778
Mimpi untuk memiliki kekayaan atau penghasilan tambahan memang nggak pernah ada salahnya. Tapi kalau kamu menginginkan cara yang instan dan singkat, bisa jadi jalan yang kamu ambil nggak tepat. Apalagi kalau ternyata ada tawaran yang menjanjikan, tapi kalau ternyata uang kamu malah hilang, apa yang bisa kamu lakukan?

Pada dasarnya setiap orang pasti ingin memiliki penghasilan tambahan, atau tabungannya memberikan hasil tambahan yang lebih besar daripada bunga deposito dari bank. Namun dengan rutinitas pekerjaan dan kesibukan di rumah, kayaknya nggak mungkin kalau kamu harus bekerja tambahan lagi atau berpikir lebih banyak lagi tentang bagaimana cara menambah penghasilan.

Namun ternyata nggak semua tawaran investasi yang kamu dengar berakhir dengan baik. Ada juga money game dan investasi bodong yang malah akan menguras dan menghilangkan tabungan kamu. Jadi bagaimana cara kamu bisa mendeteksi dan mengetahui kalau investasi yang ditawarkan pada kamu adalah money game atau investasi bodong?

Ini loh ciri-cirinya, RulaWoman!

1. Yang akan mendekati kamu dan menawarkan produknya adalah orang yang dekat dengan kamu dan kamu kenal

Disini perusahaan yang menawarkan money game atau investasi bodong akan mempergunakan saudara kamu atau teman dekat kamu untuk ikut menguras uang kamu. Tapi jangan salah, teman kamu juga terkena investasi bodong ya RulaWoman. Bukan karena ia dengan sengaja menjerumuskan kamu, tapi karena ia juga tertipu dan menjadi korban tanpa disadarinya.

Perusahaan yang menawarkan money game atau investasi bodong, akan memanfaatkan trust atau kepercayaan kamu terhadap orang yang menawarkan investasi ini ke kamu. Karena faktor psikologis, 90% orang percaya untuk melakukan investasi bukan karena investasinya bagus, tapi karena percaya dengan siapa yang mengajak melakukan investasi.

photo credit: policybazaar.com

2. Hasil imbal balik yang ditawarkan melebihi 10% atau fixed 10%

Tidak ada bentuk investasi yang normal dan wajar yang mampu memberikan hasil imbal balik pasti apalagi sebesar 10% atau lebih besar dari itu. Apapun bentuknya, hasil investasi pasti random alias nggak pasti. Kalau kamu ditawarkan produk investasi dengan hasil yang pasti 10% atau lebih, maka curigalah RulaWoman.

Seorang teman pernah ngotot pada saya tentang tawaran investasi yang meggiurkan. Dengan iming-iming membantu UKM tukang bubur ayam yang nggak terjangkau oleh pemerintah. Dengan modal Rp. 10 juta ia bisa membantu pembiayaan tukang bubur dan akan mendapatkan imbal balik 10% rutin, bahkan kalau ia menyetor sedikitnya Rp. 50 juta imbal baliknya lebih besar yaitu 20%.

Logika sederhana RulaWoman, kalau seorang tukang bubur ayam bisa menghasilkan keuntungan sedikitnya 10% per bulan, dan keuntungannya harus diserahkan kepada kamu, berapa keuntungan yang bisa ia simpan? Berapa besar keuntungan seorang tukang bubur ayam? Kalaupun ia bisa menyisihkan keuntungan 10%, kenapa nggak ia simpan saja sendiri keuntungannya daripada ia nemambah modal dan harus diserahkannya pada kamu sementara dalam 5-10 bulan ia malah bisa memiliki modal yang sama tanpa harus meminjam padamu?

photo credit: araqich.com

3. Tidak ada barang yang dijual

Salah satu ciri khas money game adalah nggak ada barang fisik yang dijual atau bisa kamu miliki. Katanya hanya sistem sederhana yang bisa melipatgandakan uang kamu. Skema ini biasa disebut skema Ponzi. Skema Ponzi ini pertama kali dikemukakan oleh Charles Ponzi pada tahun 1920-an, atau akhir dari perang dunia pertama. Kemiskinan begitu mendera banyak orang ditambah keputusasaan akibat perang membuat banyak orang tertipu dengannya. Dan sistemnya adalah sistem piramida, alias yang paling atas adalah yang paling banyak mendapatkan keuntungan. Jadi jangan heran kalau kamu akan disuruh mencari orang dan mencari banyak orang lagi sebelum kamu akan mendapatkan bagian dari profit.

photo credit: azquotes.com

4. Perusahaannya tidak terdaftar di OJK atau Otoritas Jasa Keuangan.

Segala macam bentuk pengumpulan dana dan pengelolaannya, harus memiliki ijin dari Otoritas Jasa Keuangan. OJK-lah yang akan menilai apakah perusahaan ini qualified atau terpercaya, dan harus melalui screening dan syarat berlapis demi melindungi nasabah. Nggak hanya itu. Semua perusahaan yang terdaftar dan memiliki lisensi dari OJK akan memiliki SIPF atau Secure Investment Protection Fund alias LPS-nya investasi. Jadi kalau perusahaannya nakal, negara yang menjamin dan akan mengganti uang kamu.

Nah satu hal mudah yang bisa kamu tanyakan kepada pemilik bisnis adalah apakah perusahaannya terdaftar di OJK atau tidak. Kalau jawabannya tidak, maka sebaiknya kamu langsung menolak ya RulaWoman.

Untuk informasi lebih lanjut kamu bisa mengunjungi investor alert portal di sikapiuangmu.ojk.go.id

5. Kalaupun ada produk yang diperjual belikan, maka perusahaan yang menawarkan bisnis ke kamu harus terdaftar di APLI

APLI atau Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia adalah sebuah badan yang mengontrol langsung bisnis direct selling atau penjualan langsung dengan sistem member. Biasanya bisnis ini dikenal dengan istilah multi level marketing dan bisnis ini legal dan terkontrol karena memang ada perusahaannya dan barang yang diperjualbelikan dan sistem bisnis serta jenjang karir yang bisa diperoleh.

Akan ada banyak skema yang menawarkan bisnis seperti ini. Nama-nama besar seperti 4Life, Amway, eCosway, CNI, Herbalife adalah sedikit dari sekian perusahaan yang tergabung dalam APLI.

Untuk lebih lengkapnya daftar perusahaan yang tergabung dalam APLI bisa kamu lihat di sini. Kalau perusahaan yang menawarkan bisnis ini tidak terdaftar di APLI, maka curigalah RulaWoman.

6. Nama 'Syariah' tidak menjamin keamanan perusahaan investasi tersebut

Sering sekali orang menyalahgunakan kata 'Syariah' demi memanfaatkan nasabah yang hanya ingin berinvestasi mengikuti ajaran agama dengan baik. Padahal ketentuan suatu badan boleh atau tidaknya memakai kata 'Syariah' itu bukan tanggungjawab OJK. Badan yang boleh memberikan sertifikasi 'Syariah' itu bukan OJK. Jadi bisa saja penipu tersebut juga menipu badan yang memberikan sertifikasi syariah tersebut dengan skema yang seolah-olah benar menurut ajaran agama, padahal sebenarnya di sini proses penipuan sudah dijalankan.

Badan yang mengeluarkan ijin penggunaan nama Syariah ini hanya akan melihatnya dari sisi ke-syariah-an dan ajaran agama. Bukan keamanan dan lain-lain seperti syarat yang ditentukan oleh OJK. Ini 2 hal yang berbeda jadi kamu juga nggak bisa menyalahkan badan tersebut karena sudah mengeluarkan izin atas penggunaan 'Syariah' dalam nama perusahaan atau nama bisnisnya.

Contoh perusahaan investasi bodong yang mengatasnamakan Syariah adalah PT Golden Traders Indonesia Syariah (sumber: OJK).

photo credit: futureready.com

Nah RulaWoman, kalau kamu ingin mulai berinvestasi, gunakanlah jalur-jalur yang terpercaya ya atau dibawah naungan negara. Dan jangan pernah percaya dengan hasil yang instan, karena sederhana saja, kalau memang hasilnya bisa instan, nggak akan ada yang menawarkannya padamu karena yang menemukan metode kaya instan ini akan menyimpannya untuk dirinya sendiri. Ingat saja, if it's too good to be true than it's too good to be true. Tapi kalau memang kamu ingin memulai investasi yang aman dan menghasilkan, kamu bisa mengunjungi perencana keuangan profesional atau baca terus Rula ya.

Semoga bermanfaat ya RulaWoman.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ciri-ciri Money Game Yang Harus Kamu Tahu, Agar Uang Kamu Nggak Hilang Diambil Orang". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Fioney Sofyan | @fioneysofyan

I'm the Managing Editor at Rula.co.id., a marathoner in training, forex and IDX stock market trader, a writer, a dreamer and a mother of 2 Angels.

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar