1K
Menikah, hamil, melahirkan, dan karir selesai. Benarkah selalu demikian? Banyak yang ragu, banyak yang pesimis, dan justru dengan percaya pada diri sendirilah maka keraguan mereka adalah tantangan yang harus dihadapi.
photo credit: dok.pribadi

Sebagian besar orang beranggapan ketika perempuan sudah menikah, maka karirnya akan stuck karena kesibukan mengurus keluarga. Tapi rupanya paradigma itu tak berlaku bagi perempuan kelahiran Jakarta 16 Maret 1989 ini. Bisnis Annisa Purbandari justru melejit setelah menikah. Mau tau seperti apa kisahnya yang inspiratif? Berikut cerita perjuangannya khusus untukmu, RulaWoman!

Dari dokter hewan ke sastra Perancis…

Mba Annisa ini sebenarnya sempat bercita-cita jadi dokter hewan, tapi apa mau dikata karena orang tua kurang setuju. Akhirnya Mba Annisa memutuskan untuk masuk ke jurusan sastra Perancis di Universitas Indonesia. "Aku cukup menikmati masa kuliah karena aku memang menyukai bahasa," cerita Mba Annisa

Kehidupan masa kecil yang sangat sederhana bukan penghalang buatku untuk maju

There is always hope. Don't quit.
photo credit: Soul Action

Masa kecil yang dilalui oleh Mba Annisa ternyata sulit. Kondisi ekonomi yang serba terbatas memaksa Mba Annisa untuk terbiasa bekerja sejak usia SD. "Semua pekerjaan aku kerjakan, mulai dari jualan, kerja part time, dan jadi freelancer. Terakhir aku bekerja sebagai Community Manager di Jobsdb."

"Aku sempat berpikir ide untuk membangun Startup nggak mungkin, apalagi aku sempat kena tipu"

Cari magang atau freelance buat anak kuliahan kok susah banget ya?

"Itulah yang ada di benakku saat itu. Hingga aku bermimpi suatu ketika aku bisa mendirikan wadah yang mempermudah banyak mahasiswa untuk mendapatkan pekerjaan sampingan atau tempat magang. Aku pikir apakah mungkin? Startup kan perlu modal, sedangkan bisnisku sempat bangkrut karena kena tipu."

Namun ternyata walau dengan keterbatasan yang ada, Mba Annisa tidak menyerah. Semangat yang timbul semata karena keinginannya untuk membantu sesama mahasiswa lain agar tidak mengalami kesulitan-kesulitan seperti yang dialaminyalah yang membuatnya untuk terus berjuang menggapai impiannya.

Ide itu murah, eksekusinya yang mahal…

photo credit: dok.pribadi

"Meski merasa “jauh”, aku mulai merintis StudentJob. Aku melakukan riset di negara lain mengenai startup serupa dan ternyata pasarnya sangat luas. Fakta itu membuat tekadku semakin bulat untuk mewujudkan apa yang aku impikan. Aku pun bergabung dengan IdeaBox dan dari di sanalah aku banyak belajar tentang seluk beluk dunia startup. Di IdeaBox juga aku menemukan pasangan hidupku. Dan aku mulai memberanikan diri untuk presentasi ide di hadapan investor. Karena buatku ide hanyalah ide jika tak dieksekusi apa gunanya?"

Aku dan pasanganku…

"Aku sempat berpikir akan menikah di usia matang. Tapi setelah bertemu dengan suami, aku memutuskan untuk menikah. Mengapa? Karena aku menemukan partner dalam segala hal. Partner hidup, partner bisnis, partner kerja, sahabat, dan juga kakak. Kebetulan suami juga sedang mengelola Dealoka, jadi kita bisa saling berkolaborasi."

Ketika aku hamil, banyak orang meragukanku, termasuk para investor

Keraguan mereka adalah tantangan buatku.

"Aku membangun dan membesarkan StudentJob dari nol. Bahkan ketika aku hamil, aku tetap ingin StudentJob bisa berkembang. Banyak orang meragukanku, termasuk para investor. Mereka khawatir kalau aku akan berhenti dari pekerjaanku setelah melahirkan nanti. Keraguan mereka justru jadi tantangan buatku. Aku berusaha meyakinkan mereka melalui data-data yang ada, jika memang StudentJob punya prospek pasar yang baik di Indonesia. Akhirnya data mengenai user, traffic, serta komitmen team menunjukkan hal yang positif. Aku pun terpilih menjadi startup incubator, di mana saat itu usia kehamilanku memasuki bulan ke 6."

Setelah melahirkan...

photo credit: Like Success

"Tak bisa dipungkiri kehidupan seorang ibu pasca melahirkan memang punya cerita tersendiri, mulai dari begadang, menyusui, dan mengurus baby. Di sisi lain aku dituntut untuk tetap bertanggung jawab pada StudentJob. Aku percaya perempuan punya kemampuan multitasking. Aku mengerahkan seluruh tenaga yang aku punya untuk membesarkan Alvaro, anakku, dan juga StudentJob.

Tiga kesibukan sekaligus dan semuanya penting…

photo credit: dok.pribadi

"Aku sedang giat-giatnya mengurus 3 hal penting sekaligus, anak, StudentJob, dan keluarga. Buatku kuncinya adalah menjaga energi untuk selalu positif. Ketika aku merasa capek, energi positif membuatku kembali bersemangat."

Kegagalan demi kegagalan aku alami tapi itu bukan alasan untuk menyerah

If you can imagine it, you can achieve it. If you can dream it, you can become it. ~William Arthur Ward

"Jatuh bangun itu pasti ada, apalagi saat membangun bisnis. Banyak alasan untuk menyerah saat gagal, ditambah lagi dengan income yang tidak pasti. Memutuskan untuk berhenti dan bekerja. Tapi bukan itu tujuanku. Aku ingin membesarkan StudentJob yang sudah aku bangun dari nol, karena keberadaan StudentJob akan membantu banyak orang, khusunya para mahasiswa."


Bagaimana RulaWoman? Sudah menjadi kodrat wanita untuk melahirkan dan membesarkan anak, tapi itu bukan jadi alasan untuk mengubur mimpi dan talenta yang kamu punya. Justru jadikan keluargamu sebagai alasan mengapa kamu harus tetap berjuang dan meraih kesuksesan.

Semoga menginspirasi.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Cerita Cinta dari Annisa Purbandari, CEO StudentJob: Keraguan Mereka adalah Tantangan Buatku #WhyNot". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Rahajeng | @rahajengkurniawati

Life is a pleasure when we share it.

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar