2.2K
Sebagai perempuan, akan ada masanya di mana kamu merasa perlu untuk melakukan test-test tertentu kepada pasangan kamu. Alasannya sih, kamu ingin tahu benar nggak sih pasangan kamu benar-benar mencintai kamu. Jangan ya RulaWoman.

Nggak seperti laki-laki, kalau mereka men-test kamu, itu ada hubungannya untuk menjadikan hubungan kamu dengannya naik ke level yang lebih serius. Dan test yang dilakukan juga nggak akan separah test yang kamu lakukan padanya. Tapi kalau perempuan yang men-test, bukan karena itu. Untuk kamu yang mendadak punya keinginan untuk men-test pasangan kamu, jangan ya RulaWoman.

Ini alasannya kenapa:

1. Kamu sebenarnya bukan nggak yakin sama dia, tapi kamu sudah bosan

Test yang kamu lakukan pada pasangan sebenarnya bukan karena kamu ingin tahu apakah ia benar-benar mencintai kamu atau tidak. Tapi karena kamu sudah bosan, dan kamu ingin mencari-cari alasan untuk bertengkar dan akhirnya putus.

Kamu bosan, dan kamu merasa hubungan kamu dengannya datar-datar saja. Alasannya sih dia yang terlalu cuek padamu sehingga kamu nggak tahu apakah ia masih sayang padamu atau tidak. Sebenarnya kamu nggak perlu melakukan test-test ini RulaWoman. Kalau kamu bosan, itu problem kamu. Perasaannya ke kamu masih sama kok. Tapi kenapa dia yang kamu 'persalahkan' dengan situasi kebosanan kamu?

photo credit: istock.com

2. Laki-laki nggak akan melihat hal ini sebagai test untuk menguji cintanya ke kamu

Laki-laki paling nggak suka dipermainkan. Kalau kamu melakukan test-test ala kamu yang kamu tujukan untuk menguji cintanya pada kamu, maka hasilnya pasti akan buruk. Karena dia nggak akan melihatnya sebagai ujian atas dasar cintanya pada kamu atau tidak. Tapi dia akan merasa dipermainkan perasaannya oleh kamu.

Dan laki-laki kalau sekali saja sudah merasa dipermainkan, akan sangat susah sekali untuk mendapatkan kepercayaannya kembali.

3. Laki-laki akan merasa tersinggung dan merasa nggak dipercaya sama kamu

Nggak seperti kamu kalau di test, buat laki-laki test adalah penghinaan. Dia akan merasa tersinggung karena kamu nggak percaya padanya. Walau kamu menganggap hal ini sepele, tapi tidak bagi laki-laki. Selain kamu sudah melukai egonya, saat yang bersamaan ia akan merasa sedih karena kok kamu tega melakukan hal-hal yang menunjukkan bahwa sebenarnya kamu nggak percaya padanya.

Kepercayaan adalah satu hal yang penting bagi laki-laki, karena ikatan yang ia bangun adalah berlandaskan kepercayaan. Dan kalau kepercayaan itu sudah dirusak, dengan test-test yang kamu buat, kamu malah yang bertanggung-jawab atas hilangnya kepercayaan dia padamu.

photo credit: theroguenews.com

4. Dia akan meragukan cinta kamu kepadanya

Pasangan kamu akan melihatmu langsung ke arahmu dan memandang kamu dengan pandangan nggak percaya. Walau tanpa kata-kata, dari raut wajahnya kamu akan melihat seolah-olah ia berkata,"Kok kamu tega?" Dan setelah ini, kamu akan terlibat drama dengannya yang berujung kamu akan meminta maaf padanya.

Memang ia berkata akan memaafkan kamu, setelah daya upaya yang kamu lakukan nggak sedikit, bahkan tak jarang butuh waktu berhari-hari bagi kamu untuk memenangkannya kembali. Sikapnya mungkin akan kembali biasa dan kamu menganggap semua baik-baik saja, nggak ada apa-apa.

Namun, hatinya nggak akan sama lagi untukmu. Yakin kamu mau melalui semua ini?

photo credit: Indianexpress.com

5. Kamu akan kehilangan dia

Apapaun alasan kamu, apapun penjelasan kamu, test yang kamu lakukan pada laki-laki akan membuat kamu kehilangan dia. Karena nggak hanya kamu melukai harga dirinya, tapi kamu juga menunjukkan kalau kamu nggak percaya padanya.

Bagi laki-laki mendingan kamu ketahuan selingkuh daripada kamu menunjukkan padanya kalau kamu nggak percaya padanya karena hal inilah yang akan sangat amat menyakiti hatinya. Bayangin, kalau kamu yang nggak dipercaya oleh pasangan kamu, sakit 'kan? Nah dikalikan sepuluh, rasa sakit yang laki-laki rasakan seperti itu.

Kenapa? Karena orangtuanya sejak kecil mengajarkan ia untuk menghargai perempuan, mulai dari Ibunya, adiknya atau kakaknya yang perempuan. Ia tumbuh dengan seluruh ajaran baik dari orangtuanya, yang ia ingin praktekkan padamu. Dengan kamu men-test dia, walaupun di mata kamu dia lulus dengan test itu, dia akan merasa gagal seumur hidupnya karena dia merasa kamu, orang yang disayanginya, nggak percaya akan cintanya padamu.

Jadi, buat apa mempertahankan hubungan yang landasannya nggak ada kepercayaan? Seolah cinta yang diberikannya padamu nggak cukup buat kamu, dan ia akan merasa nggak pernah cukup.

Jadi, jangan pernah men-test laki-laki yang kamu cintai dengan test cinta ala kamu ya RulaWoman. Apapun bentuknya.

photo credit: feelings2share.com

RulaWoman, daripada kamu melakukan test-test untuk menguji kesetiaan atau cintanya pada kamu, sebaiknya kamu utarakan langsung perasaan kamu kepadanya. Apakah kamu ragu, atau bisan, atau kamu merasa dicuekin, hubungan kamu merasa datar, dan lain-lain. Laki-laki akan lebih menghargai hal ini daripada kamu melakukan test-test nggak perlu ini padanya.

Cinta yang sebenarnya nggak perlu diuji, dan nggak perlu juga ada test-test tertentu untuk menguji cintanya padamu. Karena cinta yang sebenarnya akan teruji lewat waktu dan masalah-masalah yang timbul dari luar, bukan masalah yang sengaja kamu ciptakan.

Hargailah pasangan kamu dengan memperlakukannya seperti kamu ingin diperlakukan oleh seseorang yang kamu cintai. Maka dijamin, semua akan baik-baik saja.

Semoga bermanfaat RulaWoman.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Berpikir Untuk Men-test Pacar Kamu? Jangan Pernah Men-Test Pasangan Kamu Ya RulaWoman, Ini Alasannya Kenapa.". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Maharani Adinata | @RaniAdinata

A genuine Scorpio with the love of music, books, chocolate cake and a cup of tea.

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar