5.5K
Kadang kamu bingung, ditempatkan dalam situasi yang sebenarnya ingin mengakhiri hubungan. Tapi kamu ragu. Entah karena kebaikannya, atau hal lain. Apakah yang kamu harus lakukan dalam mengambil keputusan?

Mengambil keputusan untuk putus atau mengakhiri hubungan dengan seseorang tidaklah mudah. Nggak pernah mudah malah. Kecuali memang kamu sudah punya serep-nya. Tapi jelas keberadaan serep hanya akan memperkeruh keadaan.

Namun bagaimana kalau kamu memutuskan hubungan bukan karena adanya pihak ketiga yang menjadi penyebab hancurnya hubungan kamu? Tapi semata memang, kamu menginginkan hubungan ini berakhir. Hanya saja kamu belum juga terlalu yakin akan keputusan kamu. Dan mungkin, terselip di batin kamu kalau kamu takut menyesal tidak akan menemui seorang sebaik Dia lagi.

RulaWoman, sebelum kamu mengambil keputusan, coba pikirkan dahulu 7 hal ini. Apakah ia layak dipertahankan atau tidak?

1. Apakah kamu berada dalam hubungan abusive atau dengan kata lain apakah kamu terus menerus bertengkar?

foto sumber: huffingtonpost.com

Banyak pasangan tidak menyadari kalau mereka ternyata berada dalam hubungan submissive atau hubungan yang tidak sehat, penuh kekerasan baik verbal maupun fisikal. Korban biasanya malah tidak menyadari kondisi ini dan malah menyangka semua baik-baik saja. Namun kamu memiliki insting. Yaitu insting kalau kamu ingin putus.

Kalau kamu bingung apakah kamu berada dalam hubungan yang abusive atau tidak, kenali dan pahami apa sih sebenarnya hak-hak kamu dalam hubungan, atau hubungi www.helpnona.com kalau kamu butuh bantuan. Ada kuiz yang bisa kamu ikuti, agar kamu sadar dan paham, apakah kamu berada dalam hubungan yang penuh kekerasan atau tidak.

2. Apakah orangtuanya atau orangtuamu menyukaimu?

Restu orangtua sangat penting. Jadi perhatikan baik-baik RulaWoman, apakah orangtua kamu menyukainya? Dan apakah orangtuanya menyukai kamu? Kalau salah satu saja sudah tidak, baiknya mundur. Kecuali memang masalah prinsipal ini memang bisa diperjuangkan dan kamu mau memperjuangkannya, maka mungkin ia masih layak untuk diperjuangkan.

Tapi kembali, bagaimanakah pribadinya dalam menyikapi hal ini?

3. Masalah yang seringkali timbul dan berulang, apakah prinsipal atau personal?

Salah satu penyebab utama suatu keretakan hubungan adalah perbedaan prinsip. Bahkan sesederhana cara memencet pasta gigi saja bisa menjadi pemicu perceraian rumah tangga loh. Kelihatannya sepele, padahal ini masalah personal sekali, bukan prinsipal.

Kenali lebih dahulu. Kalau masalah prinsipal, sejauh mana kamu dan pasangan mau bertoleransi? Kalau masalah kebiasaan dan personal, sejauh mana kamu dan pasangan mau kompromi? Kalau sejak masa pacaran saja kamu sudah tidak bisa mentoleransi hal ini, bagaimana nanti kalau kalian sudah berkeluarga?

Percayalah semuanya akan memburuk, oleh sebab itulah kamu membutuhkan dasar yang kuat, yaitu cinta satu sama lain yang besar.

4. Apakah ia memiiki figur ayah yang baik?

foto sumber: tipsofdivorce.com

Tidak semua laki-laki memiliki figur ayah dan naluri kebapakan yang baik. Kamu sendiri bisa menilainya dengan bertanya pada diri sendiri, "Apakah saya bisa menghargai dan menghormatinya layaknya saya menghormati ayah saya?" Karena percaya atau tidak, kamu akan membutuhkannya untuk berperan, pada saat peranmu sebagai seorang ibu sudah habis.

Apa maksudnya? Seorang anak laki-laki akan melihat ayahnya sebagai contoh. Ia akan membutuhkan 'a hero figure' atau figur pahlawan dari orangtuanya. Apakah pasangan kamu bisa menjadi hero figure untuk kamu dan anak-anakmu nanti? Bagaimanakah standard kamu dalam menentukan hal ini?

5. Apakah kalian tim yang hebat?

Coba perhatikan baik-baik: dalam menentukan sesuatu, siapakah yang paling sering membuat keputusan? Apakah kamu yang lebih banyak memimpin? Atau kadang ia malah yang terlalu dominan? Dalam berpasangan, baiknya kamu bisa saling mengisi sehingga kalian bisa menjadi tim yang baik dan kompak dalam segala hal.

Bisa jadi di waktu-waktu tertentu kamu yang dominan, dan bisa jadi juga di waktu-waktu yang lain kamu tergantung padanya dan ia sangat bisa diandalkan. Ada trust alias kepercayaan yang menjadi dasar hubungan kamu berdua. Dan nggak hanya itu, ia tahu kapan harus mengambil alih suatu perkara dan memberi solusi untuk kamu, begitu juga sebaliknya.

Ingat ya RulaWoman, kamu akan sangat membutuhkan tag-team ini nanti pada saat kamu mempunya anak. Kalau belum apa-apa kamu sudah tidak bisa saling mendukung dan saling bekerjasama, maka kamu yang akan menanggung semuanya nanti.

6. Bisakah kamu melihat diri kamu menjadi tua bersamanya?

Pacaran nggak hanya berdasarkan pada cinta loh RulaWoman. Namun juga tentang bahagia bersama. Cinta bisa tergerus seiring dengan jalannya waktu dan kerepotan-kerepotan diri kamu berdua. Apalagi kalau sudah terjebak dengan rutinitas pekerjaan dan anak. Tetapi, ada dasar yang sangat kuat di antara kamu berdua, yang melebihi segalanya. Yaitu kamu tahu, ia nggak hanya kekasih, tetapi juga sahabat kamu, tempat kamu berlindung, tertawa, bercanda, menangis bersama, dan hal-hal lain yang kamu tahu, kamu hanya bisa melewatinya bersama dengannya dan hanya dirinya, sampai kalian tua.

Hubungan nggak selalu harus baik-baik saja. Tapi di saat susah, kamu juga hanya ingin bersama dengannya yang menjadi partner kamu untuk melewati masa sulitmu. Karena kamu tahu, ia akan selalu ada dan ialah yang kamu butuhkan.

Apakah ia orang yang seperti itu?

foto sumber: lifehack.com

7. Segala hal yang baik tentang kamu, dan kualitas terbaik kamu, apakah cocok dengannya?

Mungkin diluaran orang lain akan melihat kalian berdua adalah pasangan yang sempurna. Namun sebenarnya kamu tahu, ada sesuatu dari dalam diri kamu yang nggak cocok dengannya, begitu juga sebaliknya. Mungkin kebiasaan-kebiasaan kamu, atau ada sesuatu dari dirinya yang entah apa, tapi kamu dapat merasakannya, yang sebenarnya kamu tahu, kamu nggak cocok dengannya.

Kalau kamu sudah merasakan hal ini, RulaWoman, baiknya akhiri saja. Karena bisa jadi hal ini malah akan menjadi 'snowball' atau masalah yang semakin membesar di kemudian hari, karena kamu hanya berani memendamnya tanpa berani mengutarakannya.

Nah RulaWoman, apakah kamu memiliki pendapat lain tentang hal yang mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan apakah seharusnya kamu putus atau tidak? Yuk di share di sini.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Bertahan atau Putus? RulaWoman, Inilah 7 Hal Yang Harus Kamu Pikirkan Sebelum Mengambil Keputusan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Maharani Adinata | @RaniAdinata

A genuine Scorpio with the love of music, books, chocolate cake and a cup of tea.

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar