4.3K
Tidak ada yang mengalahkan kekuatan seorang perempuan yang tengah jatuh cinta. Berjuang untuk orang yang dicintai, mengorbankan materi, waktu dan energi untuk tetap menjaga lelaki yang dipuja senantiasa tetap mencinta. Terlebih ketika hubungan sudah berjalan menahun, harapan untuk dapat menautkan tali kasih ke jenjang yang lebih tinggi adalah doa dari hati yang paling dalam yang kerap dilontarkan tanpa kunjung putus. Seringkali terbersit, lebih baik menjaga yang ada daripada bertaruh untuk sebuah hubungan baru yang kadar keberhasilannya pun kerap dipertanyakan.

Rasa nyaman telah mengenal kebiasaan satu sama lain. Rasa sungkan telah mengenal keluarga dan kerabat terdekat, seringkali menjadi bahan pertimbangan tertinggi seorang perempuan dibandingkan perasaan yang ia miliki.

Ya, perempuan kerap berkorban. Mengorbankan kenyataan dengan selalu memiliki rasa optimis “kelak..dia pasti akan berubah”. Atau berharap “jika ia merasakan pengorbananku, ia pasti akan berusaha menjadi yang terbaik bagiku”

Harapan manis dan penuh optimisme mengenai hubungan percintaan selalu menjadi bagian dari perempuan,terutama kerap dirasakan oleh perempuan di usia 20-an.

Namun sebagai perempuan yang telah melewati masa tersebut, saya ingin sekali menasehati diri saya yang waktu itu berada diusia 20-an. Namun apa daya, waktu yang telah lewat tak mungkin kembali, kini ijinkanlah saya berbagi kepada kalian perempuan di usia 20-an, mengenai pelajaran hidup yang saya dapat dan saya harap tidak pernah saya lakukan dahulu.

1. Ketika Makan dan Tidur Menjadi Tidak Enak Karena Memikirkan si Dia yang Menghilang Entah Dimana


Tak ada yang lebih membahagiakan sebagai seorang perempuan, ketika lelaki yang ia puja menaruh rasa yang sama. Pertemuan yang terjadi beberapa kali disertai obrolan hingga dini hari yang terkadang membuat degup jantung tak karuan. Selipan “selamat malam, tidur yang nyenyak ya” atau “Have a nice day to you, jangan lupa kabari aku kalau sudah sampai di kantor ya” tetiba menjadi candu untuk menyemangati hari.

Namun beberapa hari belakangan ini, sapaan itu tak lagi ada. Berkali-kali memerhatikan social media, whatsapp, line, bbm yang sepi dari tanda-tanda si dia mengabari. Padahal kamu tahu betul, ia sedang tidak sibuk.
Buktinya ia dapat membalas mention teman lamanya, atau sekedar membagikan artikel yang tengah ia baca.
Lantas, adakah ia memikirkanmu hari ini seperti kamu memikirkannya?
Mengapa ia tetiba menghentikan semua komunikasi?
Mengapa sekarang kamu yang harus mencarinya terlebih dahulu?
Mengapa jawaban-jawabannya kini terasa singkat , dingin dan terburu-buru.
Pola tingkahnya telah merusak tatanan harimu. Kamu jadi susah tidur, tidak berselera makan dan merasa semua lagu galau membuatmu ingin menangis.


Walaupun hatimu dipenuhi berjuta “mengapa”, namun tetaplah berlapang dada untuk menerima kenyataan bahwa si dia sudah tidak tertarik lagi kepadamu seperti pada mulanya. Hanya ia dan Tuhan yang tahu alasan sesungguhnya. Berhenti berspekulasi dan lapang dada menerima perubahan telah terjadi akan membuatmu jauh lebih cepat puluh. Untuk perempuan kuat sepertimu, tentu tidak akan menghabiskan usia 20-an dengan meratapi kegagalan, bukan?
Bangkitlah dan tunjukan dirimu yang tidak akan patah semangat hanya karena cinta bertepuk sebelah tangan. Karena masih banyak kesempatan diluar sana tengah menunggumu.


2. Ketika Dia Membatasi Ruang Gerak Atas Nama Cinta


Menyenangkan sekali jika kamu selalu bisa bersama-sama orang yang kamu sayang. Beraktivitas bersama, berdiskusi bersama. Tampaknya hidup bertabur pelangi warna-warni. Namun jika kehadirannya siang dan malam hanya untuk membatasi ruang aktualisasi dirimu, cobalah pertimbangkan kembali.
Memiliki hubungan bukan berarti harus membuatmu harus mengisolasi diri. Percintaan bukanlah alat untuk menghentikan pertemananmu dengan banyak orang.

Di usia 20-an yang menyenangkan ini, berjuta-juta kesempatan akan menghampirimu. Pilihlah yang membuatmu dapat menjadi pribadi yang bersinar.

Jika teman-temanmu merasa kamu sudah menjauh, sulit untuk dihubungi atau bahkan kamu tampak takut untuk ikutan berkumpul dengan rekan-rekanmu hanya karena enggan bertengkar dengan si dia yang tak suka kamu pergi tanpanya, pikirkanlah kembali hubunganmu
Benarkah lelaki yang seperti ini yang sepadan menemani masa usia 20-an kamu?

3. Ketika Rasa Percaya Ditautkan Dengan Keterbukaan Segala Bentuk Informasi yang Kita Miliki


Ketika kamu memberikan hati kepada seseorang, kamu ingin membuat orang yang kamu cinta percaya seutuhnya bahwa hati ini memang hanya miliknya. Bahwa tidak ada suatu apapun yang kamu tutupi. Tidak sedikitpun terbersit keinginan untuk mengkhianatinya. Tentunya sebagai perempuan yang rindu akan hubungan yang serius, berharap sang pasangan pun akan melakukan apapun untuk tetap menjaga kepercayaanmu.


Tetapi nampaknya, rasa percaya kerap disalahgunakan sebagai sebuah kesempatan untuk dapat melanggar hak privasi seorang individu. Berbagi password email dan social media, password ATM, meminjam kartu kredit, membuat rekening tabungan bersama sebagai sebuah tindakan untuk menunjukkan “lihatlah tidak ada yang kututupi, dan aku berharap kamu pun tidak menutupi apapun” adalah suatu hal yang kurang tepat dilakukan ketika kamu tengah kasmaran.
Akan ada masanya kita bisa membagi semua hal tersebut, yaitu keterbukaan keuangan, informasi dan lain sebagainya saat berumah tangga. Tidak ada seorang pun yang dibenarkan menggunakan kata-kata cinta dan memintamu untuk dapat dipercaya dengan meminta masuk ke dalam akses informasi pribadi yang kamu miliki.


Jika mempercayai adalah dengan menginterogasi dan melakukan pengecekan, coba renungkanlah kembali apa itu arti rasa percaya.


sumber : guardian.ng


4. Ketika Pengkhianatan Selalu Dianggap Kekhilafan Sesaat


Sakit hati, marah, tidak berdaya ketika mendapatkan si dia ternyata mengkhianati kepercayaanmu. Air matamu berurai siang dan malam, mempertanyakan apakah kekurangan dirimu sehingga ia harus berpaling kepada perempuan lain?. Kamu masih sangat mencintainya, namun sulit sekali untuk kamu kembali percaya seolah-olah hal ini tak pernah terjadi kembali. Apalagi ia telah melakukannya berulang kali. Kamu mengigit jari berpikir hubungan ini sudah sangat melelahkan, tetapi restu keluarga dan dukungan teman-teman atas hubungan kalian yang telah berlangsung lama membuatmu terus mempertahankannya.


Jangan sia-siakan usia 20-an kamu ini. Jangan biarkan energimu terkuras dengan hal-hal yang dapat kamu hindari di usia kamu yang lebih matang kelak. Jangan berkubang dalam sebuah hubungan yang tak berkualitas hanya karena durasi. Kelak ketika kamu menyentuh usia 30-an, kamu akan menyesal membiarkan seorang lelaki pernah menertawakan ketidaktahuanmu, menghancurkan kepercayaan dirimu, merusak komitmen dan yang terpenting menyia-nyiakan masa emas usia 20 tahunan kamu. Karena perselingkuhan tidak pernah masuk dalam tindakan tidak sengaja.


Ingat waktu tidak dapat dibeli kembali. Tetapi cinta yang hancur, selalu memiliki kesempatan untuk dimiliki sekali lagi.



5. Ketika Cinta Ternyata Bukan Hanya Urusan Dua Orang Semata.


Percintaan yang dewasa tidak hanya melibatkan dua orang. Ini bukanlah kisah Romeo dan Juliet. Ketika kamu memilih si dia untuk menjadi yang terpenting dalam hidupmu, kamu otomatis juga telah menerima nilai-nilai keluarga yang dianutnya, kepercayaan yang ia pegang, pola asuh dan pola pikir yang membentuknya hingga sekarang. Dan semua itu adalah elemen-elemen yang ia dapatkan melalui keluarganya. Perhatikanlah keluarga, orang tua serta kakak-adiknya. Tanyakan kepada dirimu sekarang.

Apakah mereka adalah orang-orang yang dapat saya hargai dan andalkan kelak?
Apakah nilai, budaya dan kebiasaan mereka dapat saya toleransi?
Pun sebaliknya, tanyakan kepada dirimu sendiri :
Apakah pasangan yang saya pilih dapat diterima oleh keluarga saya?

Setiap orang tua tentu menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Ingat, mereka pun pernah di usia 20-an seperti kamu. Apa yang mereka lihat, dan yang kamu lihat terkadang berbeda. Jangan abaikan pertimbangan mereka. Tetapi jika kamu yakin bahwa dia adalah yang paling tepat untukmu, maka bantulah orang tua melihat kualitas diri pasanganmu yang belum mereka lihat.



6. Ketika Kamu Memercayai Bahwa Cemburu Tanda Cinta


Ada rasa takut ketika ia tak berada di tengah radarmu? Akankah ia melihat perempuan lain? Siapakah teman baru-nya di path? Dari profilnya terlihat manis, dan tampak seperti tipe kesukaanya. Tanpa sadar , setiap kali ia terlihat akrab dengan lawan jenisnya, bertubi-tubi pertanyaan selalu kamu layangkan.

Bukannya kamu tak melihat ekspresi wajah pasanganmu yang selalu malas menjelaskan. Ia kerap mengeluh tentang kecurigaan kamu. Tetapi kamu selalu berpikir bahwa yang kamu lakukan adalah karena kamu cinta. Rasa cemburu yang kamu miliki sehat adanya.
Bukankah cemburu tanda cinta?


Ternyata aturan tersebut telah usang. Cemburu lebih menunjukkan sisi insecure seseorang dibanding sebagai pernyataan cinta. Dengan cemburu dan curiga kamu secara tidak langsung menyampaikan pesan bahwa “menurutku dia lebih pantas jadi pasanganmu dibanding aku”

Come on,Grow up RulaWoman! Dia telah memilih dirimu. Titik. Berhentilah mengada-ada dan membuat masalah sepele menjadi besar.

Jika kamu mencintainya kamu akan percaya kepadanya. Jika kamu tidak percaya, lantas apa esensi hubungan yang kamu jalankan?
Jika sejak awal kamu tidak percaya dengan integritasnya, lebih baik jangan habiskan masa usia 20-an mu untuk sibuk curiga dan cemburu yang menguras hati.



7. Ketika Mata Sembab dan Lelah hati Adalah Hal yang Dirasa Lumrah


Sudah tak terhitung berapa kali, ia membuatmu menangis hanya karena pepesan kosong. Komunikasi yang selalu berujung pertengkaran. Perbedaan pendapat yang selalu membuatnya menyerang sisi lemahmu.
Seringkali kamu berucap “aku capek diginiin terus sama kamu...”
Saran sahabat-sahabatmu yang memintamu kembali berpikir ulang tentang hubunganmu, kerap kamu hiraukan. Untukmu, ini hanyalah bagian dari sebuah hubungan. Tidak mungkin bukan jika sebuah hubungan harus terus berjalan mulus dan penuh canda tawa?


Namun kenyataannya itu adalah mitos yang mematikan dan membuat perempuan di usia 20-an berkubang dengan masalah yang sama, dan membuang masa-masa muda dengan penderitaan yang bisa dihindari.
Relationship should be excited, not exhausted. Jika komunikasi kalian tidak pernah lancar, jika pola pikir kalian kerap berbeda, tak pernah ada masalah yang dapat diselesaikan dan selalu berujung tangis yang menderu, atau perang dingin berhari-hari, maka pikirkanlah kembali semua yang kamu jalani. Berhentilah sterus mengamini bahwa hubungan yang melelahkan adalah hal yang wajar.


Karena usia 20-an tidak seharusnya dilewati dengan hubungan yang melelahkan jiwa raga.




sumber : en.amerikanki.com

8. Ketika Kita Melihat Bahwa Hidup Kita Bertambah Buruk Bersamanya


Kamu ikut berbangga ketika sahabatmu mendapat promosi, atau ketika rekan sekantormu mendapatkan beasiswa. Kamu memandang iri ketika mereka mengungkapkan bahwa seluruh pencapaian ini terjadi karena pasangan. Karena jauh di lubuk hatimu, kamu tahu bahwa semenjak kamu bersamanya tidak ada lagi prestasi yang dapat kamu raih. Kamu sibuk menjaga hatinya, kamu sibuk menemaninya kemana-kemana. Menghabiskan waktu dengan bersenang-senang saja. Ketika kamu melontarkan ide, si dia tampak acuh dan berkata “sudahlah jadi perempuan yang biasa-biasa saja”
Sedih. Karena kamu tahu betul, bahwa kamu bisa menjadi orang yang lebih baik lagi. Tapi jika selalu terpasung bersamanya, lupakan saja kesempatan untuk dapat mengembangkan diri.
Inilah kesempatanmu untuk bisa berkarya sebanyak-banyaknya. Usia 20-an adalah masa yang tepat untuk mencoba segala hal yang baru. Kejarlah beasiswa, Kejarlah promosi, bangunlah bisnis, berjejaringlah dengan orang-orang hebat sebanyak-banyaknya, ikutilah komunitas, seminar dan sebagainya. Karena ketika kamu menginjak usia 30-an dan telah memiliki anak, langkahmu mau tak mau harus sedikit diperlambat. Bukankah akan menyenangkan jika masa lajangmu digunakan untuk membangun karir, sehingga nanti ketika kelak kamu menikah dan memiliki anak, kamu tinggal menikmati hasil dari kerja kerasmu?
Dan semua tidak dapat terwujud tanpa pasangan yang mendukung dan tahu betapa pentingnya untuk terus tetap belajar.

Jatuh cintalah.

Mabuk kepayanglah.

Nikmati masa mudamu.

Namun usia 20-an tidak akan terulang kembali, pastikan kamu memanfaatkan momen sebaik mungkin dan pilihlah orang yang selayaknya sepadan untuk mendampingi. Bukan hanya dari wajah atau ucapan romantisnya, melainkan kualitas dirinya. Selamat menikmati usia 20-an


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Jika Saya Bisa Memutar Waktu, Inilah 8 Pesan yang Ingin Saya Sampaikan Kepada Diri Saya Ketika Menjadi Perempuan Usia 20-an yang Tengah Di Mabuk Cinta ". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bunga Mega | @bungamega

Founder & CEO PT.Perempuan Kuat Indonesia (ceweQuat), Book Author, Community Builder & Woman Empowerment Expert. A Career-Driven Woman Yet A Mom.

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar