67.1K
"Kalau kamu mau bertemu dengan orang-orang baru yang keren, kamu harus punya Tinder. Dan kita bisa dapet jodoh loh," begitu kata salah seorang teman. Benarkah ?

Beberapa waktu yang lalu, salah seorang teman baik saya bercerita tentang pengalaman serunya dengan Tinder. She travels a lot. Jadi menurutnya keberadaan Tinder sangat berguna dan efektif baginya untuk bisa bertemu dengan sesama teman travel seperjalanan, bahkan dari lain negara, namun jelas travelling jadi lebih menyenangkan.

Saya jarang sekali bepergian. Kalaupun iya, pasti karena urusan pekerjaan. Anyway, tergerak karena rasa ingin tahu, sayapun memasang aplikasi Tinder ini.

Dan ini adalah 9 fakta unik dan menarik tentang Tinder yang saya temui:

1. Setiap foto laki-laki yang memegang rokok dan memamerkan minuman kerasnya sebagai foto profile-nya, is a big No.

Mau seganteng apa juga, kalau sudah pegang rokok di tangan, apalagi bergaya sedang mengebulkan asap rokoknya, is not a good sign. Kalau RulaWoman berharap akan bertemu dengan lelaki baik-baik di Tinder, tapi belum apa-apa sudah terpesona dengan lelaki yang memasang foto profilenya dengan rokok dan minuman keras, jangan heran kalau akhirnya RulaWoman mengalami kekecewaan kala bertemu dengannya.

Silahkan berdalih dan membela,"Kan artinya ia menunjukkan dirinya apa adanya." Well, RulaWoman, merokok adalah hak masing-masing individu. Namun kalau dari awal si dia malah bangga dengan foto rokok dan minuman kerasnya, percayalah, he's not good enough for you.

2. Tidak semua laki-laki atau perempuan yang ada di Tinder adalah single

Sebagian dari mereka sudah menikah dan bahkan sebenarnya sudah punya anak. Hati-hati RulaWoman, predator juga ada yang bahkan ada yang mempergunakan Tinder sebagai 'Booty call', alias kita hanya dicari untuk menemani mereka ngobrol atau bertemu di saat mereka kesepian. Bahasa kasarnya: serep. Lebih jauh lagi ada yang yang mempergunakan Tinder sebagai ajang memperdagangkan diri.

Be wise, be careful. Kita sendiri yang bisa menentukan berapa harga diri kita, bukan orang lain. Dan kita sendiri juga yang bisa melindungi diri kita sendiri. Yang penting, jangan terlalu mudah memberikan informasi pribadi ya RulaWoman.

Foto sumber : pinterst.com

3. Ada juga yang mempergunakan Tinder untuk... menjual asuransi.

Ini adalah salah satu pengalaman saya yang paling lucu dan menarik. Saya berkenalan dengan seseorang di Tinder, dengan harapan menambah pertemanan dan lain-lain, yang ternyata berujung pada keinginan teman Tinder saya untuk bertemu. Dan ternyata dia hanya ingin melakukan prospecting asuransi yang dijualnya.

Menurut saya ini adalah cara yang sangat sangat kreatif yang bisa dilakukan oleh agen asuransi dalam mencari nasabah baru atau agen barunya. Karena biar bagaimanapun, kita tidak akan pernah tahu kita bisa membantu siapa dan menolong siapa karena ini.

4. Tidak semuanya mencari pasangan di Tinder, tapi ada juga yang mencari pasangan untuk sahabatnya.

Seorang teman lelaki saya, pernah bercerita, Kalau ia pernah berkenalan dengan seorang perempuan di Tinder. Ternyata setelah bertemu, si teman perempuan yang dikenalnya di Tinder ini sedang mencari kekasih untuk sahabatnya. Jadi habislah sahabat ini 'diinterogasi' dengan cara yang menarik. Atau bisa dibilang ia sudah di screening duluan oleh teman perempuannya ini, apakah layak untuk sahabatnya.

Idenya, asli keren. Dan kenapa tidak? Dengan begitu kalau kita merasa tidak nyaman karena seolah-olah mencari jodoh di Tinder, kenapa tidak kita minta tolong sahabat kita untuk melakukannya untuk kita?

Lagipula, dengan adanya posisi netral sahabat kita dalam mencarikan kita pasangan, mereka adalah orang yang sangat tepat menilai. Toh pada akhirnya kita akan butuh approval mereka juga 'kan soal pasangan kita?

5. Jangan pernah percaya pada mereka yang memamerkan foto pemandangan atau foto profile sekecil mungkin

Itu pertanda awal ketidakjujuran, alias ada yang ditutupi. Atas secara frontal saya bisa bilang, dishonest. Foto profile jujur adalah mereka yang memasang foto profile pertama sebatas dada ke atas, sehingga jelas figur wajahnya. Foto kedua, ketiga dan seterusnya kalau ada, baru boleh menunjukkan foto pemandangan atau backgroud kota-kota tertentu. Ini adalah kode untuk Tinder traveler.

Tapi kalau dari awal sudah menunjukan foto pemandangan, atau bahkan profilenya membelakangi kita, dan tidak ada foto lain yang menunjukkan figur jelas, forget it! He/She is dishonest. Ada yang ditutupi, dan bukan sok misterius ya RulaWoman.

6. Pasanglah foto profile aktivitas kita, di luar dari foto profile utama.

Akan ada pilihan pemasangan beberapa foto di Tinder. Penting bagi kita untuk memasang foto terbaik kita yang jelas menunjukkan rupa kita di foto pertama, dan foto aktivitas kita di profile foto kedua, ketiga, dst-nya.

Menunjukkan foto aktivitas sangat penting, karena secara tidak langsung, kita sudah menyaring beberapa kandidat yang sesuai atau tidak sesuai dengan kriteria yang tidak kita inginkan. Dan tentunya kalau kita bisa melakukan aktivitas bersama, bukankah itu juga lebih baik dalam membina hubungan baik?

foto sumber : theodysseyonline.com

7. Yes, Kekerasan domestik, human trafficking bisa terjadi di Tinder

Aplikasinya jelas aman, tapi tetap tidak bisa melindungi kita dari siapa yng kita temui. Bagaimanapun niat baik kita dalam berkenalan atau bertemu dengan seseorang di Tinder, realitanya mereka adalah orang asing yang kita tidak tahu apa dan bagaimana latar belakanganya. Dan bukan seorang teman yang diperkenalan oleh sahabat atau kerabat kita.

Be wise, be smart and be careful RulaWoman. Pastikan kalaupun terjadi pertemuan, lakukan di tempat umum atau minta didampingi teman yang mau rela menunggu agak jauh, namun cukup bisa mengawasi kita, kalau kita tidak yakin. Dan beri jarak antar waktu perkenalan dengan pertemuan. Seiring dengan waktu, kita yang bisa menentukan apakah seseorang layak dilanjutkan pertemanannya atau tidak.

8. Tinder bukan tentang masalah harga diri yang rendah

Ada teman yang mempergunakan Tinder benar-benar hanya untuk mencari jodoh, dan ia berkata,"Kok gue lama-lama merasa kesannya gue nggak laku banget ya jadi orang sampai gue mesti nyari-nyari jodoh di Tinder."

Bagi beberapa orang, ternyata keberadaan Tinder adalah suatu hal yang mengintimidasi harga diri. Padahal, kalau kita mau merubah mindset kita sedikit, kenapa tidak?

Tidak pernah ada yang salah dengan niat baik membuka pertemanan dengan siapapun. Siapa tahu malah RulaWoman justru membuka kesempatan bagi siapa yang sebenarnya menjadi belahan jiwa kita, yang memang harus lewat Tinder. Dan bukankah kalau memang hal itu terjadi, bukankah akan menjadi cerita romantis yang lucu yang bisa diceritakan ke anak cucu?

9. Bio Profile adalah penggambaran awal yang sangat menentukan

Kalau ia bisa menjelaskan dirinya dalam kurang dari 150 karakter, dan kita tertarik, bisa jadi itu menunjukkan suatu kecerdasan. Kita butuh seseorang yang bisa membuat kita berkata "Wow" pada saat bertemu, dan juga mampu mendiskripsikan dirinya, bukan melulu cerita tentang apa pekerjaannya dan apa yang ia lakukan.

Seseorang yang menulis: just a simple me, hanya akan menunjukkan betapalah membosankan dirinya dan bahkan ia mungkin membenci hidupnya sendiri. Jangan terjebak dalam 'kesederhanaan yang dibuat-buat' ya RulaWoman. Kita ingin hidup yang luar biasa.

Yang diinginkan perempuan adalah lelaki yang real, dan bukan sekedar jujur. Be cool, be yourself, be confident. Karena hal itu akan terbaca sexy di bio profile.

Foto sumber : Geetyimages.com


Nah RulaWoman, setelah tahu beberapa hal diatas tentang Tinder, apa yang akan RulaWoman lakukan?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Kamu Penyuka Tinder? Simak Dulu 9 Fakta Unik dan Aneh tentang Tinder yang Kamu Harus Tahu". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Fioney Sofyan | @fioneysofyan

I'm a Wealth Assets Management, a marathoner in training, forex and IDX stock market trader, a writer, a dreamer and a mother of 2 Angels.

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar