900
Tidak banyak yang tahu kalau saya sebenarnya Sarjana Kedokteran. Alih-alih mengambil profesi spesialis, saya malah terjun ke dunia keuangan. Lantas sekarang saya malah banting setir kembali ke dunia literasi. Why not?

Kalau misalnya ada yang bertanya latar belakang pendidikan saya apa, pasti (dan saya ulangi, pasti) kaget kalau saya bilang saya lulusan sarjana kedokteran. Bukan karena itu hal yang tidak mungkin, tapi dunia kedokteran memberikan kesan glamour dan prestige bagi banyak orang. Malah orang tua zaman dahulu akan merasa sangat bangga jika memiliki anak dokter dan bahkan berlomba-lomba untuk bisa menyekolahkan anaknya ke jenjang pendidikan dokter.

Tapi kok saya malah meninggalkan dunia tersebut dan mengejar hal-hal lain?

Kenyataannya menjadi seorang dokter membutuhkan dedikasi yang tinggi. Butuh panggilan dan komitmen yang tidak mudah. Saya, dalam satu masa, dihadapkan pada pilihan untuk memilih. Dan saya memilih untuk tidak melanjutkan profesi saya.

Pensiun dini di tahun 2005, saya kemudian tidak melakukan apa-apa selama 5 tahun ke depannya. Sampai kemudian saya dihadapkan pada kenyataan finansial yang membingungkan. Bermula dari pemikiran sederhana, masa sih tidak ada instrumen finansial yang sederhana yang benar-benar bisa membuat seseorang menjadi kaya? Atau setidaknya bisa hidup nyaman dan tidak terjebak rat race seumur hidupnya?

Didorong oleh hobi saya membaca buku, mulai dari buku-buku Anthony Robbins, Robert T. Kiyosaki dan lain-lain, akhirnya timbul rasa penasaran saya untuk menggali potensi diri dan mencari passion saya yang sebenarnya.

Awalnya saya pikir passion saya adalah uang. Siapa sih yang nggak suka uang dan butuh uang? Karena pemikiran itu, akhirnya saya mulai belajar tentang keuangan di tahun 2010 dan jatuh cinta dengan dunia investasi di pasar modal sejak tahun 2012.

Berawal dari omongan teman saya yang berkata,"Nie, loe 'kan banyak ilmunya. Kenapa nggak dibagi aja ilmunya?"

Ok, then how?

Akhirnya saya dibuatkan blog olehnya dan selama 8 bulan kemudian saya rajin mengirimkan kepadanya ide-ide saya via Words agar ia bisa memasukkannya dalam blog saya. Benar, saat itu saya super gaptek dan tidak mau belajar bahwa memasukkan tulisan dalam blog saya sendiri itu mudah.

Tapi itu tidak menghentikan saya untuk berkarya. Akhirnya, saya mau belajar dan ternyata tidak sesulit yang saya kira.

Satu hal yang saya tidak sadar, yaitu kesenangan saya dalam menulis. Dan itu terbukti dengan mulai seringnya saya dibayar untuk tulisan saya di blog. Bahkan tidak jarang saya memenangkan kompetisi blog finansial, terutama tulisan-tulisan saya tentang saham. Berkat pengalaman-pengalaman saya menulis finansial itu, saya mendapatkan ajakan dari Bursa Efek Indonesia dan Mandiri Sekuritas untuk kampanye Investasi Cerdas.

Foto koleksi pribadi

Singkat cerita, saya juga tidak sadar kalau tulisan-tulisan saya itu sudah bisa menghasilkan bagi saya dan sangat bermanfaat bagi banyak orang.

Padahal kalau boleh jujur, awal saya menulis adalah semata-mata supaya banyak yang bisa mendapatkan informasi tentang finansial secara mudah dan tidak perlu takut lagi untuk memulai berinvestasi. Karena selain mudah, tapi juga murah ternyata.

Awal tahun 2016 adalah momen saya menemukan passion saya yang lain. Saat itu, saya berkenalan dengan Mbak Ollie, CCO ZettaMedia, pada sebuah pelatihan menulis bertema "How to Write a Viral Content". Pada waktu itu, saya masih seorang kontributor lepas di Rula.co.id sehingga saya perlu belajar menyesuaikan cara penulisan saya dengan karakter Rula dan Zetta Media.

Di sini saya sadar, saya jatuh cinta dengan Rula. Saya yang awalnya hanya berpikir sempit mau menulis tentang finansial saja, akhirnya bisa menulis tentang tulisan-tulisan bertema lain, seperti Relationship, Inspiration, Health and Lifestyle, Men's Corner. Hanya tema Fashion and Beauty yang tidak saya tulis karena ya, I'm not an expert in those area.

Lebih lanjut, saya menyadari bahwa banyak sekali yang bisa kita tulis dan bagi tentang apa pun di dunia ini. Tinggal kita saja yang mau berbagi dan menulisnya.

Akhirnya pada bulan Juli, saya dan Tim Rula kemudian mengadakan Rula Creative Hub Batch 1 demi menyebarkan virus menulis dan kecintaan terhadap literasi. Di luar dugaan, peserta yang mendaftar ternyata mencapai 145 orang. Setelah melalui seleksi ketat, kemudian didapatkan 30 orang terbaik dan tanggal 26 November 2016 yang lalu kita berhasil meluluskan 17 orang penulis berbakat dan berprestasi dari Rula Creative Hub Batch 1 ini.

Foto koleksi pribadi

Bagi saya, pindah dari kedokteran ke finansial kemudian ke dunia literasi? Why not!

Butuh waktu saya bertahun-tahun untuk tahu serta memahami bahwa kecintaan saya yang sebenarnya di mana dan apa passion saya sebenarnya. Setidaknya saya tahu, walaupun usia sudah tidak muda lagi, tapi saya masih berani mengejar passion saya dan hidup dalam impian saya sebagai penulis.

And this is my #WhyNot moment. Apakah #WhyNot moment kamu?



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Dari Kedokteran ke Finance, Kemudian Terjun ke Dunia Literasi? Why Not!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Fioney Sofyan | @fioneysofyan

I'm the Managing Editor at Rula.co.id., a marathoner in training, forex and IDX stock market trader, a writer, a dreamer and a mother of 2 Angels.

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar