1.8K
Hal yang menurut orang lain seru belum tentu seru juga menurut kamu.

RulaWoman pasti pernah mendengar cerita serunya seseorang yang bekerja di production house. Baik itu dari seorang teman atau pun hanya sekedar kenalan. Mungkin malah pernah juga RulaWoman merasa iri dengan timeline social media mereka karena foto-foto yang keliatannya “super fun” dan kayanya “kok jalan-jalan terus ya” lalu pertanyaan selanjutnya “kerja apa sih mereka?”

Bekerja di perusahaan yang menjual ide-ide kreatif kemudian diproduksi dalam media audio visual, bagi mereka yang memiliki passion di bidang itu pastilah sangat menyenangkan dan menantang. Tapi bagaimana RulaWoman yang baru saja lulus bisa mengetahui bahwa bekerja di industri audio Visual production house itu adalah passion atau sekedar “pengen nyoba” aja?

Baca terus artikel ini dan coba tanya lagi sama diri sendiri setelahnya “Aku kuat gak yah ngadepin ini?” Jika jawabannya iya bisa jadi berkarya lewat audio visual adalah panggilan hidupmu.


1. Menghadapi jam kerja yang tidak tentu

 1. Menghadapi Jam Kerja Yang Tidak Tentu - Kantor jadi seperti rumah sendiri, karena sering lembur - http://weheartit.com/entry/225021255
Kantor jadi seperti rumah sendiri, karena sering lembur - http://weheartit.com/entry/225021255

Jam kerja di perusahaan ph audio visual memanglah tidak pasti. Kebanyakan perusahaan ini tidak menerapkan peraturan tertulis soal jam masuk dan jam pulang layaknya perusahaan formal lainnya. Perusahaan lebih menitik beratkan pada “yang penting kerjaan selesai” ketimbang “karyawan harus datang dan pulang tepat waktu”.

Kedengarannya memang seperti RulaWoman diberi kebebasan untuk masuk dan pulang kantor senyamannya. Tapi kenyataan yang sering terjadi dilapangan adalah RulaWoman harus begadang sepagian dan harus standby lagi di siang hari karena mengejar deadline. Kalau lembur maraton sebulan sekali mungkin biasa, tapi bayangkan jika tiap minggu kamu harus nginep di kantor karena deadline yang beruntun. Siapkah?


2. Rela waktu weekendmu dipakai kerja

2. Rela Waktu Weekendmu Dipakai Kerja - Tetep kerja meski di atas kasur - http://weheartit.com/mobile-redirect?url=http%3A%2F%2Fwww.cathinthecity.com%2Fasus-zenbook-pro%2F
Tetep kerja meski di atas kasur - http://weheartit.com/mobile-redirect?url=http%3A%2F%2Fwww.cathinthecity.com%2Fasus-zenbook-pro%2F

Masih berhubungan dengan poin di atas, kamu akan mengalami masa dimana kamu tidak punya waktu weekend bersama keluarga atau teman karena harus berangkat liputan atau syuting. Akan tetapi tenang saja, di beberapa kantor ph video biasanya menerapkan sistem 5 hari kerja dan 2 hari libur. Jadi kamu bisa mengambil jatah libur di hari selain weekend. Jika kamu merasa gak butuh-butuh banget day off kamu bisa mengakumulasikan jatah libur kamu untuk minggu atau bulan berikutnya.

Cuma kembali lagi tergantung sistem perusahaan tempat kamu melamar bekerja. Hal kayak gini harus selalu kamu diskusikan dengan HRD atau orang yang menginterview kamu. Jangan pernah takut dan merasa gak enak untuk bertanya hanya karena kamu masih anak baru.


3. Handphone harus standby 24 jam

3. Handphone Harus Standby 24 Jam - Handphone on, tapi jangan disilent yah - http://weheartit.com/entry/226764621
Handphone on, tapi jangan disilent yah - http://weheartit.com/entry/226764621

Nah ini penting , "haram" hukumnya buat handphone kamu mati (setidaknya menurut atasanmu). Kamu harus bisa dihubungi 24 jam. Jangan kaget kamu ditelpon sama produser hanya untuk ngirim email konsep kreatif atau mendadak mesti berangkat liputan keluar kota. Colokan dan power bank adalah equipment yang harus selalu ada di dalam tas. Gak mau kan kamu dianggap orang asing atau invinsible di kantor hanya karena gak bisa dihubungin semalam?


4. Siap-siap multi tasking

4. Siap-siap Multi Tasking - http://www.keypersonofinfluence.com/want-to-be-more-efficient-stop-multi-tasking/
http://www.keypersonofinfluence.com/want-to-be-more-efficient-stop-multi-tasking/

Perasaan seperti, " kok gue semua sih yang ngerjain?!" pasti lama kelamaan akan muncul. Apalagi buat kamu yang baru terjun ke industri produksi video. Tahap awal di industri ini "biasanya" kamu akan ditepatkan sebagai Production Assistan yang mana kerjaannya banyak. Sebagai asisten produksi kamu harus mengetahui update dan progress dari berbagai divisi baik kreatif atau manajerial. Bukan cuma itu, urusan dapur pun tidak jarang juga kamu mesti handle. Production Assistan memang diharapkan orang yang bisa multitasking dan kuat kerja dibawah tekanan. Kalo kamu lolos sebagai PA kamu tinggal memilih mau profesional di bagian kreatif (Director, Astrada, stylist, dll ) atau bagian manajerial (Produser, Line produser, Unit manager', dll) karena RulaWoman bisa dipastikan bisa mengerjakan apapun.


5. Bersedia menunda liburan

5. Bersedia Menunda Liburan  - http://www.socialpositives.com/2013/07/5-essential-apps-for-a-business-women/
http://www.socialpositives.com/2013/07/5-essential-apps-for-a-business-women/

Momen dimana "Kamu sudah memesan tiket pesawat jauh-jauh hari karena mengejar promo, tapi terpaksa gak jadi berangkat karena kerjaan yang menumpuk" pasti akan kamu rasakan di tahun-tahun pertama. Niat hati mau liburan murah tapi malah menghabiskan uang dengan percuma. Jika masih dalam masa dua tahun kerja, ada baiknya liburan jauh dan lama keluar negri atau luar kota ditunda sementara. Masa dua tahun itu, kamu akan di gembleng untuk belajar segala hal tentang produksi video.

Jika kamu punya waktu day off, sebaiknya kamu gunakan untuk mengistirahatkan badan atau ngobrol dengan senior yang lebih banyak pengalaman. Kalo sekedar pengen jalan-jalan keluar kota, pasti kamu akan dapat kerjaan yang mengharuskan kamu "jalan-jalan" jika kamu dianggap capable oleh bos. Yang penting jalan-jalan meskipun buat agenda kerjaan. Hehehe.

Bekerja di industri produksi video sangat menyenangkan apalagi perkembangan dunia entertaiment, advertising dan marketing di Indonesia saat ini lagi "seru-serunya". Jika kamu bekerja di industri produksi video, kamu akan terus belajar hal baru dan mengenal banyak orang. Dua hal ini adalah investasi yang bagus untuk RulaWoman kedepannya. Tapi sekali lagi setiap pekerjaan pasti ada suka dukanya tidak hanya di industri video. Hal yang menurut orang lain seru belum tentu akan seru menurut kamu, kalo RulaWoman gak ada passion ngejalaninnya. Jadi tanya lagi ke diri sendiri apakah kamu siap menghadapi konsekuensi diatas. So are you in or out for, RulaWoman?!

Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Jika Kamu Kuat Menghadapi 5 Hal Ini, Maka Kamu Cocok Jadi Karyawan Tetap di Production House". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dewi Indriyani | @weddewi

Social Media Enthusiast | Audio Visual Creator - Producer & Creative |

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar