795
Komunikasi adalah suatu usaha untuk mencapai sebuah makna (Little John)

RulaWoman pasti udah nggak asing dengan banyak pendapat "miring" tentang bertahannya Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani di jajaran Kabinet Jokowi. Padahal, sudah banyak sekali pendapat masyarakat dan tokoh politik tentang "minimnya" kinerja Menko yang satu ini. Kayaknya penting nih untuk sedikit belajar dari beberapa kekurangan "peran panggung" Puan Maharani di Layar Kabinet Jokowi, spesial buat RulaWoman yang mungkin berminat menjadi salah satu menteri perempuan terbaik di Indonesia!

1. Komunikasi yang kurang dibangun

Pernah dengar kan beberapa waktu lalu Puan Maharani kurang responsif terhadap kasus Yuyun? Ya, Yuyun gadis belia yang diperkosa dan dibunuh oleh sekelompotan orang-orang yang tidak bermoral. Kurang tanggapnya Puan Maharani menanggapi pertanyaan tentang kasus Yuyun tersebar luas hanya sebab ucapannya yang berbunyi, "Wah saya belum tahu. Apa itu ya?"

RulaWoman pastinya bisa membayangkan dong, sebuah jabatan besar yang menaungi pemberdayaan manusia seharusnya bisa dijalani seperti apa. Nah, jawaban Menko Puan Maharani itu mungkin didasari dari benar-benar kekurang tahuannya apalagi beliau juga menjelaskan bahwa saat itu seharian berada di kantor jadi ngga sempet deh nge-cek berita terkini. Tapi, kalau RulaWoman kelak berada di posisi sebesar dan sepenting itu, WAJIB banget hati-hati saat menyampaikan jawaban atau merespon. Respon yang lebih bijak kayaknya bisa berbunyi, "Hmm... kasus itu saya yakin sedang dalam pantauan dan ditelusuri sedetil mungkin." atau, "bisa saya hubungi beberapa saat lagi? Saya masih mempelajarinya."

2. Benar-benar turun langsung

Beberapa situs juga menjelaskan betapa Menko Puan Maharani kurang aktif secara riil di lapangan saat kasus kabut asap dan kebakaran terjadi di Sumatera dan Kalimantan. Nah, RulaWoman, kalau kamu kelak menampu posisi penting seperti Menko Puan Maharani, hal yang paling penting untuk kamu jalani adalah menghadapi masalah secara langsung. Bagaimanapun, kinerja seorang menteri pemberdayaan manusia harus berhadapan langsung dengan rakyat dalam segala kondisi. Apalagi kalau RulaWoman bisa berinteraksi dengan intens serta mengeluarkan sisi-sisi feminin yang bisa bikin adem-ayem rakyat yang sedang dilanda kesulitan, pasti RulaWoman bakal terkenal jadi Menteri Perempuan Pemberdayaan Manusia paling oke!

3. Tentunya, Pro Rakyat Kecil!

Ketika Menko Puan Maharani meminta rakyat Bali untuk "diet makan nasi" rasanya kurang pas banget dengan kondisi masyarakat Indonesia (beberapa lapisan masyarakatnya) yang masih berada di bawah kemiskinan. Lagi-lagi ini soal penyampaian atau komunikasi, tapi kalau RulaWoman udah sehati dan sejiwa dengan Rakyat Indonesia tanpa memandang status dan latarbelakang kondisi mereka, yakin deh ucapan-ucapan yang "missed-communication" macam itu nggak akan RulaWoman ucapkan.

Gimana? Sudah tahu kan beberapa hal yang kudu diubah? Sambil RulaWoman belajar, kita doain juga yuk semoga ke depannya kinerja Menko Puan Maharani membaik dan lebih efektif menolong rakyat Indonesia. Setuju?



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Yuk, Pelajari Kekurangan Menko PMK Puan Maharani Untuk Siapkan Dirimu Jadi Menteri Perempuan Paling Kece Di Masa Depan!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


MK Wirawan | @mkwirawan

MK. Wirawan lahir di Jakarta, 25 tahun yang lalu. Seorang pembelajar di mana 'menulis dan membaca' adalah aktifitas yang paling membuatnya bahagia.

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar