409
Sudah tahu belum, RulaWoman? Kalau ada versi lebih parahnya dari PMS untuk kita para perempuan, yaitu PMDD?

Pernah nggak sih kamu merasa ingin marah-marah terus, emosional, dan ingin makan coklat seharian? Pasti teman kamu bertanya, “Mau datang bulan, ya?”. Seperti yang sudah sering kita alami, gejala Premenstrual Syndrome atau PMS itu sangat tidak nyaman. Rasanya kamu jadi uring-uringan, tidak bisa bekerja dengan baik, badan rasanya ngilu-ngilu dan belum lagi kram. Tapi tahu nggak sih, RulaWoman? Apa yang dialami perempuan-perempuan yang sedang PMS tidak sebanding dengan apa yang dirasakan oleh pengidap PMDD, loh. Apa sih itu PMDD? Yuk, cari tahu!

Premenstrual Syndrome

Sebelum kita bicara soal PMDD, lebih baik mengetahui lebih lanjut soal PMS terlebih dahulu. Sebenarnya, apa sih PMS yang sering disebut-sebut itu? Premenstrual Syndrome atau PMS adalah berbagai macam gejala (sindrom) yang muncul seiringnya siklus menstruasi perempuan. Gejala-gejala tersebut berupa gejala fisik, mental, dan perilaku. Gejala-gejala ini muncul akibat akibat respons organ dan sistem tubuh terhadap meningkatnya kadar hormon reproduksi, yaitu progesteron, pada masa itu.

Photo credit: The Independent

Gejala-gejalanya antara lain:

  • Badan letih, pegal, linu
  • Jerawat
  • Nyeri pada kepala, perut bagian bawah, punggung, dan payudara
  • Gangguan pencernaan
  • Perubahan nafsu makan
  • Mood swings
  • Gangguan konsentrasi
  • Susah tidur, dan lain-lain

Gejala-gejala yang terjadi muncul beberapa hari sebelum menstruasi dan akan hilang secara sendirinya di hari pertama atau kedua. Hampir 80% perempuan di dunia ini mengalami PMS, loh! Namun gejalanya tiap orang berbeda. Bahkan untuk satu perempuan pun gejalanya bisa berbeda tiap siklus. Dari angka tersebut ternyata diperkirakan 3-8% nya mengidap PMDD, yang merupakan jenis lebih parah dari PMS.

Premenstrual Dysphoric Disorder

Photo Credit: Women's Health

Orang-orang dengan PMDD memiliki gejala yang hampir sama dengan PMS. Periode terjadinya pun sama seperti PMS, yakni 7-14 hari sebelum menstruasi. Tidak seperti PMS, PMDD berdampak sangat serius untuk kita dan tergolong sebagai gangguan kesehatan mental. Jika mungkin PMS menyebabkan kita memiliki banyak keluhan fisik dan menjadi moody, PMDD akan menyebabkan depresi dan gangguan-gangguan mental lainnya. Penderita PMDD biasanya merasa tidak bertenaga, merasa tidak berguna, cemas, tegang, menjadi mudah sedih juga menangis, konflik batin, merasa tidak ada semangat untuk hidup, penurunan minat terhadap aktivitas yang biasa dilakukan atau disukai, dan sebagainya. Dengan kata lain, pengidap PMDD memiliki tingkat gangguan mental yang lebih berat daripada penderita PMS biasa.

Gejala-gejala ini sangat parah sehingga banyak pakar yang mengasosiasikan PMDD dengan keinginan bunuh diri para pengidapnya. Perempuan dengan PMDD cenderung tidak bisa mengendalikan perilaku emosional mereka, berbeda dengan pengidap PMS yang bisa mengatasi gejala yang mereka alami dengan sendirian. Bisa dibilang, PMDD menyebabkan mudahnya seorang perempuan terkena depresi dan hal ini akan mengganggu pekerjaannya, hubungan keluarga, hubungan percintaan, dan sebagainya. Diduga, pengidap PMDD memang sebelumnya sudah memiliki kerentanan psikis. Mungkin saja seseorang dulu memiliki riwayat depresi, bipolar, atau memiliki keluarga dengan gangguan mental tersebut. Nah, perubahan hormon inilah yang menjadi pemicu kambuhnya penyakit-penyakit tersebut.

Apakah Bisa Sembuh?

Photo credit: NetDoctor

Jika kamu atau orang-orang terdekatmu diduga memiliki PMDD, hal yang pertama harus dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter. Untuk yang belum berkonsultasi dengan dokter, jangan khawatir, PMDD bisa diredakan dengan melakukan hal-hal ini:

Olahraga Rutin

Olahraga bisa meningkatkan produksi serotonin yang bisa membantu menjaga moodmu. Sebaiknya dilakukan secara rutin agar mood selalu baik, 3-5 kali seminggu.

Hindari Makanan-makanan Tertentu

Hindari makanan yang tinggi garam karena bisa menyebabkan kembung. Minuman dengan kafein dan alkohol juga akan menyebabkan moodmu menjadi lebih buruk, loh.

Konsumsi Makanan-Makanan Ini

Banyaklah makan makanan yang tinggi akan vitamin B seperti daging, kacang-kacangan, telur, dan produk susu untuk menjaga kestabilan mood. Konsumsi juga karbohidrat kompleks agar menjaga kadar gula tetap tinggi. Kalsium, magnesium, asam folat dan suplemen asam lemak esesnsial juga dapat meringankan gejala PMS.

Jika Dibutuhkan, Konsumsi Antidepresan

Orang-orang yang sudah berkonsultasi ke dokter mungkin akan disarankan untuk menggunakan antidepresan SSRI seperti Fluoxetine, Paroxetine, dan sebagainya. Tentu saja, penderita harus konsultasi dengan dokter dan tidak boleh sembarangan meminum obat-obatan ini.

BACA JUGA


Katakan Tidak Pada Stress! Lakukan Hal-hal Berikut Ini Agar Stress-mu Teratasi!

Katakan Tidak Pada Stress! Lakukan Hal-hal Berikut Ini Agar Stress-mu Teratasi!

Tak jarang perempuan merasakan stress yang mungkin saja disebabkan oleh pasangan, kerjaan, ekonomi, dan lain-lain. Bagi RulaWoman yang ingin ...

Read more..

RulaWoman, kita sebagai perempuan harus lebih menjaga kesehatan fisik dan mental kita. Saat-saat menstruasi adalah waktu paling rentan bagi para perempuan untuk terkena berbagai penyakit dan gangguan mental, sehingga kita harus tetap sedia dan waspada di saat-saat ini. Apabila kamu merasa PMS-mu bukan sekadar PMS dan sesuatu yang lebih berat lagi, kemungkinan kamu mengidap PMDD. Jangan takut untuk meminta pertolongan orang lain dalam hal ini dan jangan biarkan hidupmu terhenti karenanya. Bila orang tercinta mengidap ini, teruslah dukung dan bantu mereka. Tetap berjuang and stay health, RulaWoman!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Lebih Gawat dari PMS! Sudah Kenalkah Kamu dengan Premenstrual Dysphoric Disorder?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Khansa Nadhifa | @khansanadhifa

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar