198
Sebanyak 90% orang Indonesia menyimpan uang tabungannya di tabungan atau deposito. Dan beranggapan jika instrumen tersebut adalah cara yang paling aman. Padahal mereka tak sadar jika sebenarnya nilai uangnya tergerus oleh inflasi. Bagaimana dengan kamu, RulaWoman?

Mendengar kata “saham”, beragam reaksi bermunculan. Ada yang beranggapan jika saham adalah intrumen “berbahaya”, penyebab kebangkrutan. Di sisi lain, segelintir orang kaya raya dari saham. Dunia berubah semakin cepat, harga-harga terus merangkak naik. Dan mau tidak mau, kamu harus memberanikan diri untuk berinvestasi, tentu investasi yang bisa memberikan keuntungan signifikan. Saham merupakan investasi ramah di tengah krisis, dan inilah alasan mengapa kamu harus mulai menyisihkan uang untuk segera #NabungSaham sekarang.

1. Dalam menghadapi inflasi, menyerah pada keadaan atau memperbesar kapasitas kamu

Inflasi adalah monster yang menggerus nilai uang yang kamu punya. Dan kamu hanya punya dua pilihan, pasrah pada keadaan dengan mencari kambing hitam atau memperbesar kapasitas kamu. Mana yang kamu pilih?

Tidak sedikit orang yang menggerutu dan merasa sebagai korban dari inflasi. Kenaikan gaji yang tak sebanding dengan harga berbagai kebutuhan hidup yang terus merangkak naik membuat mereka harus rela menurunkan standart hidup yang dimiliki. Sebagian orang lainnya memutuskan untuk memperbesar kapasitas yang dimiliki. Dengan mencari tambahan income, membuka bisnis pribadi, dan mulai untuk investasi. Melalui saham salah satunya.

2. Harga saham memang fluktuatif, tapi kamu bisa tetap untung dengan menerapkan strategi Dollar Cost Averaging (DCA)

photo credit: linkedin

Ada dua cara untuk bisa menjadikan saham untuk menambah pundi-pundi kamu. Cara pertama adalah dengan metode trading, yaitu dengan membeli dan menjual kembali saham dalam jangka waktu singkat atau menengah. Metode yang kedua adalah dengan berinvestasi atau yang lebih dikenal dengan istilah nabung saham. Untuk pemula, lebih disarankan untuk menggunakan metode nabung saham, yakni dengan membeli jenis saham tertentu secara berkala. Kamu juga bisa menggunakan fasilitas autodebet yang disediakan oleh pihak sekuritas. Dengan rutin dan konsisten membeli saham atau yang juga dikenal dengan strategi Dollar Cost Averaging (DCA), kamu akan mendapatkan keuntungan lebih besar daripada modal, tak peduli dengan kondisi pasar. Karena ketika harga saham naik, hasil investasi yang kamu miliki lebih besar. Dan saat harga saham turun, kamu bisa membeli saham dalam jumlah lebih banyak.

3. Sadar atau tidak sebagian besar dari kamu adalah generasi sandwich, saham adalah alternatif agar anak cucu kamu tidak menjadi generasi sandwich

photo credit: linkedin

Sebagian besar generasi millenial adalah generasi sandwich. Ya, mereka harus berjuang menghidupi diri sendiri dan keluarga mereka, sekaligus jadi tumpuan bagi orang tua mereka. Hal ini disebabkan karena banyak orang hanya fokus untuk hidup saat ini, membeli rumah, mobil, apartemen, tapi lupa menyisihkan pendapatan untuk biaya hidup ketika pensiun. Alhasil tak jarang banyak sekali orang diluar sana yang masih harus banting tulang atau terpaksa menurunkan standart hidup disaat seharusnya mereka bisa menikmati hasil jerih payah ketika muda. Tentu kamu tidak ingin fenomena ini terulang pada diri kamu bukan, RulaWoman? Jadilah perempuan mandiri, termasuk secara finansial, agar kamu tak perlu bersusah payah di hari tua nanti. Di saat usia kamu tak lagi produktif dan tenaga kamu mulai terbatas.

4. Resiko selalu berbanding terbalik dengan pengetahuan yang kamu miliki

Aset yang paling hebat adalah pikiran. Jika pikiran kamu dilatih dengan baik, maka dapat menciptakan kesejahteraan dengan besar dan instan. –Robert Kiyosaki

Berinvestasi tanpa dibekali dengan pengetahuan yang memadai hanya akan membuat kamu terjebak pada investasi bodong dan juga kerugian. Padahal tujuan utama dari investasi adalah agar uang yang kamu miliki beranak pinak, bukan mengurangi nilai uang yang kamu punya, apalagi membuat kamu kehilangan uang. Resiko bisa diminimalisir dengan pengetahuan yang benar. Dunia sudah semakin canggih dan “terbuka”, kamu bisa belajar tentang apapun yang ingin kamu ketahui asalkan ada niat untuk melakukannya.

5. Tidak ada investasi yang pasti, kabar baiknya adalah saham mudah dijual dan ada yang “tahan krisis”

photo credit: Aspire

Saat artikel ini ditulis, terdapat 563 perusahaan yang mencatatkan sahamnya di BEI. Dari sekian banyak saham tersebut, ada beberapa jenis saham favorit, yang dikenal dengan istilah saham blue chips. Dalam menabung saham, kamu bisa fokus pada jenis saham favorit tersebut atau saham dari perusahaan yang keberadaannya “terus-menerus” dibutuhkan oleh masyarakat, seperti UNVR, BBCA, BMRI, JSMR, BBNI, BBRI. Hasil imbal balik yang kamu dapatkan bisa jauh melebihi deposito dan juga reksadana. Bahkan bisa mencapai 20%-50% per tahun. Selain itu, dibandingkan dengan investasi emas dan properti, saham ini lebih mudah diperjualbelikan. Kamu hanya perlu koneksi internet. Semudah belanja online, RulaWoman.

BACA JUGA


Kartini, Cerdas Finansial Juga Perlu! Berikut 5 Alasan Mengapa Kamu Harus Paham Dunia Pasar Modal dan Dapatkan Ilmunya di Kartini Expo 2017

Kartini, Cerdas Finansial Juga Perlu! Berikut 5 Alasan Mengapa Kamu Harus Paham Dunia Pasar Modal dan Dapatkan Ilmunya di Kartini Expo 2017

Tak cukup hanya cantik, pintar, dan mandiri. Kartini masa kini juga harus cerdas dalam mengelola keuangan, salah satunya dengan berinvestasi ...

Read more..

Bagaimana RulaWoman? Semoga bermanfaat.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Investasi Ramah di Tengah Krisis, Inilah 5 Alasan Mengapa Kamu Harus Mulai #NabungSaham Sekarang". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Rahajeng | @rahajengkurniawati

Life is a pleasure when we share it.

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar