1K
Kalau ingin dihargai, maka hargailah orang lain terlebih dahulu. Permasalahannya, tanpa kamu sadari, kamu telah menyakitinya.

Kata pepatah, seharusnya menghargai orang lain terlebih dahulu, baru kemudian kamu akan dihargai. Akan tetapi, tahukah kamu, laki-laki, ada alasan di balik berubahnya sikap dia padamu. Kamu merasa mulai jarang memperhatikan kamu? Atau kamu merasa bahwa dia tidak menghargai kamu lagi? Dear, laki-laki, tahukah kamu, tanpa sadar kamu telah menyakitinya. Tanpa sadar, kamu pun tidak menghargai keberadaannya. Apakah kamu yakin kamu masih ingin dihargai?

Dear, laki-laki. Inilah 5 hal yang membuat dia seolah tidak mau lagi menghargai kamu.

1. Kamu jarang berkomunikasi dengan baik

image credit: lifequotesimages.com

Dear, laki-laki, terkadang, kamu memang sibuk dengan pekerjaan kamu. Sehingga, membalas pesan darinya pun kamu seolah lupa. Entah kamu membutuhkan waktu yang lama, atau malah tak membalas sama sekali. Tahukah kamu, pada dasarnya, perempuan adalah pihak yang cukup sensitif. Ia akan benar-benar menunggu kabar darimu. ia akan mengkhawatirkan kamu. Bukankah lebih baik kamu menjalin komunikasi yang baik sebelum terjadi mispersepsi di antara kalian?

2. Tidak menepati janji

Salah satu hal yang membuat dia tidak lagi bisa menghargai kamu adalah, karena kamu tidak menepati janji-janji yang telah kamu buat. Kamu menjanjikan akan bertemu dengannya, lalu kamu malah membatalkannya tanpa berkata apa-apa. Akan tetapi, di satu sisi, kamu malah menginginkan dia untuk selalu mengosongkan jadwalnya untukmu. Bagaimana mungkin dia masih bisa menghargaimu? Kemudian, kamu sering berjanji akan berbagai hal. Mulai dari hal kecil seperti menjemput dia dari kantor atau membelikan makanan. Akan tetapi, nyatanya janji-janji itu pun juga tak terlaksana. Lalu, apa? Apakah kamu akan terus mengumbar janji manis kepadanya?

3. Pencemburu

image credit: rich20something.com

Dear, laki-laki! Entah karena kamu merasa insecure atau memang benar-benar khawatir, terkadang kamu malah cemburu kepada orang-orang yang ada di sekitarnya. Kamu seolah tidak mau mendengarkan alasan yang dikemukannya. Padahal, apa yang kamu pikirkan belum tentu benar. Kamu seharusnya bisa mengonfirmasi terlebih dahulu. Bukannya langsung berprasangka buruk. Sayangnya, kamu terbelenggu oleh asumsimu sendiri. Kamu mudah terprovokasi.Meskipun kamu begitu posesif, nyatanya kamu lebih parah dalam menyakiti hatinya. Kamu

4. Kamu tidak menganggap keberadaannya

Kamu selalu meminta dia untuk selalu setia padamu. Kamu menginginkan dia tidak pernah berpaling darimu. Akan tetapi, kamu malah melakukan hal yang sebaliknya. Kamu enggan mengenalkan dia sebagai pasanganmu. Kamu tidak pernah benar-benar memberi perhatian kepadanya. Apapaun yang ia lakukan, bagimu itu belum cukup. Kamu menuntut lebih, tapi kamu sendiri tidak dapat diharapkan. Wajar bukan kalau dia tidak lagi menghargaimu?

5. Kamu tidak membuatnya bahagia

image credit: data.whicdn.com

Berulang kali, kamu menyakiti hatinya. Kamu terus menuntut, tapi tidak pernah memberi perhatian padanya. Kamu menginginkan ini-itu, tapi kamu tidak pernah menuruti permintannya. Tanpa sadar, kamu selalu membuatnya sedih. Membuatnya merasa tidak dihargai. Membuatnya terus sakit hati. Pada akhirnya, kamu tidak membuatnya bahagia. Kamu hanya menjadikan dia sebuah objek. Tanpa benar-benar menganggap dan menghargainya.

Dear, laki-laki. Tidak mudah memang untuk bisa menciptakan keseimbangan dalam hubungan cinta. Akan tetapi, kamu harus taha bahwa cinta itu merupakan bentuk kerja sama. Kerja sama yang membutuhkan usaha antara dua orang. Bukan salah satu saja. Ketika kamu menginginkan bentuk penghargaan kepada dirimu, maka kamupun harus menghargai dia terlebih dahulu. Dengan demikian, barulah kamu dan dia memiliki hubungan yang sehat. Hubungan yang seimbang. Hubungan yang tidak menyakiti satu sama lain. Hubungan yang tercipta untuk membahagiakan, bukan untuk menyakiti.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Dear, Laki-laki! Buat Apa Minta Dihargai Kalau Kamu Masih Melakukan 5 Hal Ini. Tanpa Kamu Sadari, Kamu telah Menyakitinya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Puji P. Rahayu | @PujiPRahayu

The Sun and the Red Glow of the Dawn. Passionate on reading and writing. Grateful for everything that happened in my life.

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar