3.3K
Memperingati Hari Kartini tahun ini, bioskop tanah air memutar film Kartini besutan sutradara Hanung Bramantyo dan sebagai perempuan masa kini kita belajar tentang satu hal penting darinya.

Bagi rakyat Indonesia pasti sudah tidak asing dengan sosok Kartini. Sejak berada di bangku sekolah dasar, kita diajak untuk memperingati jasanya setiap tanggal 21 April yang tak lain adalah hari kelahirannya. Setiap dari kita bahkan tidak asing dengan lagu Ibu Kita Kartini ciptaan W.R. Supratman karena sering jadi bahan ajar saat pelajaran kesenian.

Memperingati Hari Kartini tahun ini, bioskop tanah air memutar film Kartini besutan sutradara Hanung Bramantyo. Mulai 19 April kemarin film biopic ini sudah bisa dinikmati di bioskop-bioskop seluruh Indonesia. Apakah kamu sudah tahu cuplikannya, RulaWoman? Ini salah satu trailer filmnya.


Melalui film ini kita diajak mengikuti sepak terjang Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan pribumi. Pada tahun 1900an perempuan Jawa seperti Kartini tidak memiliki banyak peluang untuk mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya. Mengapa?

1. Dulu, perempuan Jawa dari kalangan rakyat jelata cuma punya dua pilihan: menikah atau kelaparan

Photo credit: Kompasiana

Pada masa itu sistem patriarki mencengkeram erat gaya hidup orang Jawa. Adat dan budaya mereka meletakkan kedudukan laki-laki di tempat yang setinggi-tingginya serta mengabaikan peran perempuan dalam masyarakat. Bagi perempuan dari kalangan rakyat jelata, mereka terancam tidak bisa makan jika tidak menikah. Itu karena mereka tidak diberi ruang untuk mencari penghasilan sendiri sehingga mereka bisa jatuh miskin jika tidak menggantungkan hidupnya pada laki-laki.

2. Dulu, perempuan Jawa dari kalangan ningrat cuma punya dua pilihan: menikah atau dipingit

Photo credit: Twitter FIlm Kartini

Perempuan Jawa dari kalangan ningrat atau bangsawan pada masa itu juga mengalami dilema yang hampir sama dengan perempuan dari kalangan biasa. Mereka memang tidak akan kelaparan jika tidak menikah, tetapi mereka harus dipingit sepanjang hidup. Bayangkan, berada di dalam rumah mengerjakan pekerjaan perempuan dan tidak leluasa mengerjakan hal-hal lain yang ia sukai.

3. Dulu, perempuan Jawa seperti Kartini tidak bisa menjalani hidup bersama ibunya secara normal lantaran perbedaan kasta

Harper's Bazaar Indonesia

Pada masa itu terdapat jarak yang sangat jauh antara kaum bangsawan dengan rakyat biasa. Kartini lahir dari seorang ibu biasa. Ayahnya lah yang merupakan keturunan bangsawan. Supaya bisa mendapatkan gelar bangsawannya, Kartini harus rela hidup terpisah dari ibu kandungnya. Ia bahkan harus memanggul ‘Yu’ pada ibunya sendiri, yang berarti kakak perempuan dalam bahasa Indonesia.

Ketiga hal ini menegaskan bahwa perempuan Jawa pada masa dahulu tidak bisa menjadi dirinya sendiri dalam menjalani kehidupan. Mereka terkekang dan tidak bisa berkembang sehingga terhalang kesuksesannya. Lalu kita dapati Kartini yang berjuang untuk kaum perempuan pada masanya agar mendapatkan ruang yang lebih luas dalam berkarya. Ketiga hal yang dialami kaum perempuan dalam film Kartini ini memberikan kita satu pemahaman penting yang akan membawa perempuan masa kini meraih kesuksesan, yaitu

1. Sekarang, perempuan bebas menentukan pilihan hidupnya sendiri

Photo credit: Twitter boxofficemovie_

Setelah sekitar satu abad Kartini wafat, perempuan masa kini telah mendapatkan ruang gerak yang luas. Salah satu ucapan terima kasih patut dihaturkan pada ibu kita Kartini. Sekarang, kita dapati perempuan-perempuan masa kini banyak yang mengisi kursi pemerintahan, menjadi walikota, bupati, hingga menteri. Mereka juga ada di berbagai wilayah profesional seperti dosen, dokter, hingga insinyur. Berkembang pesatnya era digital semakin mengukuhkan peran perempuan sebagai influencer yang mampu mengubah tatanan dunia mulai dari beauty influencer, fashion blogger, sampai travel blogger. Ranah-ranah kreatif seperti musisi, graphic designer, fashion designer, cartoonist, photographer sampai dunia peran juga banyak diwarnai oleh kehadiran perempuan. Demikian pula di bidang literasi, media, IT, sampai broadcasting. Kita juga menjumpai keterlibatan perempuan di lembaga sosial dan kemanusiaan. Ada pula perempuan yang memutuskan fokus pada pendidikan anak-anak mereka di rumah. Perempuan masa kini bebas menentukan pilihan hidupnya sendiri, baik menjadi ibu rumah tangga maupun wanita karir. Mereka bisa jadi apapun yang mereka inginkan. Kuncinya satu yaitu mau berusaha.

Nah, sebagai perempuan masa kini, kamu bebas berkarya di bidang apapun yang kamu sukai, RulaWoman. Itulah yang menjadi bekal kesuksesanmu di masa depan. Kamu bisa menjadi bagian dari perubahan dunia menuju peradaban manusia yang lebih baik. Tidak lupa, selamat menonton film Kartini!

BACA JUGA


Kartini, Cerdas Finansial Juga Perlu! Berikut 5 Alasan Mengapa Kamu Harus Paham Dunia Pasar Modal dan Dapatkan Ilmunya di Kartini Expo 2017

Kartini, Cerdas Finansial Juga Perlu! Berikut 5 Alasan Mengapa Kamu Harus Paham Dunia Pasar Modal dan Dapatkan Ilmunya di Kartini Expo 2017

Tak cukup hanya cantik, pintar, dan mandiri. Kartini masa kini juga harus cerdas dalam mengelola keuangan, salah satunya dengan berinvestasi ...

Read more..

Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Belajar dari Film Kartini, Inilah 3 Halangan dan 1 Pendukung Kesuksesan Perempuan Masa Kini". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Henny Alifah | @hennyalifah

Writer and Knitter

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar