1K
Tidak selamanya kesalahan itu bersumber dari pihak luar. Coba pandang ke dalam, dan pahami filosofi menunjuk orang lain. Satu telunjuk mengarah ke orang lain, tapi jari yang lain menunjuk ke arahmu sendiri.

Kedewasaan seseorang biasanya diukur dari tingkat emosionalnya. Bila menghadapi persoalan apalagi mengenai urusan hati dan perasaan biasanya akan sangat cepat bergejolak bagi kaum perempuan. Itu wajar saja, mengingat tingkat kecemburuan perempuan lebih besar dibanding laki-laki. Lalu apa yang sebaiknya kamu lakukan jika ada orang ketiga dalam hubunganmu bersama pasangan?

Marah sudah pasti. Tapi apa lantas kamu harus menyalahkan pihak ketiga tersebut? Coba kamu dalami lebih lanjut. Siapa yang sebenarnya patut untuk dipersalahkan. Orang ketiga tersebut atau justru pasanganmu. Atau jangan-jangan justru kamu sendirilah sumber utama dari terjadinya kesalahan tersebut.

Bingung? Nggak perlu, RulaWoman. Sebaiknya ini yang kamu lakukan.

1. Cari tahu secara terbuka

Tak perlu menyembunyikan apapun terhadap pasangan termasuk kekecewaan. Apalagi ini menyangkut masalah baik dan buruk juga kelangsungan hubunganmu bersama pasangan. Jadi sebaiknya cari tahu akar permasalahannya secara terang-terangan dengan diketahui pasangan. Agar kalian bisa memperbaiki kondisi hubungan mengapa sampai ada orang ketiga. Komunikasikan dengan baik dan kepala dingin. Tak perlu mengumbar emosi.


Photo Credit : duwun.com

2. Dekati orang ketiga dengan sepengetahuan pasangan

Apa yang membuat pasanganmu membutuhkan orang ketiga dalam hubungan kamu berdua? Itu yang perlu kamu ketahui langsung dari orang ketiga tersebut. Tak perlu menghakimi dan menuding kesalahan dari satu pihak tertentu. Justru dengan mendekati orang ketiga secara baik-baik akan membuka pemikiranmu terhadap keinginan pasangan. Kamu jadi bisa introspeksi diri mengapa pasangan sampai membutuhkan orang lain dan tak cukup hanya dengan kamu saja.


Photo credit : depositphotos

3. Ambil keputusan tanpa emosi

Tak ada yang bisa menghalangi perasaan seseorang yang sedang jatuh cinta. Karena perasaan manusia itu alamiah dan tak ada yang bisa mendominasinya dari pihak luar selain diri sendiri yang mengendalikannya. Setelah kamu mencari tahu dan mendekati orang ketiga dan sudah tahu jelas duduk permasalahannya, saatnya untukmu mengambil keputusan yang tepat.

Bila pasanganmu sudah jujur dan mengutarakan keinginannya dengan lugas, sebaiknya kamu menghargai apa pun keputusan yang sudah kamu ambil bersama. Bila tetap ingin melanjutkan hubungan, bicarakan konsekuensi apa saja yang harus dijalankan setelah permasalahan dengan orang ketiga bisa dituntaskan.

Jangan pernah mengambil keputusan dalam keadaan emosi, baik atau pun buruk yang dijalani adalah pilihan. Jadi yakinkan dirimu untuk tetap bertahan dengan pilihanmu seburuk apa pun itu.


Photo Credit : apovix.com

Mengharapkan mendapatkan yang terbaik dalam hidup semestinya haruslah diimbangi dengan telah memberikan yang terbaik pula. Apa yang kita tanam itulah yang akan dituai kemudian. Maka jika sudah merasa memberikan yang terbaik tapi hasilnya tidak juga baik, itu adalah faktor keberuntungan, RulaWoman. Kembali lagi terhadap keyakinan diri, tetap jalani, perbaiki dan menerima dengan ikhlas atau sudahi dan teruskan hidup tanpa penyesalan.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Marah sama Orang Ketiga? Nggak Perlu! Ini yang Sebaiknya Kamu Lakukan, RulaWoman". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Mel Ara | @melara

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar