1.4K
Menjadi jomblowati di usia matang sering dipandang kebanyakan orang tak lazim. Akibatnya kaum jomblowati sering di bully atau disuruh cepat-cepat menikah. Nah RulaWoman, apakah hubungan yang kamu punyai sekarang berdasarkan memang cinta, atau kesepian?

Ironisnya, banyak dari jomblowati yang mulai merasa kesepian karena satu-persatu teman mulai menikah. Mereka pun berlomba-lomba mencari pasangan agar tak sendiri. Padahal sebenarnya kondisi hati belum siap.

Rasa kesepian sering dijadikan alasan untuk menjalin hubungan percintaan. Kesepian adalah perasaan kekurangan dalam hubungan sosial, yang membuka kesempatan untuk hubungan yang lebih dekat secara emosional dan persahabatan. Kesepian bersifat subjektif. Sebagian orang merasa sepi meskipun dikelilingi puluhan orang setiap hari. Sebagian lainnya tidak merasa kesepian, padahal hanya bertemu dengan satu orang saja. Kondisi tersebut dikarenakan orang yang ditemui dirasa dekat dan mampu memberi rasa nyaman.

Dikutip dari Live Science, kaum perempuan lebih mudah merasa kesepian daripada laki-laki. Pada umumnya perempuan menilai dirinya kesepian atau tidak berdasarkan kualitas hubungan, seperti dukungan sosial dan kedekatan emosional. Karena ada “tuntutan” untuk mendapatkan hubungan yang berkualitas, maka perempuan lebih mudah merasa kesepian. Di sisi lain, laki-laki menilai dirinya merasa kesepian atau tidak dari sisi jumlah hubungan sosial yang dijalani. Sepanjang ada teman untuk melakukan hobi atau kegiatan menyenangkan bersama, maka laki-laki bisa untuk merasa tidak kesepian.

Melihat kenyataan tersebut, banyak orang merasa tidak yakin pada hubungan yang dijalani untuk alasan yang tepat atau karena mereka merasa kesepian. Berikut 6 langkah sederhana untuk mencari tahu apakah kamu benar-benar cinta atau karena sekedar merasa kesepian.


1. Memeriksa Kembali Alasan Awal Memilih Dia

1.	Memeriksa Kembali Alasan Awal Memilih Dia - http://sharethis.com/
http://sharethis.com/

Pada awalnya mungkin ada sesuatu dari dia yang membuatmu tertarik atau kalian memiliki banyak kesamaan. Atau kamu memilih dia karena sebagian besar teman-temanmu menyukainya. Coba kembali melihat ke awal hubungan kalian dan memikirkan kembali alasan mengapa memilih dia. Hal ini akan membantu kamu melihat apakah kamu benar-benar mencintai orang ini atau sekedar butuh dia untuk mengisi kesepian dalam diri kamu.



2. Luangkan Waktu untuk Berpikir Bagaimana Pola Hubungan yang Sudah Terjadi

2.	Luangkan Waktu Untuk Berpikir Bagaimana Pola Hubungan Yang Sudah Terjadi - http://4206e9.medialib.glogster.com/
http://4206e9.medialib.glogster.com/

Ambil waktu dan pikirkan kembali mengenai pengalaman atau hal-hal yang telah kamu lalui bersama si dia. Apakah kamu merasa bosan, cemas, tidak nyaman? Atau kamu merasa senang, ceria, nyaman ketika kamu bersamanya. Ingat pula kapan terakhir kali kamu mengalami perasaan positif ketika kalian bersama. Jujur pada diri sendiri akan lebih mudah untuk memutuskan benar-benar cinta atau kesepian, sehingga cenderung memaksakan hubungan yang sebenarnya membuatmu tidak nyaman.



3. Ambil Jeda

3.	Ambil Jeda - https://loveyouswthrt.files.wordpress.com/
https://loveyouswthrt.files.wordpress.com/

Memberi sedikit ruang pada diri sendiri akan memberi perspektif yang lebih jelas. Ambil waktu setidaknya 2 minggu untuk berpisah darinya. Ini akan membantumu mengetahui apakah kamu benar-benar merasa kehilangan dia atau kamu hanya merasa bosan saat dia tidak bersamamu. Jika kamu benar-benar merasa kehilangan, berarti kamu memang peduli dengannya. Jika yang terjadi sebaliknya, seperti kamu merasa sulit mengingat ‘apa yang hilang’ atau bahkan merasa lega karena tidak harus memaksakan sikap tertentu pada si dia, itu berarti kamu perlu dia hanya untuk mengisi kesepian pada dirimu.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ketika Cinta dan Takut Kesepian itu Beda Tipis, Inilah 6 Pertanyaan Ampuh Yang Harus Kamu Tanyakan Pada Diri Sendiri, Kamu Kesepian Atau Memang Cinta?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Rahajeng | @rahajengkurniawati

Life is a pleasure when we share it.

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar