2.3K

Di balik pria hebat, pasti ada sosok perempuan hebat. Tapi, ternyata gak gampang lho menaklukkan hati perempuan ini! Butuh usaha dan kerja keras juga, bahkan ada yang sampai butuh berbulan-bulan untuk meluluhkan hatinya. Penasaran? Berikut cerita yang dijamin bikin kamu baper maksimal!

1. Jokowi-Iriana, Tadinya Hanya Teman Adik, Sekarang Jadi Teman Hidup

Ibu Negara kita, Iriana, ternyata dulu adalah seorang teman akrab dari adik perempuan Pak Joko Widodo. Sebagai teman akrab, Bu Iriana sering bermain ke rumah Pak Jokowi karena ajakan sang adik, hingga suatu hari tanpa sengaja Bu Iriana bertemu dengan Pak Jokowi.

Awalnya sih biasa saja, malah dulu, Presiden RI 2014-2019 ini menganggap Bu Iriana ini sebagai perempuan sederhana yang 'ndeso'. Tapiiii, dalam hati Pak Jokowi sebenernya udah ada rasa kesengsem lho sama Bu Iriana. Meski begitu, pendekatan Pak Jokowi kepada Bu Iriana ini beda banget dibandingkan pasangan pada umumnya yang tiba-tiba ngasih bunga, mengantar jemput atau memberikan coklat setiap hari.

Menurut Pak Jokowi, Bu Iriana bukanlah perempuan yang mudah ditaklukkan. Butuh waktu enam bulan lho untuk Pak Jokowi mengumpulkan keberanian ngajak Bu Iriana ngedate!

Eits, jangan dibayangin ngedate dengan nonton bioskop atau makan malam romantis, RulaWoman. Pak Jokowi mengajak Bu Iriana bersepeda, dan gayung pun bersambut. Bu Iriana mengiyakan ajakan tersebut. Saat Bu Iriana menyanggupi ajakan Pak Jokowi bersepeda, Pak Jokowi menganggap Bu Iriana sudah mau untuk menjadi kekasihnya, meski tanpa ikatan pacaran atau adegan penembakan.

Cinta mereka makin tumbuh kuat karena terbiasa, seperti pepatah jawa “witing tresno jalaran soko kulino”. Kesederhanaan yang mereka miliki membuat cinta mereka awet hingga jenjang pernikahan pada tanggal 23 Desember 1986, setelah 4 tahun menjalin hubungan berpacaran.


2. SBY-Ani Yudhoyono: Berawal Dari Rasa Penasaran, Berakhir di Pernikahan

Kisah cinta Ibu Ani dan Presiden RI 2009-2014 SBY bermula saat Bu Ani menghadiri sebuah acara digelar oleh kampus AKABRI, Magelang yakni peresmian Balai Taruna. Ayahanda Bu Ani, sebagai Gubernur AKABRI yaitu Sarwo Edhie Wibowo menggunting pita peresmian balai yang akan dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan ekstra kurikuler para taruna tersebut.

Mulanya tak ada yang istimewa dari acara itu, hingga muncullah komandan acara yang tinggi nan gagah, yang tak lain adalah Pak SBY. Pesona Pak SBY di kala itu sempat membuat mata Bu Ani lupa berkedip untuk beberapa saat, RulaWoman!

Esok harinya, saat Bu Ani sedang berada di rumah dinas ayahnya di kompleks AKABRI, tiba-tiba dia melihat sosok yang kemarin ia jumpai di acara kemarin. Ani lagi-lagi terpana dengan sosok jangkung yang terlihat sangat keren dan berwibawa, RulaWoman! Kali ini jarak keduanya lebih dekat, sehingga Bu Ani pun mengaku bisa lebih fokus menganalisa pria jangkung ini.

Meski grogi, Ani tetap merasa penasaran pada pemuda tampan itu. Ketika ayahanda Bu Ani menemui Bambang di ruang tamu, Bu Ani tidak mau jauh-jauh dari pintu penghubung antara ruang dalam dan ruang tamu. Alasannya, apalagi kalau bukan hendak berusaha mengintip sang Taruna tampan, yang memperkenalkan dirinya dengan nama Bambang. Ani muda pun mulai mengagumi sosok Bambang.

Saat Bambang pulang, Ani tak segan-segan menanyakan tentang sosok Bambang kepada sang ayah lho RulaWoman!. Kata sang ayah, Bambang adalah Taruna asal Pacitan yang cerdas dan luar biasa. Dia memiliki jiwa kepemimpinan yang begitu khas, tenang dan penuh filosofi.

Lalu tidak bisa dipungkiri lagi, Bu Ani dan Pak SBY jatuh cinta pada pandangan pertama. Gak lama setelah itu, surat-surat dari Pak SBY sewaktu muda mengalir deras ke kotak surat Bu Ani. Selama berpacaran, Pak SBY dan Bu Ani menjalani hubungan cinta jarak jauh dengan saling berkirim surat. Lewat surat, Pak SBY dan Bu Ani saling mencurahkan isi hati.

Kisah percintaan Pak SBY dan Ibu Ani terbilang cukup unik, karena lamaran Pak SBY untuk meminang Ibu Ani terjadi tanpa sepengetahuan Ibu Ani. Lamaran tersebut terjadi di Magelang, saat Pak SBY diwisuda menjadi Perwira terbaik AKABRI tahun 1973. Orang tua Pak SBY menemui Sarwo Edhie Wibowo dan Ibunda dari Ibu Ani ketika mereka ikut menghadiri acara wisuda itu. Mereka secara resmi menyatakan hendak ‘meminta’ Ibu Ani dan lamaran tersebut disetujui.

Lalu mereka menikah, dan hidup berbahagia bersama sampai sekarang.

Source: jurnalpatrolinews.com


3. Jusuf Kalla-Mufidah Kalla: Kalau Jodoh, Ya Gak Bakal Kemana!


Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, pertama kali bertemu dengan Bu Mufidah di Makassar, saat keduanya sedang menempuh pendidikan di SMA Negeri III. Saat itu, Pak JK adalah siswa kelas 2, sedangkan Bu Mufidah -kerap dipanggil Ida, adalah siswi baru di kelas 1.

Di masa-masa sekolah inilah awal mula persemaian kisah cinta Mufidah dengan seorang anak muda Muhammad Jusuf Kalla (MJK), pria suku Bugis kelahiran Watampone 15 Mei 1942, putra pengusaha tradisional Bugis Haji Kalla dan Hajjah Athirah pendiri dan pemilik NV Hadji Kalla Trading Company, bersemi. Pak JK sudah menunjukkan ketertarikan kepadanya sewaktu SMA, namun Bu Ida menanggapi ketertarikan Kalla dengan bersikap tenang dan biasa-biasa saja, sepertinya tanpa ada gejolak apapun. Walau berakhir happy ending hingga menghasilkan anak cucu, kisah cinta Pak JK-Mufidah memang sempat mirip dengan kisah Siti Nurbaya lho!

Ketika Pak JK sudah sedang berada di puncak hasrat asmara bahkan hendak melamar, Ida kepada Kalla mengaku terus terang kalau dirinya sudah dijodohkan oleh kedua orangtua kepada pria lain.

Pengakuan langsung itu menjadi konfirmasi final atas kabar perjodohan Mufidah yang sebelumnya telah terembus ke telinga Jusuf Kalla. Kabar buruk tersebut muncul justru di saat Jusuf Kalla hendak melamar Ida. Pria yang dijodohkan ke Mufidah disebut-sebut pula ganteng dan sedang menempuh pendidikan di Amerika Serikat. Ketika mendengar kabar tersebut, Pak JK panik, dan segera mengkonfirmasi apakah perjodohan tersebut diterima atau ditolak oleh Ibu Ida.

Hati Pak JK langsung lega setelah mendengar dari mulut Bu Ida langsung bawa beliau tidak menerima pinangan lelaki gagah asal Amerika Serikat tersebut. Mendengar hal itu, Pak JK bergegas melamar Bu Ida beberapa hari kemudian. Mereka pun melangsungkan pernikahan, dan hidup berbahagia sampai sekarang.

4. Ahok-Veronica: Dari Kaki Naik Ke Hati

Source: gatra.com


Gubernur Jakarta yang tegas nan berwibawa ini, Basuki Tjahja Purnama, bertemu dengan Bu Veronica pertama kali di gereja tempat mereka biasa menunaikan ibadah setiap hari Minggu.

Pada suatu hari, setelah beribadah, para jemaah gereja beranjak dan berdesak-desakan menuju pintu keluar. Nah saat berdesak-desakan, tak sengaja Pak Ahok menginjak kaki seseorang, yang tidak lain adalah kaki Bu Veronica.

Merasa menginjak kaki seseorang, Pak Ahok buru-buru meminta maaf kepada sang pemilik kaki. Meski kesal karena kakinya terinjak, Bu Vero menahan kekesalan dengan tersenyum tipis ke Pak Ahok. Melihat wajah cantik Bu Vero, Pak Ahok meminta maaf lagi, dan langsung mengajaknya berkenalan. Menanyakan nama, dan alamat rumah.

Seperti orang yang lagi dimabuk asmara, bayangan Bu Vero makin membayangi pikiran Pak Ahok. Sejak hari itu, Pak Ahok makin rajin ibadah di gereja, RulaWoman! Pak Ahok makin terpukau dengan perempuan asal Medan, Sumatera Utara itu. Meski beda 9 tahun, Bu Vero tetap membuat Pak Ahok terpesona dengan tampil memainkan piano dan melantunkan nyanyian di gereja. ‎

Awalnya, Bu Vero gak mau menerima cinta Pak Ahok. Baginya, umur Pak Ahok terlalu tua untuknya. Melihat gelagat yang kurang positif, justru membuat Pak Ahok makin penasaran. Alih-alih berhenti, Pak Ahok makin merasa semangat untuk mengejar cinta Bu Vero.

Kegigihan usaha Pak Ahok akhirnya meluluhkan hati Bu Vero, RulaWoman! Bu Vero akhirnya bersedia menerima cinta Pak Ahok, dan kemudian mereka pun sepakat untuk melangsungkan pernikahan, dan hidup berbahagia bersama sampai sekarang.

5. Ridwan Kamil-Atalia: Berawal Ketidaksengajaan, Berujung Pelaminan

Siapa sih yang tidak tahu pasangan terfavorit di Instagram versi warga Bandung ini? Pak Ridwan Kamil, atau yang biasa disapa Kang Emil, bertemu pertama kali dengan Bu Atalia Praratya (41) di sebuah pameran pada tahun 1994 di kota Bandung. Itupun bertemu karena ketidaksengajaan lho, RulaWoman!

Waktu itu, Kang Emil berencana untuk pulang. Tetapi, tiba-tiba Kang Emil ingin ke toilet, jadi kembalilah Kang Emil ke dalam. Nah, pas keluar dari toilet... Lewatlah sosok cantik Bu Atalia, yang membuat Kang Emil terpesona.

Merasa penasaran, Kang Emil pun meluncurkan berbagai macam cara, alias modus, untuk mendekati Bu Atalia. Salah satunya dengan berjualan produk. Sejak lulus arsitek, Kang Emil suka membuat animasi dan kebetulan Bu Atalia sedang magang di sebuah perusahaan properti. Jadilah Kang Emil menjual animasi untuk perusahaannya dan meminta waktu bertemu.

Sambil menyelam minum air, sambil jualan Kang Emil juga memberikan sinyal padanya kalau Kang Emil mau lebih dekat lagi dengannya. Gayung pun bersambut, RulaWoman! Bu Atalia menerima pinangan cinta Kang Emil. Setelah satu tahun pacaran, Kang Emil memberanikan diri untuk melamar Bu Atalia, karena saat itu,banyak sekali yang mencoba mendekati Bu Atalia. Hal itu diketahui Kang Emil karena tidak sengaja membaca diary milik Bu Atalia. Untungnya, Bu Atalia menerima lamaran Kang Emil. Mereka pun hidup berbahagia bersama dengan dua orang buah hati.


Seru-seru ya ceritanya! Nah, kisah cinta yang mana yang jadi favorit RulaWoman?

Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "BAPER ALERT! Dari Walikota Sampai Presiden, Kisah Cinta 5 Petinggi Negara Ini Ternyata Romantis Banget Lho, RulaWoman!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ina Massijaya | @inamassijaya

Currently pursuing a master degree in Economics and a career as a writer in any time soon.

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar