745
Investasi selalu mengandung resiko dan tidak pasti, tapi memutuskan untuk tidak berinvestasi akan jauh lebih beresiko.
photo credit: Money Glare

Keuntungan besar dan dalam waktu singkat. Iming-iming ini yang seringkali membuat banyak orang terjebak dalam investasi bodong. Jangankan keuntungan, uang pokok yang mereka setorkan di awal pun ikut raib. Jadilah cerdas dengan mengenali 7 cara mudah agar kamu nggak salah berinvestasi, RulaWoman.

1. Prinsip high risk, high return selalu berlaku

photo credit: iMoney

Investasi dengan imbal balik tinggi, dalam waktu singkat, dan bebas resiko. Dengan kata lain uang kamu dijamin berkembang biak. Kondisi inilah yang perlu kamu waspadai, RulaWoman. Tidak ada hasil yang besar dicapai dengan langkah mudah. Jika mengembangkan uang semudah itu, maka sudah tidak ada lagi kemiskinan di dunia bukan?

2. Lakukan riset terhadap perusahaan investasi yang bersangkutan

Di indonesia, setiap lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat serta pengelolaan investasi, harus memiliki ijin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Badan pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti), bukan sekedar Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP).

3. Ingat uang yang sudah keluar tidak dengan mudah kembali ke tangan kamu

photo credit: Jalan Tikus

Proses penyetoran uang memang mudah, tapi ingat dan perhatikan apakah proses penarikan dananya semudah saat kamu menyetorkan dana. Bersikaplah teliti dan jangan menyerahkan dana sebelum kamu menandatangani perjanjian resmi, serta pastikan kamu mengetahui dengan jelas apa yang sudah kamu tanda tangani. Jangan sampai kamu tertipu hanya karena iming-iming hasil investasi yang tinggi.

4. Perhatikan cara pemasaran

Penipuan berkedok investasi biasanya memanfaatkan orang terdekat kamu. Memang mereka belum tentu berniat menipu kamu, karena barangkali mereka pun tidak mengerti jika mereka terjebak dalam penipuan tersebut. Pastikan pihak yang berhubungan dengan kamu punya standarisasi atau sertifikasi dalam memasarkan produknya. Jangan sampai kamu beli kucing dalam karung hanya karena perasaan tak enak. Investasi itu untuk jangka panjang, beda halnya dengan kamu membeli baju.

5. Cermati dimana uang kamu akan dialokasikan atau dikelola nantinya

Sebuah perusahaan investasi akan mengalokasikan dana nasabahnya ke berbagai instrumen investasi, seperti saham, properti, obligasi. Pastikan kamu mengetahui dengan jelas kemana uang kamu dialokasikan. Perusahaan abal-abal biasanya tidak memiliki standart baku dan kejelasan kemana uang nasabah dilarikan, bahkan cenderung “tertutup”.

6. Investasi itu bukan tabungan, tak ada yang pasti

photo credit: Finansialku

Setiap investasi itu beresiko dan setiap resiko selalu mengandung ketidakpastian. Jadi kamu perlu waspada, jika ada perusahaan yang menjanjikan imbal balik sekian persen. Ingat, investasi itu bukan tabungan. Tidak ada jaminan uang kamu akan “sama” jumlahnya.

7. Cari tau history performance produk investasi kamu

photo credit: Your Choice Banking

Perusahaan investasi yang bonafid tentu punya portofolio jelas dan juga history performance produk mereka dari tahun ke tahun. Pastikan semuanya transparan.

BACA JUGA


Resiko Dalam Berinvestasi, 7 Hal yang Harus Kamu Lakukan Sebagai Risk Management Untuk Menyelamatkan Keuangan Kamu, RulaWoman

Resiko Dalam Berinvestasi, 7 Hal yang Harus Kamu Lakukan Sebagai Risk Management Untuk Menyelamatkan Keuangan Kamu, RulaWoman

High risk, high return. Jika kamu ingin mendapatkan lebih, maka kamu harus bertindak lebih

Read more..

Bagaimana RulaWoman? Semoga bermanfaat ya.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Bingung Dimana Kamu Bisa Memulai Berinvestasi? Inilah 7 Cara Mudah Agar Kamu Nggak Salah Berinvestasi, RulaWoman!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Rahajeng | @rahajengkurniawati

Life is a pleasure when we share it.

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar