2.8K
Setiap manusia diberikan masing-masing kelebihan dan kekurangan oleh sang Pencipta. Tapi bukan berarti kekurangan yang dimiliki menjadikan mereka putus asa dalam menjalani kehidupan.

RulaWoman, kamu sering merasa putus asa dan merasa kurang saat menjalani hidup kamu? Atau sering mengeluh dengan berbagai hal? Kalau iya, kamu mesti belajar dari perempuan yang satu ini. Salah satu perempuan inspiratif Indonesia yang tetap semangat dalam menjalani kehidupannya di tengah keterbatasan yang dimiliki, Angkie Yudistia.

Penasaran dengan cara dia menjalani hidup dengan keterbatasan yang dimiliki? Apa saja yang sudah dicapai perempuan cantik ini? Yuk simak hasil wawancara saya dengan Angkie Yudistia di bawah ini RulaWoman.

Q: Hai Mbak Angkie, bisa diceritakan bagaimanakah awal perjalanan Mbak Angkie dalam meniti karir sebelum menjadi seorang entrepreneur?

Aku itu lulusan komunikasi sampai S2. Sempat bekerja di beberapa perusahaan swasta, tapi akhirnya di phk. Benar-benar dil uar dugaan aku banget. Sempat sedih juga. Tapi tak lantas membuat aku pesimis.

Q: Wah cerita tentang Mbak Angkie menarik ya. Apa yang membuat Mbak Angkie tertarik untuk menjadi seorang entrepreneur?

photo credit:liputan 6

Awalnya aku menjadi seorang entrepreneur bukan karena aku mau tapi karena keadaan. Seperti yang aku bilang aku pernah bekerja di perusahaan swasta tempat di titik ternyaman aku tapi akhirnya di phk. Karena kondisiku, aku agak sulit untuk mendapat pekerjaan bagi penyandang disabilitas. Sulit dapat kerjaan, sering ditolak juga. Jadi aku ketemu dosen aku, lalu dosen aku bilang kalau mau cari kerja lagi kenapa nggak menciptakan lapangan pekerjaan sendiri aja. Tapi aku kan nggak punya background manajemen sama sekali, manajemen itu dalam arti entrepreneur. Aku sama sekali nggak tahu. Akhirnya aku learning by doing dan aku ambil itu dengan banyak sekali resiko, aku kan minim sekali pengetahuan, minim pengalaman. Beruntungnya aku punya banyak partner yang solid banget sama aku yang bisa membantu. Jadi di saat aku kekurangan apa dia membantu.

Q: Bagaimanakah Mbak Angkie menjalani hidup kesehariannya dengan keterbatasan yang ada, apakah ada trick trick khusus sehingga Mbal malah bisa menjalani hidup bahkan menjadi inspirasi?

Hidup kita seperti rollercoaster. Kita itu orang yang sulit tidur, deg-degan. Yang bisa bikin kita enjoy itu karena kita itu nggak kesendirian, sekarang itu era berkompetisi, era berkolaborasi. Semakin banyak teman, semakin sharing dengan pengetahuan yang sama. Aku kan bukan full dunia entrepreneur tapi juga social entrepreneur. Kita terbiasa dengan nothing problem without solution. Semua itu pasti ada solusinya. Ya itu tadi seperti rollercoaster naik turun jadi ya nikmati aja.

Q: Bagaimanakah Mbak mengatasi persoalan yang mungkin timbul dari keterbatasan yang Mbak miliki?

Kalau aku tipe orang yang positive thinking. Orang itu nggak ngerti kondisi kita, dia bisa begitu karena pengetahuan yang kurang. Dia merasa dirinya selalu sempurna, makanya dia bisa bilang begitu. Memang dia nggak mengerti. Aku bermimpi suatu saat lingkungan kita bisa menjadi lingkungan yang ramah terhadap disabilitas. Tapi kalau ditanya aku depresi apa nggak ya jelas depresi banget. Aku juga bisa begini karena orang tuaku pelindung yang baik, di backup yang sangat baik. Mereka mendukung, mereka menguatkan, memberikan bekal memberikan pengetahuan, memberikan mental dan segala macam.

Q: Buku Mbak Angkie yang berjudul "Perempuan Tuna Rungu Menembus Batas dan Setinggi Langit benar-benar luar biasa. Apakah yang memotivasi mbak Angkie untuk membuat buku tersebut? Apakah pesan yang sebenarnya ingin Mbak sampaikan dalam menulis buku tersebut?

photo credit: getscoop

Aku launching buku itu tujuannya untuk how to change people perception, bisa merubah persepsi masyarakat tentang penyandang disablitas. Aku mau suara aku bisa didengar. Aku sengaja launching buku mengundang media, karena media itu adalah sebagai jembatan untuk aku menyampaikan pesan kepada masyarakat, untuk bantu aku merubah persepsi mereka tentang penyandang disabilitas itu seperti apa.

photo credit: dewi magazine

Q: Siapakah yang menginspirasi Mba dalam berkarir maupun menulis buku?

Aku inspirasi dari siapa aja dan darimana aja. Tapi kalau inspirasi aku menulis itu terinspirasi dari Hellen Keller. Seorang Hellen Keller dengan double disabilitas. Aku suka dengan dia bercerita dengan story telling itu dia ceritakan ke semua orang. Aku benar-benar terinspirasi. Dengan Hellen Keller menulis itu berarti kan mereka membaca bukunya itu dan aku merasa oke aku harus bisa menulis. Aku belajar menulis. Buku aku itu benar-benar aku ciptakan sendiri, terbitkan sendiri. Ya itu kesempatan harus kita ciptakan sendiri.

Q: Mengenai Thisable Enterprise, bagaimana awal mula mba Angkie mendirikan Thisable Enterprise? Apakah yang mendorong Mba untuk membuat Thisable Enterprise ini?

photo credit: twitter thisable enterprise

Seperti yang aku bilang aku membuat Thisable Entreprise ini karena keadaan. Selain itu untuk mensejahterakan para penyandang disabilitas untuk maju dan berkarya. Semua yang kerja disini itu digaji, dibayar. Karena itu kebutuhan ekonomi. Sekarang mencari pekerjaan bagi yang normal aja susah, bagaimana yang penyandang disabilitas. Kita mencari mereka yang usia produktif. Penyandang disabilitas kan dari banyak komunitas, anak-anak, ibu-ibu, pendidikan sekolah. Aku harus bisa memberikan opportunity. Mereka benar-benar diajarkan dengan baik. Thisable Enterprise itu juga terdiri dari berbagai macam produk, punya fashion, punya aksesoris, food instan. Aku mendirikan ini benar-benar dari nol banget. Sampai aku bingung barangnya sudah bagus, tapi bagaimana cara aku menjualnya. Tapi aku tuh beruntung aku nggak sendirian, aku punya womenpreneur yang selalu bantu aku.

Q: Pertanyaan terakhir, apa pesan mbak Angkie untuk teman-teman di luar sana yang mungkin juga memiliki keterbatasan fisik supaya tetap semangat menjalani hidup seperti Mbak Angkie dan bisa memberikan inspirasi ke semua orang?

Jangan menyerah untuk menggapai mimpi. Hidup itu sulit, tapi bukan berarti kita nggak bisa. Mimpi itu bisa dicapai dengan orang-orang yang tangguh. Don’t give up. Aku juga pernah kok berada di titik give up, tapi bukan berarti bisa menyerah.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Belajar dari Angkie Yudistia: Perempuan Tunarungu Inspiratif Dalam Melawan Keterbatasan yang Dimiliki". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Arvika I Resvita ES | @arvikaresvita

Part time to music, singing cover and writing fiction stories and articles

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar