1.5K
Duh, anak magang kan anak bawang. Cuma buat bantu-bantu karyawan lain.

Kamu sering mendengar hal serupa kalimat di atas, RulaWoman? Atau mungkin kamu pernah mengalaminya sendiri? Tak sedikit dari mahasiswa atau fresh graduate yang mengira bahwa magang akan menjadi pengalaman yang menyeramkan. Padahal, magang kadang menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk benar-benar bisa lulus dari kampus, atau sekadar menambah pengalaman sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja sebagai karyawan tetap.

Anak magang identik dengan mitos sebagai anak bawang, anak baru yang tidak mengerti apa-apa dan masih harus sering diarahkan untuk melakukan ini-itu. Mitos lainnya juga mengatakan bahwa anak magang seringkali hanya diberikan pekerjaan sampingan seperti membantu pekerjaan-pekerjaan karyawan lain. Tapi sebenarnya ketika benar-benar terjun sebagai anak magang, ada banyak pengalaman yang bisa kamu dapatkan, RulaWoman. Pekerjaan yang diberikan pun tidak melulu pekerjaan ringan atau yang sampingan. Sebagai anak magang, bukan tidak mungkin kamu juga diajak terjun langsung ke dalam salah satu project yang ada di kantor tersebut.

Tapi ada juga hal-hal yang sebaiknya tidak kamu lakukan ketika berstatus anak magang, agar kegiatanmu di kantor menjadi lebih lancar dan siapa tahu kamu direkrut menjadi karyawan tetap nantinya!


Memberikan kesan pertama yang buruk

Usahakan untuk memberi kesan pertama yang baik kepada seluruh teman-teman barumu di kantor. Jangan malas untuk berkenalan dengan orang-orang yang ada –baik sesama teman magang, maupun karyawan lain di kantor tersebut. Berikan senyum dan ceritakan sedikit tentang dirimu jika perlu. Jika kesan pertamamu baik, orang pasti akan lebih mengingatnya!

Jangan pasif

Sebagai anak magang, kamu juga bisa lebih aktif dalam bertanya, mencatat, atau mencari tahu apa saja yang berhubungan dengan pekerjaanmu di kantor tersebut. Bertanya jika kamu merasa itu perlu. Tidak semua hal harus diberitahu oleh atasan. Ada kalanya, kamulah yang harus berusaha terlebih dulu, RulaWoman.

foto sumber : studyandwork.com

Datang terlambat

Ini adalah poin yang big no! Sebab salah satu parameter kedisiplinan selain berpakaian rapi dan pantas adalah ketepatan waktu. Biasanya setiap kantor punya aturan mengenai waktu kedatangan dan batas keterlambatan. Jika kamu punya keperluan mendesak yang membuatmu mau tak mau harus datang terlambat, mintalah izin pada HRD atau pihak yang berkepentingan (misalnya atasan).

Tidak serius dalam bekerja

Jangan sampai atasanmu berpikir bahwa kamu tidak serius dalam melakukan pekerjaan, ya, RulaWoman. Walaupun berstatus sebagai karyawan magang, tapi profesionalitas juga penting, lho. Hindari ketiduran di kantor, terlalu banyak mendengarkan musik atau online, serta menyelesaikan pekerjaan setengah-setengah. Pastikan semua pekerjaan yang diberikan padamu selesai tepat waktu.

foto sumber: mbaprogram.com

Jangan takut berpendapat

Biasanya semua orang akan ditanyakan pendapatnya mengenai suatu hal menyangkut project yang sedang dikerjakan, terlebih ketika meeting. Nah, jangan pernah berpikiran bahwa kamu tidak berhak berpendapat. Jangan pula takut untuk menyuarakan pendapatmu selama kamu yakin bahwa itu benar. Tidak ada salahnya lho, speak up. Siapa tahu itu malah bisa menjadi nilai plus di mata atasanmu. Sebab mengutarakan pendapat bisa menjadi bukti bahwa kamu aktif dan menyimak perkembangan project tersebut.

Mengabaikan etika di perusahaan

Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan menyangkut etika dalam bekerja, seperti tidak membocorkan rahasia perusahaan, atau menjelek-jelekkan perusahaan di lingkungan luar. Hal ini bisa menjadi minus bagi dirimu sendiri.

Banyak ngobrol ketika jam kerja

foto sumber: diverseandekslusiveworkingspace.com

Ini juga bisa membuatmu dianggap tidak serius dalam bekerja. Sebab biasanya anak magang akan lebih diperhatikan perkembangannya. Jadi, jangan sampai kamu tampak lebih banyak ngobrol dengan teman daripada menyelesaikan pekerjaan. Ngobrol boleh, tapi jangan sampai lupa waktu, RulaWoman.

Bergossip

Apalagi yang ini! Hihi. Sebaiknya kamu tidak memulai gosip atau kedapatan ikut bergosip tentang hal-hal sensitif seperti isu-isu di kantor, pekerjaan, atasan, karyawan lain, dan sebagainya. Biasanya, terlalu banyak ngobrol yang cenderung mengarah kepada kemungkinan untuk bergosip ria bersama rekan kerja.


Itulah beberapa hal yang sebaiknya jangan pernah kamu lakukan di kantor, apalagi jika berstatus anak magang. Lebih baik lakukan banyak hal positif yang bisa mendukung perkembangan kariermu di kantor tersebut. Sebab, masa depanmu ditentukan dari apa yang kamu lakukan hari ini, RulaWoman!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Jadi Anak Magang? Inilah Hal-hal yang Sebaiknya Tidak Kamu Lakukan, RulaWoman!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Mput | @petronelaputri

a weird woman who love an adventure more than the flowers bouquet // sometime blogging // enjoy her random life

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar