2.9K
Jangan anggap remeh ya RulaWoman, ternyata diare itu nggak sesederhana itu.

Diarrhae atau diare menuruh WHO adalah buang air besar dengan konsistensi kotoran yang lunak berair dengan frekuensi tiga kali atau lebih dalam satu hari. Biasanya, kondisi ini disebabkan oleh virus yang masuk ke dalam tubuh, dan pertama kali menyerang saluran pencerna.

Kalau tiga kali saja kamu sudah masuk ke dalam kategori diare, pastinya kamu pernah mengalami episode diare yang lebih dari 5-7 kali, bukan RulaWoman? Nah ini yang sering tidak diperhatikan. Ada risiko lain yang mungkin timbul akibat kamu diare lebih dari 3 kali, yaitu dehidrasi.

Dehidrasi ini seringkali diabaikan, padahal cairan yang keluar pada saat diare sangat banyak sementara cairan penggantinya malah kurang. Dan kamu nggak bisa hanya minum air putih ya RulaWoman. Harus ada cairan pengganti seperti oralit untuk memperbaiki kondisi kamu.

Kalau kamu sudah memiliki anak yang masih di bawah usia 1 tahun atau balita, maka penting banget bagi kamu atau pengasuh untuk memperhatikan gelaja awal terjadinya dehidrasi, agar kamu dapat cepat mengambil tindakan, sehingga kemungkinan terburuk yang timbul akibat dehidrasi dapat dicegah.

Jadi, apa saja sih gejala awal dehidrasi?


1. Rasa haus dengan mulut kering

Gejala awal dehidrasi bisa kita rasakan dengan adanya rasa haus. Lebih jauh lagi, mulut terasa kering terus menerus dan pada bayi atau balita, anak-anak menjadi rewel karena rasa nggak nyaman. Pastikan kamu merehidrasi tubuh kamu yang cukup ya RulaWoman, walau biasanya nafsu makan hilang.

photo credit shutterstock.com

2. Berkurangnya berat badan

Pernah ada teman yang malah bersyukur karena diare, dengan alasan ia bisa kurus. Padahal salah banget, RulaWoman. Cairan tubuh yang hilang akan merusak sel-sel kamu, dan bahkan dehidrasi parah bisa mengakibatkan kerusakan otak. Dan jangan salah, penurunan berat badan yang drastis akan mengganggu fungsi hati dan ginjal kamu. Perhatikan air seni kamu, RulaWoman. Apabila sudah berwarna coklat, maka artinya sudah tercampur darah. Dan ini tanda kamu sudah mengalami dehidrasi parah. Bahkan pada bayi atau balita, bisa mengakibatkan kematian.


3. Hilangnya konsetrasi dan malah pada kasus berat bisa hilang kesadaran

Kurangnya cairan bisa membuat kamu nggak hanya kehilangan konsentrasi, namun juga hilang kesadaran. Jadi jangan pernah meremehkan tanda-tanda awal ini ya RulaWoman.

photo credit: mamamia.com

4. Badan lemah dan lemas

Kamu juga akan merasakan badan kamu lemah dan lemas. Cairan yang ada di dalam tubuh kamu sudah berkurang banyak, RulaWoman, sehingga akan sangat mengganggu fungsi normal tubuh kamu. Sehingga, jangan heran kalau dalam kondisi ini, kamu juga akan merasa sakit kepala berat.

5. Panas badan meningkat

Salah satu fungsi cairan dalam tubuh adalah menjaga temperature badan agar tetap stabil. Apabila temperature badan kamu meningkat, maka ada kehadiran virus atau bakteri yang mengganggu kesehatan kamu. Jaga temperature badan kamu ya RulaWoman, ini bukan pertanda baik.

photo credit: healthyessential.co.uk

Penyebab penyakit diare yang paling umum adalah infeksi di dalam usus kamu, yang biasa disebabkan oleh virus, bakteri maupun parasit, yang berujung pada peradangan usus atau saluran pencernaan. Apalagi dengan musim penghujan seperti ini, infeksi ini bisa terjadi dari makanan dan minuman yang telah terkontaminasi oleh kotoran, atau kebetulan dari seseorang yang langsung tengah mengalami infeksi yang sama.

Penjaja makanan atau babysitter sekalipun, bisa juga tanpa menyadari mengalami infeksi ini dan tidak sadar secara sengaja atau tidak menularkannya kepada orang lain.

Kondisi diare kamu sendiri sebenarnya bisa dibagi ke dalam 3 kategori, yaitu:

1. Diare berair dengan durasi pendek

2. Diare berdarah dengan durasi pendek

3. Diare berkepanjangan, yaitu diare yang terus berkelanjutan selama lebih dari 2 minggu

Pada bayi yang berusia kurang dari 1 tahun, atau pada balita, diare bisa juga disebabkan oleh sensitivitas, dan bukan melulunya oleh karena makanan. Berbeda dengan alergi, sensivitas ini bisa berupa lactose intolerant, yang terjadi akibat tidak optimalnya produksi enzim lactase akibat ketidakmampuan tubuh mengolah laktosa dalam susu. Sebagai akibatnya, anak-anak akan merasa kembung, munculnya gas, yang kemudian berakhir dengan diare itu sendiri.

Jadi jangan-jangan, kamu lactose intolerant juga, RulaWoman. Cara yang paling efektif agar kamu bisa menanganinya dengan baik adalah dengan mengganti susu biasa menjadi susu bebas laktosa.

Susu bebas laktosa itu sendiri memiliki sumber protein dan kalsium yang baik, tidak berbeda dari susu biasa. Jadi untuk RulaWoman yang sudah memiliki balita, nggak usah khawatir ya akan kekurangan asupan protein susu kalau kamu menggantinya dengan susu bebas laktosa.

Tapi perlu juga kamu waspadai, dampak buruk dehidrasi akibat diare, bisa mengganggu tingkat kebugaran dan perkembangan mental anak, apabila terlambat diatasi. Nggak hanya kurang cairan, diare juga bisa menyebabkan seorang anak mengalami malnutrisi, sehingga berakibat pada proses pertumbuhan yang menjadi terganggu, kebugaran dan produktivitas di masa tuanya juga terhambat, perkembangan mental dan kesehatannya juga akan terkena dampak, dan yang lebih buruk lagi adalah anak-anak yang mengalami diare parah, ternyata memiliki hasil tes intelektual yang rendah.

photo credit: pinterest.com

Hal ini bisa terjadi karena diare menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan elektrolit sehingga mengganggu fungsi tubuh, termasuk fungsi pencernaan. Dan kalau fungsi pencernaan kamu sudah terganggu, maka akan membawa masalah baru yaitu tidak akan terserapnya makanan maupun obat yang kamu minum, secara optimal.

Diare pada bayi berusia di bawah 6 bulan, dapat terjadi dalam waktu yang sangat cepat dibandingkan dengan anak balita, walau diare baru berlangsung selama 1-2 hari. Berat badan bayi yang walau hanya turun seberat 300 gr -500 gr bisa berakibat fatal, RulaWoman.

Bayangkan kalau berat badan bayi hanya 8 kg, dan akibat diare ia mengalami penurunan berat badan sebesar 500 gr. Itu sama saja sudag 6% lebih berat badannya habis. Bandingkan dengan orang dewasa yang memiliki berat badan 50 kg, sama saja dengan mendadak turun 3 kg dalam sehari. Dan ini nggak sehat, RulaWoman. Malah bahaya!

Apalagi kalau temperature tubuhnya diatas 102F atau 38.8C dan disertai dengan muntah. Langsung hubungi dokter ya RulaWoman, atau lari ke UGD terdekat.

Tapi untuk kamu yang ingin melakukan perawatan di rumah, inilah langkah-langkah yang bisa kamu ambil pada saat diare terjadi:

1. Tetap beri cairan

Kalau RulaWoman masih menyusui, tetap berikan ASI seperti biasa ya. Jangan lupa konsultasikan juga dengan dokter tentang berapa sih jumlah cairan yang tepat yang bisa kamu berikan pada anak tersayang. Kamu juga bisa memberikannya air kaldu dan susu, walau sedikit demi sedikit.

Dan kalau ternyata anak RulaWoman menunjukkan reaksi lactose intolerant, jangan khawatir. Dokter anak bisa kok merekomendasikan kepada kamu susu apa yang tepat. Tapi ingat, jangan berikan obat apapun tanpa rekomendasi dokter ya.

photo credit: best chinanews.com

2. Go slowly

Kalau anak RulaWoman sudah mulai makan makanan padat, tetap diberikan sesuai kebiasaannya ya RulaWoman. Tapi hindari banget makanan yang asam, pedas dan makanan yang mengandung lemak tinggi seperti gorengan atau makanan bersantan. Baru setelah diare sudah berhenti, secara bertahap boleh kok kembali ke pola makan yang normal seperti biasa.

Sementara untuk bayi yang mengalami diare, hindari makanan berlemak, makanan yang berkadar seray tinggi seperti buah dan sayur, dan makanan yang terlalu manis seperti kue, biscuit, sirup dan teh manis.


3. Observasi kembali anak kamu, RulaWoman

Tanda-tanda awal kalau ternyata kondisi anak yang mengalami diare tidak membaik adalah: menangis tanpa air mata, lebih jarang buang air besar (atau RulaWoman kini mengganti popoknya tidak sesering biasanya), warna urin bayi yang lebih kuning atau gelap, serta terlihat adanya cekungan di bagian kepala atas bayi yang disebut fontanel. Apabila kamu melihat kondisi bayi kamu seperti ini, hubungi kembali dokter anak kamu ya RulaWoman.

photo credit: missfrugalmommy.com

4. Sanitasi

Pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati. Untuk itu kamu harus cuci tangan dengan air hangat dan sabun ya RulaWoman, sebelum kamu mengganti popok bayi kamu. Penting banget kamu memulainya dengan melakukan pencegahan lebih lanjut atas penyebaran virus ini, dengan selalu menjaga kebersihan.

Memang tidak ada satupun orang yang ingin sakit, terutapa kalau memiliki aktivitas yang segudang. Apalagi kalau bayi atau anak-anak yang sakit. Namun dengan menyadari lebih awal diare dan memahami tindakan pertolongan pertama yang bisa kamu lakukan, maka kamu malah bisa mencegah banyak hal buruk terjadi.

BACA JUGA


Rulawoman, Siap Jadi Ibu? Ketahui Pentingnya Penanganan Diare dengan Tepat. Jangan Anggap Remeh, Diare Bisa Mengancam Keselamatan Bayi Loh!

Rulawoman, Siap Jadi Ibu? Ketahui Pentingnya Penanganan Diare dengan Tepat. Jangan Anggap Remeh, Diare Bisa Mengancam Keselamatan Bayi Loh!

Selain malnutrisi, ternyata diare juga bisa menjadi penyebab atas terganggunya proses pertumbuhan pada anak loh, RulaWoman

Read more..

Jaga kesehatan kamu ya RulaWoman, semoga bermanfaat!

Artikel ini merupakan hasil kerjasama Rula.co.id dengan Womanation.id


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Jangan Anggap Sepele, Ini loh Bahaya Diare Bagi Tubuh yang Sering Tidak Kamu Sadari, Terutama untuk Usia Balita dan Cara Menanganinya Segera! Calon Ibu Harus Tahu!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


RULA Woman | @rulaid

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar