7.8K
Depresi bukanlah sesuatu yang patut diremehkan. Kondisi ini kalau dibiarkan bisa berujung pada tindakan ekstrim yang bahkan menyangkut nyawa seseorang. Namun seringkali justru orang-orang gagal paham dan menyikapi mereka yang depresi dengan cara salah. Apa sih yang sebenarnya bisa kamu lakukan?

Tidak ada hal yang sederhana kalau sudah menyangkut kondisi depresi. Sayangnya saat ini masih banyak yang menyalahkan mereka yang mengalami fase depresi sebagai orang-orang yang tidak tahu bagaimana untuk bersyukur dan nggak dekat dengan Tuhan. Bahkan yang lebih parah adalah tudingan jahat dari seseorang pada seorang yang depresi bahwa orang-orang yang depresi adalah mereka yang terkena karmanya sendiri.

Kamu nggak pernah akan tahu apa yang telah dilalui seseorang dan dirasakannya sampai ia mengalami fase depresi. Bisa jadi malah saat ini seseorang yang kamu sayangi sedang mengalami masa depresi ini, namun ia terlalu takut untuk mengatakannya padamu karena takut akan judge negatif dari orang-orang yang nggak mengerti kondisinya, dan malah dengan mudah menuding kalau ia sedang kena karma, kurang bersyukur dan kurang ibadah.

Kalau kamu memiliki seseorang yang kamu sayangi, dan ia mengalami fase depresi, inilah 9 tanda-tanda awal bahwa seseorang yang kamu sayangi menderita depresi, namun ia terlalu takut untuk mengatakannya padamu.

1. Marah-marah

Ungkapan kekesalan akibat depresi akan kamu sering dengar sebagai bentuk marah-marah bahkan dari hal kecil sekalipun. Kamu harus melihat dan menyadari, bahwa ada perubahan kepribadian di sini. Daripada ikut marah-marah, sentuh pundaknya dan katakan dengan lembut,"Kamu kenapa? Kok marah?" Usap-usap punggungnya perlahan.

Kamu akan melihat bahwa ada perubahan reaksi darinya berupa kaget, dan pastinya ia akan langsung curhat secara spontan tentang apa yang sebenarnya mengganggunya. Sentuhan kamu dipundaknya adalah pengingat kecil dan membuatnya menyadari bahwa tindakannya adalah diluar kebiasannya. Tindakan kamu mengusap-usap punggungnya akan menarik hormon oxytocin untuk keluar sehingga akan meredakan emosinya yang meloncat.

2. Insomnia

Tanda awal depresi yang mulai parah adalah insomnia. Baik dalam bentuk nggak bisa tidur, atau hanya tidur dalam hitungan jam, sehingga ia tidak bisa lagi merasakan nikmatnya tidur.

Kalau hal ini sudah terjadi, maka pasti ada hal yang sangat mengganggu hati dan pikirannya sehingga mempengaruhi waktu tidurnya. Dan ternyata, seberapa lamapun ia tidur, karena perubahan jam tidur atau hal lain, kondisi fisiknya tetap lemah dan ia akan terlihat letih terus menerus.

Kalau kamu melihat atau mendapati orang yang kamu sayang seperti ini, jangan suruh ia supaya bangun dan menasehatinya untuk memperbaiki hidup. Jangan. Karena justru mereka sedang nggak punya semangat untuk hidup.

Baiknya kamu ajak bicara baik-baik dan dengarkan apa yang menjadi curahan hatinya. Jangan di judge, jangan disidang, jangan dituduh yang nggak-nggak. Kamu nggak tahu apa yang sudah dilaluinya.

3. Apatis dan acuh terhadap lingkungan

photo credit: gobankinginterst.com

Kalau dulu seseorang yang kamu sayang adalah seorang yang sangat ramah, sekarang untuk berpamit untuk keluar rumah saja dia ogah. Sering nggak bilang tentang kepergiannya, atau enggan beramah tamah lagi dengan teman bahkan sanak saudara adalah juga salah satu bentuk depresi.

Apalagi kalau ternyata dahulunya ia adalah seorang yang menjadi matahari di dalam keluarga. Namun fase ini juga bukan terjadi dengan mendadak. Mulai dari hal-hal kecil di mana ia enggan ikut dan nggak mau diajak, sampai akhirnya absen dengan sengaja dari acara-acara penting, yang berujung pada sikap keluarganya sendiri yang jadi malas mengajak.

Jangan dibiarkan ya RulaWoman. Bujuklah untuk keluar rumah dan ikut berpartisipasi walau akhirnya ia marah. Karena ia harus diingatkan kalau ada keluarganya yang peduli dan menyayanginya.

4. Menarik diri dari lingkungan sosial

Dari acara keluarga, atau sekedar berkumpul dengan teman-temannya, ia akan menarik diri. Waktunya akan lebih banyak ia pergunakan untuk berdiam diri dalam kamarnya sendiri. Entah dengan menonton tv atau hanya main game seharian, ini adalah suatu bentuk depresi, RulaWoman.

Jangan heran kalau iapun akan melakukan hal-hal untuk membuatmu menjauh dari dirinya. Memaki dan bersikap kasar akan jadi menu sehari-hari yang kamu dapatkan darinya. Tapi pahamilah kalau ini adalah suatu bentuk depresi yang ia alami. Bersabarlah dan tawarkanlah bantuan yang ia butuhkan.

5. Ia tidak memperhatikan makanannya

photo credit: goodhousekeeping.com

Jam makan yang biasanya teratur, akan menjadi berantakan. Dan nggak hanya itu, entah ia akan selalunya merasa lapar, atau sebaliknya, ia 'lupa' makan sampai kamu harus membujuknya untuk makan.

Berat badannya akan meningkat sangat signifikan atau sebaliknya, berat badannya akan turun drastis.

Dan makanan yang dimakanpun kebanyakan berupa cemilan atau makanan yang jelas nggak bergizi. Sampai ada istilah stress eating itu juga sebuah hal yang patut diremehkan ya RulaWoman. Seseorang yang kamu sayang ini sedang depresi.

6. Ia tidak memperhatikan kesehatannya

Kalau dulu seseorang yang kamu sayang adalah seorang yang aktif berolah raga, maka sekarang ia sama sekali menghentikan kegiatannya. Olahraga terbukti mampu menjauhkan depresi. Namun karena ternyata ia sudah lama tidak berolah raga, akan menumpuk menjadi keengganan untuk melakukan hal ini lagi.

Dan yang lebih buruk adalah, ia memiliki kecenderungan untuk membiarkan dirinya sakit. Baik dengan membiarkan batuk pileknya memburuk, atau ada kondisi medis lain yang ia biarkan dan tidak memberitahu siapapun kalau ia sedang sakit.

7. Kompulsif

Apapun yang ia lakukan akan menjadi kompulsif. Baik dalam bentuk adiksi terhadap game yang dimainkannya tanpa henti, makan makanan tertentu secara berlebihan sehingga berat bedannya bertambah sangat banyak, ataupun berkendara secara ugal-ugalan dengan kecepatan yang nggak masuk akal.

Rasa takut sudah nyaris putus oleh sikapnya yang kompulsif. Mereka yang memiliki fase depresi kompulsif ini seringkali mengabaikan keselamatan jiwa dan finansialnya. Iya, RulaWoman, ada kecenderungan untuk 'berjudi' dengan keadaan atau nasib. keat adalah menunya sehari-hari. Dan ini sudah masuk ke dalam fase depresi yang berat.

photo credit: depositphoto.com

8. Ia tidak memperhatikan kerapihan dan kebersihan dirinya

Salah satu tanda jelas seseorang yang depresi adalah kebersihan kamarnya. Kapan terakhir kamarnya dibersihkan? Seseorang yang mengalami fase depresi nggak akan peduli dengan kebersihan dan bagaimana penampilannya. Bahkan jangan heran kalau ia malah mengusir asisten rumah tangga yang biasa membersihkan kamarnya dan marah-marah nggak karuan kala ia merasa asisten rumah tangga salah meletakkan benda-benda tertentu.

Pada laki-laki biasanya terlihat dari kebersihan wajahnya. Kumis, rambut dan jenggot akan dibiarkannya tumbuh nggak beraturan, dan disertai dengan bau badan yang nggak menyenangkan. Pada perempuan juga sama. Ia akan terlihat asal dalam berpakaian, nggak dandan seperti biasanya dan kamarnya berantakan.

Memang tidak semua perempuan senang dandan, namun pasti kamu bisa membedakan.

9. Ia jadi mudah menangis atau terharu akan hal-hal sederhana

Mulai dari mendengarkan lagu tertentu, ia akan mudah menangis. Menonton film tertentu, membaca artikel tertentu, hatinya menjadi mudah terbawa oleh perasaan yang timbul akan sesuatu. Dalam fase ini, tingkat depresi yang dialami oleh seseorang yang kamu sayang sudah berat, RulaWoman.

Kamu sudah tidak bisa apa apa.

photo credit: baharestairan.com

Bujuklah ia perlahan untuk menemui psikolog atau psikiater. Ingatkan dia kalau dirinya berharga, dan ia butuh bantuan profesional. Kamu akan dimarahi olehnya, RulaWoman dan akan mendapatkan penolakan yang keras. Namun kalau kamu gigih menunjukkan cintamu padanya dan berhasil menunjukkan bahwa dirinya berharga dan masih banyak yang membutuhkannya, maka iapun akan tergerak untuk mencari bantuan akan kondisinya.

Jangan pernah men-judge, jangan memarahi apalagi berpikir yang tidak-tidak. Orang yang kamu sayang tengah membutuhkan kamu untuk membantunya mengatasi depresinya. Jadilah seseorang yang berbesar hati melihat kondisi ini ya RulaWoman.

Kamu nggak ingin malah memperburuk keadaan bukan?



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "9 Tanda-tanda Awal Kalau Seseorang Yang Kamu Sayangi Menderita Depresi Namun Ia Terlalu Takut Untuk Mengatakannya. Apa Sajakah Itu?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Fioney Sofyan | @fioneysofyan

I'm the Managing Editor at Rula.co.id., a marathoner in training, forex and IDX stock market trader, a writer, a dreamer and a mother of 2 Angels.

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar