15.6K

Sudah tahun 2017 nih, RulaWoman! It's time to move on by the way!

Kalau membahas move on, saya rasa sebagian besar orang punya pikiran serupa, “Its all about love”. Definitely, yes!!! Hahaha, tetapi enggak hanya masalah cinta yang perlu sikap move on, loh! Move on itu seperti hijrah, pindah atau beralih menuju yang lebih baik dari sesuatu yang berdampak tidak baik.

Move on itu macam-macam. Mulai dari keadaan karir yang nggak memberikan kemajuan dalam karir alias jalan di tempat atau gaji seuprit kerjaan seperti gaji 2 milyar, move on dari kebiasaan buruk dan malas, move on dari makan gorengan dan masih banyak lagi! Enggak hanya love melulu, kan? Tapi memang, topik move on itu paling sedap dikaitkan sama masalah percintaan. Nah, karena itu saya akan membahas move on dari pasangan yang sebaiknya tidak perlu dipertahankan.

Banyakan susahnya dari pada senengnya

Nah, coba perhatikan wahai pasangan-pasangan yang sedang di mabuk cinta. Apakah kamu-kamu sekalian lebih sering ngerasa gondok menghadapi pasangan kalian masing-masing? Persoalan kecil jadi besar padahal kalian sudah sering membahas masalah yang sama. Mulai dari ngobrol baik-baik sampai pakai urat tetap aja enggak nemu ujungnya, ujung-ujungnya adu mulut lagi dan capek hati. Lebih banyak berantem, sedih, galau padahalkan punya pacar! Nah, mending kalau begini single aja,daripada sudah punya pasangan banyakan galaunya.

No Balance! Pengorbanan hanya dari satu pihak!

Kadar pengorbanan kamu rasanya lebih besar daripada dia tetapi berujung enggak enak hati di satu pihak! Misalnya, kamu berusaha nurutin maunya pasangan supaya kamu selalu menyediakan waktu buatnya, tapi, giliran kamu hang out sama teman-teman yang hanya satu kali dalam seminggu dan cuma 4 jam, deh, paling maksimal dalam sehari, terus pasangan kamu marah-marah enggak rela waktunya dibagi sama-sama teman-teman kamu itu?

Duh, belum berumah tangga sudah berani bikin peraturan ketat begini, bagaimana kalau sudah menikah nanti, ya? Yakin, mau bertahan? Sementara waktu kamu akan habis bersama dia, hanya untuk menuruti keinginan dia tanpa ada kesempatan sedikit pun yang membuat kamu merasa bahagia atau paling enggak hubungan timbal balik yang lancar? Coba, dipikir-pikir lagi, ini enggak sesusah ilmu fisika, kok! Jawabannya, sih, ada di hati masing-masing dan enggak perlu pakai rumus.

Posesif yang kebangetan!

In the name of love, possessive means loving and caring! Is it true??? Posesif yang dimaksud di sini benar-benar kelewat batas. Mau kemana aja, pacar selalu ngintil! Sudah enggak bisa bedain lagi antara urusan pribadi, kerjaan, keluarga semuanya tumplek jadi satu. Hape harus nempel di tangan , kalau sampai telat jawab telepon dari dia, bisa ngamuk-ngamuk kayak mau makan orang. Nyahahaha, yakin posesif yang model begini jadi jaminan kalian bakal langgeng? Yakin enggak merasa terbebani dengan adanya peraturan ini?

Merasa pacar posesif? Cek and ricek lagi, apakah dia posesif benar-benar sayang, atau justru merasa insecure takut kehilangan kamu karena sebenarnya dia punya selingkunghan? Oops, ini, sih cuma kamu dan Tuhan yang tahu jawabannya. Yang jelas, pasti ada sebabnya kenapa pacar kamu terlalu posesif, pastikan aja bukan karena ada orang ketiga, keempat kelima dan seterusnya. :p

He just not in to you

Wah, ini perkara yang susah dibenerin. Cinta enggak bisa dipaksain! Jangan buru-buru kesel dan marah kayak singa, kalau nge-gap-in pacar kamu lagi asik mesra-mesraan sama orang ketiga atau kesepuluh! Mungkin, selama ini, kamu yang kurang peka, sebenernya pacar kamu memang sebenarnya sudah kasih sinyal buat putus tapi kamu tetep kekeh mati-matian mempertahankan pacar.

Atau mungkin pacar hanya mengumbar janji-janji palsu tanpa ada ujungnya dan realisasinya. Setiap kali ditagih janjinya buat ketemu, atau LDR yang katanya pacar mau datang, terutama buat yang di posisi cewe, nih, sampai Bang Toyib udah pulang ke keluarganya, dia belum nongol-nongol juga. Hanya berani di mulut saja... Wah, wah sekali lagi yakin kamu enggak mau move on dengan pacar yang kayak gini? Waktu kamu akan habis terbuang, lho. Barangkali justru ada orang lain yang lebih menaruh hati sama kamu, tapi karena kamu mati-matian pakai kacamata kuda orang ini justru tak terlihat! Yang terlihat hanya pacar kamu yang sibuk mencari alasan untuk menghindar dari kamu, hehehe.

Yes, I Move On!

Sudah bisa move on? Selamat kamu lulus! Eits, tapi, tetap marah, tersinggung, ngambek kalau ada orang ngomongin mantan pacar? Wow, tunggu dulu, ini berarti belum selesai masalahnya. Selesaikanlah sampai kamu benar-benar merasa lega dan enggak tersinggung ketika orang lain membicarakan dia yang pernah ada di hati kamu.

Jangan dibawa sakit hati terlalu dalam, dibawa santai saja. Coba aja cari obat move on sampai ke negeri Cina, enggak akan ada! Kecuali, niat dari diri sendiri dan enggak ada cara lain selain benar-benar merelakan and no hard feelings.

Semoga penjelasan ini bisa bermanfaat dan buat yang masih pakai kacamata kuda mudah-mudah besok udah bisa diganti dengan kacamata beneran yang lebih jernih ya. Jangan ragu untuk move on agar kesempatan baik tidak hilang sia-sia.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Khusus Buat Kamu yang Punya Resolusi Khusus di Tahun 2017 : Move On dari Kegalauan Cinta, Yuk !". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Annisa Rufaida | @annisarufaida

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar