga pada diri sendiri. Dan ini tanda RulaWoman sudah mulai berkuasa atas materi yang RulaWoman punya.

3. Asah kemampuan organisasi

Kerapihan adalah kelebihan kebanyakan perempuan. Tidak perlu rapih yang berlebihan sampai level OCD tentunya. RulaWoman sebaiknya memiliki system tersendiri untuk mencatat semua aktivitas keuangan. Sehingga jika setiap saat diperlukan, RulaWoman tidak akan membuang waktu mencari tahu dan tentunya meminimalisir kemungkinan kecolongan. Dengan system organisasi yang rapih, RulaWoman akan mendapatkan gambaran yang jelas dimana kelebihan dan kekurangan RulaWoman dalam hal keuangan. Pada tahap ini, RulaWoman mulai mengatur layaknya penguasa terhadap materi.

4. Tepat waktu dalam pembayaran

Membayar pos pengeluaran dengan tepat waktu tidak hanya menguntungkan bagi obyek pembayaran tapi juga menguntungkan bagi kita. Bagaimana bisa? Riset membuktikan bahwa membayar tagihan satu per satu sesuai dengan jatuh temponya dibanding dengan menumpuk tagihan pada suatu akhir periode, akan membuat RulaWoman lebih bahagia. Selain hemat waktu, RulaWoman tidak akan merasa kehilangan sejumlah besar uang karena pembayaran yang bertumpuk. Ketika kuasa dan aturan sudah RulaWoman miliki, tahap ini RulaWoman dituntut untuk memiliki komitmen dalam mengatur keuangan.

5. Nabung, deh.

Dan seperti nasihat tertua orang tua dan orang tua dari orang tua kita sebelumnya dalam pengaturan keuangan, menabung.

Wah, ngga ada sisa nih dari pemasukan untuk ditabung.

Terdengar klise dan klasik ya? Pastilah tidak ada sisa karena tidak ada niat. Menabung bukan dari sisa namun dipotong di depan sebelum kemudian pemasukan dialokasikan pada pos pengeluaran. Dan di akhir periode, ketika kita melihat rekening kita, pasti terbit bahagia karena ada yang tersimpan dari hasil jernih payah kita. Dengan membiasakan diri untuk menabung, RulaWoman tidak hanya hidup hari ini saja, namun RulaWoman sudah mengamankan masa depan RulaWoman, dengan meminimalisir dampak ketika situasi keuangan RulaWoman memburuk dan RulaWoman tetap menguasai keadaan keuangan RulaWoman tanpa harus tergantung atau menjadi beban bagi orang lain (see, totally different angle of materialistic)

6. Sedekah

Kenikmatan dari materi ternyata bukan pada saat kita menerima, tapi saat kita mampu memberi. Di setiap ajaran agama, sedekah selalu ditekankan untuk ditunaikan oleh semua umat. Selain membuat RulaWoman merasa bersyukur atas kenikmatan memberi, sedekah juga memberikan kekuatan lebih pada RulaWoman untuk terus berusaha dan berkarya sehingga tidak putus dalam memberi.

Sedekah juga akan memberikan perspektif baru pada RulaWoman. Salah satunya adalah kesederhanaan dan kecukupan. Ketika RulaWoman memiliki sejumlah materi yang seharusnya lebih, namun kemudian kelebihannya dialokasikan untuk sedekah, RulaWoman akan memiliki sejumlah yang cukup. Perspektif seperti ini membuat serakah tidak berani mendekat dan RulaWoman berhasil meletakkan materi sebagai penunjang hidup, bukan yang terutama dalam hidup.

7. Tetap bersyukur dan bahagia

Sifat utama materi adalah datang dan pergi atau berubah bentuk. Merasa terpuruk dalam hal keuangan? Hutang maksimal, tabungan minimal? Well, everything would after all come and go. Count your blessings, RulaWoman. Dan tetap bersyukur. Tiada hasil yang mendustai usahanya. Selama kita masih kuat dan dipercaya untuk berusaha, hasil pasti akan mengikuti. Materi sudah kita kuasai.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "7 Cara Untuk Jadi Perempuan Materialistis, Kata Siapa Nggak Boleh?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Aisanya Wibhuti | @aisanyawibhuti

Bagaimana menurutmu?