2.1K
"If little else, the brain is an educational toy." - Tom Robbins

Pita suara dapat dilatih untuk mengeluarkan suara yang bagus. Begitu pula otot dapat dibentuk dengan latihan-latihan tertentu dan terfokus pada otot yang dituju. Bagaimana dengan otak? Sering kali kita mengalami keadaan di mana otak sepertinya tidak mau diajak bekerja sama alias ‘lemot’ (lemah otak). RulaWoman pernah mengalami hal yang sama? Pastinya pernah ya.

Ternyata, seperti otot badan dan pita suara, otak kita, sebagai bagian dari tubuh, juga perlu latihan agar tidak lemah. Saat masih bayi, pencitraan MRI dari otak akan menunjukkan gambar otak yang berwarna putih karena otak masih dalam keadaan kurang berkembang. Sedangkan pada orang dewasa, hasil pencitraan MRI dari otak akan menunjukkan sebagian otak berubah warna dari putih menjadi gelap. Bagian yang gelap itu adalah bagian otak yang telah aktif karena telah digunakan selama bertumbuh kembang dari masa bayi.

Lalu apa yang bisa mengaktifkan otak kita?

Jawabannya adalah informasi/pengetahuan. Informasi/pengetahuan yang diterima oleh otak melalui indera-indera kita akan mengaktifkan otak dengan memproses informasi tersebut. Namun pemrosesan informasi oleh otak ini tidak hanya terbatas pada pemikiran logis, numerik, bahasa, dsb saja namun juga sebagai sebuah ‘pengalaman’ secara emosional. 2 bagian otak yang memproses informasi secara pemikiran dan pengalaman ini terletak di bagian lobus frontal dari otak kita dan paling berpengaruh terhadap kepribadian kita.

Namun ketika otak memproses informasi/pengetahuan sebatas pada rutinitas, otak tidak akan teraktivasi secara maksimal. Agar RulaWoman bisa mengaktivasi otak secara maksimal, lakukan 7 hal berikut.

1. Mulai dari kebiasaan sehari-hari

Kebiasaan sehari-hari rawan menjadi rutinitas. Kenapa rawan seolah rutinitas itu berbahaya? Yup, rutinitas ternyata membuat otak ‘tidur’ karena hanya menggunakan area yang telah digunakan sebelumnya. Memulai atau memperbaiki kebiasaan baru di kehidupan sehari-hari akan mengaktifkan area otak yang belum aktif.

2. Mengenal bagaimana otak bekerja secara efektif

Tak kenal maka tak sayang, kata pepatah. Selama ini otak secara autonomous telah bekerja untuk mengatur hidup RulaWoman. Namun apakah RulaWoman menyadari bagaimana agar otak bekerja? Di sinilah pentingnya mengenal bagaimana otak bekerja secara efektif.

3. Merangsang otak dengan pujian

Pujian tidak hanya indah untuk didengarkan namun juga rangsangan yang baik untuk otak bekerja dengan lebih baik. Ketika mendengar sebuah pujian yang ditujukan untuk kita, pujian akan merangsang bagian otak yang mengatur emosi dan membuat otak bekerja dengan lebih baik.

4. Petakan dengan angka

Otak merespon lebih baik dengan angka. Angka membuat informasi yang akan diproses oleh otak menjadi terukur dan membantu otak bereaksi lebih baik terhadap informasi tsb.

5. Tentukan batas waktu

Batas waktu juga akan membuat otak bekerja lebih baik dalam menyusun prioritas. Dengan prioritas harapannya target akan tercapai dengan baik.

6. Tidur

Seperti organ lain dalam tubuh manusia, penggunaan terus menerus akan menyebabkan kelelahan yang akan memperlambat/membebani kinerja organ. Demikian pula dengan otak. Cara tercepat meredakan kelelahan/kejenuhan otak adalah dengan tidur singkat 10-20 menit.

7. Mengawali dengan niat

Niat yang positif akan memberikan makna lebih pada setiap hal yang RulaWoman lakukan. Hal itu terjadi karena dengan niat, RulaWoman telah mengaktifkan otak untuk menyadari proses yang sedang terjadi dan siap untuk mengantisipasi.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Biar Ngga Lemot Alias Lemah Otak, Yuk Lakukan 7 Hal dari Buku Otak Ideal Karya Toshinori Kato, M.D, Ph.D. Ini". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Aisanya Wibhuti | @aisanyawibhuti

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar