1.3K
Friendzone merupakan bentuk kejahatan yang tidak sadar telah kamu lakukan. Ini dia alasannya.

“Jadi, sebenernya aku sama kamu itu gimana?”

“Temen kok, tapi usap-usap rambut... pegangan tangan... pelukan...”

RulaWoman, kamu sedang dekat dengan sahabat kamu? Setiap hari selalu bertukar kabar. Kemana-mana selalu pergi berdua. Bahkan, sampai semua orang di sekitar kamu menyangka kalau kamu dan dia itu memang benar-benar pasangan. Deuh, jadi yang benar kamu dan dia ada hubungan apa?

Terkadang ya, RulaWoman, tanpa sadar, kamu sudah terjebak friendzone. Iya, di saat kamu hanya menganggap dia sebagai teman, nyatanya dia malah memberikan perhatian layaknya seorang pacar. Dia sering menghubungi kamu, mulai dari hal remeh menanyakan kabar, sampai memarahi kamu karena kamu abai dalam hal makan dan tidur. Lama-lama ya, RulaWoman, kamu akan capai sendiri dan pada akhirnya sakit hati karena hubunganmu dan dia tetap tidak jelas juntrungannya. Jadi, ini loh, RulaWoman, lima alasan mengapa friendzone itu bisa disebut sebagai tindakan kejahatan!

1. Kamu berharap

Photo Credit: HuffPost

Terjebak dalam friendzone, tanpa sadar malah membuat kamu berharap. Kamu mengharapkan hubungan kamu ini bisa berjalan lebih jauh. Padahal, belum tentu juga dia punya perasaan yang sama denganmu. Atau sebaliknya, kamu lah yang diharapkan olehnya, RulaWoman. Asal kamu tahu, RulaWoman, yang namanya harapan itu merupakan satu hal yang begitu penting dalam hidup kamu. Kalau satu hal tidak dibuat sebagai harapan, maka hal tersebut tidak akan pernah ada. Maka dari itu, kekuatan harapan dalam kehidupan kamu akan menjadi sangat penting. Nah, bukankah menyakitkan saat kamu mengharapkan satu hal yang bahkan kamu tidak tahu akan benar terjadi atau tidak?

2. Ekspos media sosial yang semu

Photo Credit: Salon

“Ih, foto berdua, yuk! Pemandangannya bagus!”

Ketika kamu pergi dengan sahabat kamu, berfoto berdua sudah bukan lagi menjadi hal yang aneh. Nah, yang akan menyakitkan adalah apabila kamu atau dia mengunggah foto tersebut ke media sosial. Berbagai komentar akan menghampiri kamu dan kebanyakan orang bertanya, “jadi, kalian pacaran?”. Eugh, padahal enggak, kan? Inilah jahatnya friendzone. Ketika kamu memamerkan kedekatan kamu di media sosial, banyak yang akan salah sangka dengan tindakan yang kamu lakukan. Tentunya, kebahagiaan yang tergambar di foto kamu pun bersifat semu. Memangnya kamu siapa sih, di mata dia? Sekadar teman, kan?

3. ‘Tapi kan…'

Photo Credit: iStock

Kamu sudah merasa benar-benar dekat dengannya, RulaWoman? Sikap dia ke kamu sudah seperti pacar?

“Eugh, tapi kan... dia belum bilang dia maunya apa.”

Saat kamu terjebak friendzone, akan banyak momen saat kamu merasa dekat dengannya tapi kamu tahu itu belum pasti dan belum jelas maksudnya apa. Ketika kamu dan dia melakukan hal-hal yang dilakukan oleh selayaknya pasangan, kamu akan terus teringat “tapi kan, dia cuma teman aku. Bukan siapa-siapa.”

Ya ampun, RulaWoman, beneran nih, kamu masih mau melanjutkan hubungan ini?

4. Insecure saat pergi dengan orang lain

Photo Credit: Getting Out of The Friendzone

Kebiasaan kamu untuk mengabari dia segala hal aktivitas yang kamu lakukan, tentunya akan membuatmu khawatir akan reaksi dia ketika kamu pergi dengan orang lain. Kamu takut dia akan marah atau tidak suka saat kamu pergi dengan orang lain. Atau, dia malah jadi terlalu khawatir saat kamu pergi tanpa dirinya. Pada akhirnya, kamu malah jadi tidak nyaman dan bebas saat pergi. Padahal, dia kan statusnya masih ‘teman’. Hm, sakit nggak, sih, RulaWoman?

5. Membuat kandidat jodohmu yang potensial menjauh

Terjebak dalam friendzone pada akhirnya akan membuat kamu terlalu berfokus pada pasangan friendzone-mu. Sakitnya adalah, ketika kamu malah tidak menyadari ada kandidat jodohmu yang potensial di luar sana. Ketika kamu sudah sangat dekat dengan sahabat kamu itu, otomatis laki-laki lain yang nyatanya menyukaimu akan mundur perlahan. Toh, dia akan berpikir sepertinya tidak ada harapan kalau harus bersaing dengan sahabat kamu.

BACA JUGA


Bersahabat Dengan Lelaki Tanpa Friendzone? Bisa kok! Ini Caranya.

Bersahabat Dengan Lelaki Tanpa Friendzone? Bisa kok! Ini Caranya.

A true friend is the one who never gets tired of listening to your own pointless dramas over and over again

Read more..

Jadi, RulaWoman, hubungan friendzone yang sedang kamu jalani itu pada akhirnya akan menyakiti diri kamu sendiri, RulaWoman. Oh, dan di sisi lain, juga akan menyakiti sahabat kamu sendiri. Memang sih, yang namanya hubungan platonik itu dipertanyakan kemungkinan terjadinya. Tapi, kalau sudah terjebak friendzone seperti ini, mau bagaimana? Sudah sama-sama saling menyakiti, persahabatan terancam rusak, dan pada akhirnya… friendzone pun menjadi salah bentuk tindak kejahatan yang entah bisa dimaafkan atau tidak. Yakin masih akan terus kamu lanjutkan, RulaWoman?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ini 5 Alasan Mengapa Friendzone Termasuk Tindakan Kejahatan. Yakin, Masih Akan Kamu Lakukan, RulaWoman?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Puji P. Rahayu | @PujiPRahayu

The Sun and the Red Glow of the Dawn. Passionate on reading and writing. Grateful for everything that happened in my life.

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar