7K
Sepahit apa pun kejujuran merupakan obat yang selalu dapat menyelamatkan sebuah hubungan. Semanis apa pun kebohongan merupakan racun yang akan mematikan sebuah hubungan.

Banyak yang beranggapan berbohong demi kebaikan merupakan hal yang dapat dimaklumi. Sayangnya tidak semua kebohongan bisa membuat keadaan jadi lebih baik, meskipun sudah dipertimbangkan risikonya sebelum melakukan kebohongan tersebut. Apalagi untuk hubungan sepasang yang sudah terikat tali pernikahan. Kebohongan sekecil apa pun bisa berakibat fatal dan jadi alasan kuat pasangan menjadi ilfil.

Untuk hubungan persahabatan, sebuah kebohongan bisa saja tidak berdampak fatal akan terjadi perpecahan bila kebohongan tersebut demi kebaikan bersama. Tapi untuk hubungan suami istri, dengan alasan apa pun kebohongan tetaplah kebohongan yang bisa menjadi akar permasalahan keharmonisan pernikahan.

Untuk menghindari perpecahan akibat kebohongan, sebaiknya pahami hal berikut ini, RulaWoman.

1. Berpikir matang sebelum berbohong

Lihat situasi dan kondisi sebelum kamu ingin melakukan kebohongan, walaupun kamu menganggap kebohonganmu itu bukanlah hal serius dan demi kebaikan bersama. Seringnya malah dengan dalih demi kebaikan bersama justru malah akan jadi bahan tudingan hanya ingin menyelamatkan diri sendiri. Walaupun kebohongan yang dilakukan untuk menghindari keributan tapi tetap saja akan menimbulkan efek bom waktu yang bisa meledak kapan pun setelah kebohongan itu terungkap. Jadi pikirkan lagi dengan matang sebelum berbohong demi kebaikan, RulaWoman.


Photo Credit : knowledgenut.com

2. Pertimbangkan risiko dan efek dari kebohongan tersebut

Setelah berpikir matang dan mengambil keputusan apakah kebohongan akan tetap dilakukan atau tidak, sebaiknya kamu mempertimbangkan lagi risikonya jika kamu memilih untuk tetap melakukan kebohongan tersebut. Pahami sifat orang yang akan kamu bohongi, lihat bagaimana suasana hatinya dan permasalahan apa yang sedang terjadi di antara kalian. Jangan menganggap sepele hal yang berkaitan dengan kebohongan. Karena itu akan sangat sensitif sekali, RulaWoman.


Photo Credit : Dailymail

3. Lihat situasi dan suasana hati

Orang yang sedang sensitif biasanya tidak bisa mentolerir kesalahan sekecil apa pun. Pasangan yang tahu telah dibohongi akan semakin menilaimu sebagai pasangan yang tak dapat dipercaya lagi. Dengan alasan menghindari keributan atau demi kebaikan tidaklah bisa membuat pasanganmu berubah pikiran untuk tak menilai jelek kepribadianmu. Sepositif apapun pikiran seseorang tidak akan bisa memaafkan bila dibohongi oleh pasangannya sendiri.


Photo Credit : Xnet.com

4. Berbohong adalah selingkuh

Ini merupakan pemikiran alami seseorang baik dalam hubungan ikatan pernikahan atau hanya sekadar persahabatan. Siapapun tidak ada yang rela diselingkuhi, apalagi selingkuh hati. Karena kebohongan datangnya dari hati melalui ucapan dan tindakan. Dan itu merupakan hal yang sangat menyakitkan, RulaWoman.


Photo Credit : Broadley.vice.com

5. Berani jujur seburuk apa pun keadaan

Walaupun orang bilang jujur salah bohong pun makin salah, tetaplah berpatok pada pilihan pertama. Karena kejujuran adalah segalanya. Sepahit apa pun kejujuran masih bisa terobati dengan kata maaf dengan alasan khilaf. Tapi kebohongan yang manis akan tetap menjadi racun yang menghancurkan dan mematikan hubungan secara perlahan.


Photo Credit : padreblog.com

Tidak ada manusia yang bisa lepas dari khilaf dan dosa. Tapi sebaik-baiknya manusia adalah yang berani jujur walaupun telah membuat suatu kesalahan tak termaafkan. Jadi, sebaiknya hindari pemikiran berbohong demi kebaikan, RulaWoman.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Kebohongan Kecil Bisa Berakibat Fatal Bagi Sebuah Hubungan. Pahami 5 Hal Ini Sebelum Berpikir untuk Berbohong, RulaWoman!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Mel Ara | @melara

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar