712
Depresi merupakan hal yang serius dan harus segera ditangani. Tapi ternyata, depresi pada laki-laki lebih sulit dilihat dibandingkan dengan perempuan.

Laki-laki dan perempuan mengalami gejala-gejala depresi yang sama pada umumnya. Kesedihan, tidak ada gairah hidup, kurangnya motivasi, perubahan selera makan, gangguan tidur, perasaan bersalah, sulitnya konsentrasi, dan sebagainya. Tapi ternyata, ada beberapa hal yang berbeda dari depresi pada perempuan dan laki-laki. Perempuan lebih cenderung bisa menyuarakan depresinya, sehingga bisa terlihat di mata orang lain. Namun bagaimana dengan laki-laki? Mereka lebih tertutup dan menyembunyikan emosinya, bahkan tidak menganggapnya sebagai depresi. Inilah beberapa hal yang harus kamu ketahui tentang beberapa perbedaan dalam depresi yang dirasakan oleh perempuan dan laki-laki!

1. Perempuan lebih dominan merasa sedih, sedangkan laki-laki lebih cenderung menjadi pemarah

photo credit: Know it All Nancy

Perempuan cenderung merasakan gejala-gejala depresi yang umumnya terjadi seperti kesedihan, menangis, kurang tidur, tidak percaya diri, dan sebagainya. Mereka sering merasa menyedihkan dan merasa tidak berguna. Hal ini berbeda dengan laki-laki. Kebanyakan laki-laki akan menyalurkan depresi mereka ke kemarahan. Mereka jadi lebih sering marah, kesal, dan ego mereka meningkat. Tidak jarang juga laki-laki yang menderita depresi menjadi kasar dan sering menggunakan kekerasan, terutama kepada orang-orang yang terdekat.

2. Laki-laki cenderung tidak mengakui kalau yang mereka alami adalah depresi

photo credit: Healthify Me

Mungkin karena tuntutan di masyarakat yang sering menanggap sebelah mata para lelaki yang “cengeng” atau “mental lemah”, mereka jadi tidak menganggap apa yang mereka rasakan sebagai gangguan mental dan cenderung tidak mengakuinya. Mereka merasa harus bersikap kuat dan tegar serta harus bisa mengontrol emosi mereka. Ini mengapa depresi pada laki-laki lebih sering diabaikan hingga akhirnya tambah parah.

3. Laki-laki lebih tertutup terhadap emosinya dibanding perempuan

photo credit: The Plaid Zebra

Alasan sosial juga menyebabkan laki-laki jarang menceritakan mengenai perasaan yang mereka rasakan. Banyak orang yang menganggap kalau menceritakan tentang masalah atau perasaan sendiri ke orang lain menunjukkan bahwa laki-laki tersebut lemah. Maka dari itu mereka lebih memilih untuk diam atau bercerita pada orang-orang yang benar-benar mereka percaya. Biasanya mereka bukan mengeluh tentang perasaan mereka namun lebih ke fisik seperti kelelahan, sakit, dan susah konsentrasi. Ketika perempuan lebih bisa menangis dan menunjukkan emosinya yang meluap-luap, depresi pada laki-laki akan lebih sulit diidentifikasi. Itu mengapa, mungkin kamu harus lebih jeli lagi untuk bisa tahu apakah ada laki-laki di sekitarmu yang kemungkinan memiliki depresi.

4. Perempuan lebih cenderung merenungkan hal-hal negatif dan menyalahkan diri sendiri

photo credit: Huffington Post

Biasanya perempuan yang memiliki depresi akan over-thinking terhadap hal-hal negatif. Hal ini bisa saja mengingat-ingat kesalahan masa lalu, kekurangan pada diri sendiri, dan sebagainya. Ini bisa berujung kepada menyalahkan dan membenci diri sendiri serta menganggap diri tak berguna. Sedangkan laki-laki cenderung memperbesar egonya sehingga lebih sering menyalahkan orang lain.

5. Laki-laki depresi lebih mungkin kecanduan alkohol dan obat-obatan terlarang

photo credit: Huffington Post

Jika perempuan akan lari ke makanan, cinta, dan teman, laki-laki lebih rentan menggunakan obat-obatan terlarang, minum alkohol dan merokok, apalagi di umur 15-30.

6. Perempuan lebih rentan terhadap depresi dibanding laki-laki

photo credit: Depression Cure Today

Perempuan lebih rentan terkena depresi karena hal-hal yang menyedihkan. Hal ini mencakup kematian yang tercinta, perceraian, kehilangan pekerjaan, dan sebagainya. Ketika laki-laki lebih cepat bangkit dari masalahnya, perempuan lebih lama pulih dari kesedihan dan stres sehingga rentan terjadi depresi. Perempuan juga memproduksi hormon stres lebih banyak dari laki-laki. Hormon ketika PMS juga bisa menjadi penyebab depresi yang biasa disebut dengan PMDD (Premenstrual Dysphoric Disorder). Kehamilan dan kelahiran bayi baru juga bisa menyebabkan depresi. Alasan yang beragam ini membuat perempuan lebih rentan terhadap depresi dibandingkan laki-laki.

7. Tapi laki-laki lebih rentan terhadap bunuh diri dibanding perempuan

photo credit: Stylist

Walaupun perempuan lebih rentan depresi, laki-laki lebih rentan terhadap bunuh diri. Ini bisa dikarenakan laki-laki yang tertutup dan menyimpan emosinya pada dirinya sendiri juga enggan meminta bantuan. Gejala depresi pada laki-laki akan berlangsung lebih lama tanpa didiagnosis atau pun diobati, sehingga berujung ke masalah yang makin parah. Ketika perempuan akan menceritakan masalah-masalahnya kepada teman atau keluarga, laki-laki cenderung menghadapi depresi itu sendirian. Laki-laki 4 kali lebih banyak yang menjadi korban bunuh diri dibanding perempuan. Percobaan bunuh diri pada laki-laki juga lebih mungkin berhasil dibandingkan dengan perempuan.

BACA JUGA


Depresi Diduga Alasan Chester Bennington Mengakhiri Hidupnya. RulaWoman, Inilah 5 Cara yang Membantumu Keluar dari Depresi

Depresi Diduga Alasan Chester Bennington Mengakhiri Hidupnya. RulaWoman, Inilah 5 Cara yang Membantumu Keluar dari Depresi

"Why is everything so heavy?" - Apakah kamu mengalami apa yang dialami oleh Chester Bennington

Read more..

Apabila kamu atau orang-orang tercinta di sekitarmu menunjukkan tanda-tanda depresi, hubungi hotline 500-454 atau komunitas Into The Light Indonesia untuk meminta bantuan atau ke dokter dan minta pengobatan lebih lanjut.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Inilah 7 Hal yang Harus Kamu Ketahui Tentang Perbedaan Depresi Pada Laki-Laki Dibandingkan dengan Perempuan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Khansa Nadhifa | @khansanadhifa

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar