524
Menyantap makanan dijadikan sebagai pelarian dengan harapan perasaan akan membaik. Kenyataannya, mood akan memburuk karena berat badan tak terkontrol dan kondisi kesehatan terganggu.
photo credit: Bariatric Cookery

Hasrat makan yang dipicu oleh kondisi emosi yang tidak stabil dikenal dengan emotional eating. Emosi tersebut bisa berupa perasaan kesepian, marah, kecewa, dan kehilangan. Menyantap makanan dijadikan sebagai pelarian dengan harapan perasaan akan membaik. Kenyataannya, mood akan memburuk karena berat badan tak terkontrol dan kondisi kesehatan terganggu. Berikut 5 cara mengendalikan emotional eating.

1. Kenali Rasa Lapar

Perut keroncongan padahal baru saja makan, bisa jadi itu pertanda dehidrasi. Coba minum segelas air sebelum memutuskan untuk makan lagi.

2. Alihkan Perhatian ke Hal Lain Selain Makanan

Saat perasaan sedang “down”, orang cenderung ingin mengkonsumsi makanan manis, seperti es krim, cake, dan coklat. Kebiasaan tersebut jika dilakukan terus-menerus akan berdampak pada kenaikan berat badan dan memicu perasaan bersalah. Coba kegiatan lain seperti berkumpul dengan teman-teman, nonton film, atau kesibukan lain yang dapat membuat mood membaik.

photo credit: daysoftheyear,com

3. Maafkan Diri Sendiri

Terkadang emotional eating muncul karena ketidakmampuan menerima kesalahan yang telah dilakukan. Maafkan dan terima diri sendiri. Dengan demikian nafsu makan pun akan lebih terkontrol, karena seseorang dapat menyantap makanan secara “sadar”.

4. Rutin Olahraga dan Cukup Istirahat

Menurut sebuah penelitian, kegiatan olahraga dapat meningkatkan kadar hormon endorfin, yang merupakan hormon pemicu perasaan senang. Saat merasa tidak nyaman, coba lakukan olahraga ringan. Perasaan akan membaik dan sebagai bonus, berat badan akan terjaga. Selain itu kurang istirahat akan membuat seseorang mudah stres, sehingga nafsu makan meningkat. Istirahat cukup akan membantu tubuh dalam mengelola stres.

photo credit: freestockphoto.biz2.com

5. Meminta Bantuan Terapis atau Psikolog

Saat keadaan tidak terkendali, ada baiknya kamu minta bantuan terapis atau psikolog. Melalui terapi, akan diketahui faktor pemicu emotional eating.

“You Are What You Eat”, makan tidak hanya sekedar untuk mengatasi lapar atau memperoleh energi. Di samping kepuasan yang didapat dari makanan, setiap makanan yang masuk ke perut, akan menjadi bagian yang membentuk tubuh, perasaan, dan pikiran kita.

Bagaimana RulaWoman? Semoga bermanfaat.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Kamu Kecanduan Makan karena Stres? Berikut 5 Cara Mengatasinya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Rahajeng | @rahajengkurniawati

Life is a pleasure when we share it.

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar