3.1K
Menderita kanker serviks, kondisi artis Julia Peres menurun drastis.

Hari demi hari, kondisi Julia Perez alias Jupe menurun drastis hingga rekan-rekan artis menggalang donasi bertajuk ‘Peduli Sahabat Jupe’ yang ditayangkan langsung oleh salah satu stasiun TV swasta tadi malam (16/4). Dikabarkan, penyakit kanker serviks yang kian kritis tersebut membuat Jupe susah mengenali orang-orang yang menjenguknya dan tak bisa beranjak dari tempat tidurnya. Nia Anggia, adik kandung Julia Perez menjelaskan kondisi terakhir kakaknya yang memburuk akibat efek kemoterapi. Sudah dua bulan ini Nia menemani kakaknya yang terbaring lemah di rumah sakit dan menghabiskan biaya berobat yang tidak sedikit.

RulaWoman, bicara tentang kanker serviks stadium empat yang diderita Julia Perez, inilah mitos dan fakta seputar penyakit tersebut!

1. Tidak Dapat Dicegah dan Sulit Ditangani

Photo Credit: kitanesia

Mitos: Banyak orang mengatakan bahwa penyakit kanker serviks tidak dapat dicegah dan sulit ditangani.

Fakta: Memang benar demikian, namun penyakit mematikan tersebut bisa diantisipasi melalui vaksinasi bivalen untuk mencegah infeksi HPV 16 dan 18 serta menjalani pap smear secara teratur agar sel-sel abnormal dapat terdeteksi secara dini dan dimusnahkan sebelum menjadi sel kanker. Selain itu, hindari pola hidup menyimpang seperti berhubungan seksual di usia dini atau berganti-ganti pasangan dan selalu menjaga kebersihan organ vital.

Kanker serviks dapat ditangani dengan cara operasi bila diagnosis masih pada tingkatan awal. Untuk kasus lebih lanjut, perlu adalanya pengangkatan rahim secara keseluruhan atau disebut histerektomi. Radioterapi juga bisa menjadi jalan alternatif bagi penderita di stadium awal, yang bisa dilakukan bersamaan dengan operasi. Di Indonesia, kanker serviks adalah kanker kedua yang paling banyak diderita para wanita setelah kanker payudara. Penyebab utama penyakit kanker serviks adalah infeksi HPV (Human Papilloma Virus) yang menyerang leher rahim sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina. Umumnya, penyakit ini menyerang wanita usia 30 – 45 tahun sesudah pernikahan atau sering melakukan hubungan badan dengan berganti-ganti pasangan. Di Indonesia, sebanyak 40 – 45 kasus baru muncul setiap harinya dan rata-rata 20 – 25 penderita meninggal karena kanker serviks.

2. Tidak Bisa Memiliki Keturunan

Photo Credit: Fans Of Flanders

Mitos: Tak jarang, para penderita kanker serviks merasa dikucilkan karena mitos tidak bisa memiliki keturunan.

Fakta: RulaWoman, perlu kamu ketahui jika pengangkatan rahim bagi penderita stadium akhir memang membuatnya tak bisa mengandung lagi. Namun, ada cara lain untuk menangani penderita kanker serviks stadium awal, yakni dengan trakelektomi yang merupakan pengangkatan leher rahim tanpa mengikutsertakan rahim sehingga penderita tetap dapat mengandung janin.

3. Pasangan Tidak Setia

Photo Credit: Sheffield Detectives

Mitos: Sering terdengar desas-desus bahwa pasangan yang tidak setia dapat mengakibatkan para wanita berisiko terserang kanker serviks.

Fakta: Virus HPV dapat hidup dalam tubuh manusia tanpa menunjukkan tanda-tanda di tahap awal. Sulit memastikan sejak kapan kanker serviks menyerang, apakah tertular dari pasangan sekarang atau sebelumnya. Jadi, jangan terburu negative thinking ya, RulaWoman!

4. Kondom Pasti Aman

Photo Credit: Her Campus

Mitos: Menggunakan kondom saat berhubungan badan mampu mengurangi risiko penularan virus HPV.

Fakta: Kondom tidak bisa memberi jaminan 100% karena virus dapat menular melalui sentuhan kulit yang tidak tertutup kondom seperti vulva, anus, area perineum, pangkal penus, dan skrotum.

5. Kemoterapi

Photo Credit: The Odyssey Online

Mitos: Kemoterapi bisa mematikan seluruh virus kanker dalam tubuh penderita.

Fakta: Menurut Dokter Spesialis Onkologi Ginekologi, Prof. Dr. dr. Andrijono SpOG(K) dalam diskusi media di Jakarta (11/4), kanker serviks yang sudah memasuki stadium lanjut (stadium dua ke atas) bisa diobati dengan cara disinar atau kemoterapi. Nyatanya, kemoterapi tidak bisa mematikan virus seluruhnya karena masih menyisakan 10 persen lagi dan bisa mati dengan daya tahan tubuh. Jika daya tahan tubuh lemah, virus bisa muncul kembali dalam kurun waktu 2 hingga 3 tahun kemudian. Untuk mengatasinya, Dokter Andrijono menyarankan untuk selalu menjaga pola hidup sehat dan konsumsi makanan bergizi bagi para penderita dan semua wanita.

6. Gejala Kanker Serviks

Photo Credit: Sunrise Hospital Delhi

Setelah memahami mitos dan fakta seputar kanker serviks, sekarang saatnya RulaWoman mengetahui gejala yang bisa diwaspadai. Gejala awal kanker serviks seringnya tak terlihat jelas, justru akan sangat tampak setelah memasuki stadium akhir, seperti:

• Pendarahan yang tidak normal dari vagina, biasa terjadi saat hubungan intim di luar masa menstruasi.

• Keluar cairan berbau, berwarna merah muda, cokelat, pucat, atau mengandung darah dari vagina.

• Merasakan sakit saat berhubungan seksual.

• Siklus haid berubah tanpa sebab.

Jika kamu atau wanita di sekeliling kamu merasakan gejala demikian, jangan ragu untuk segera berkonsultasi pada dokter spesialis agar lekas tertangani.

BACA JUGA


Yuk Tolak Human Papillomavirus, si Musuh dalam Selimut Penyebab Kanker Leher Rahim

Yuk Tolak Human Papillomavirus, si Musuh dalam Selimut Penyebab Kanker Leher Rahim

'An ounce of prevention is worth a pound of cure' - Benjamin Franklin

Read more..

Nah, RulaWoman, mencegah lebih baik daripada mengobati, jaga terus kondisi tubuh dan ikuti gaya hidup sehat untuk menghindari risiko penyakit ini ya! Semoga Jupe selalu dikuatkan dalam cobaan serta diangkat semua penyakitnya.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Jupe Kritis! Inilah Mitos dan Fakta Seputar Kanker Serviks yang Sangat Perlu RulaWoman Ketahui". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Puput Palipuring Tyas | @poetsoenarjo

Editor at Zetta Media. Nomadic storyteller based in Bali and East Java. Travel for local food, culture, people, arts, and traditional market.

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar