1.2K
Memulai bisnis identik dengan berbagai macam kesulitan yang menyertainya, mulai dari masalah modal, hingga operasional, tapi bukan tidak mungkin dilakukan. Cerita saya buktinya!

Umur saya waktu itu 23 tahun. Saya baru bekerja di sebuah perusahaan konsultan IT sebagai web programmer selama 2,5 tahun. Kedua orang tua saya yang merupakan pegawai negeri, berharap saya akan seperti mereka, bekerja dan meniti karir hingga masa pensiun tiba. Tapi saya punya rencana lain.

Passion saya jelas sejak kecil, saya suka membaca. Saya membaca apa saja, mulai dari kamus, hingga buku komik. Kesukaan saya ini terbawa hingga saya besar. Saya bisa membeli 5-6 buku dalam seminggu. Intinya, saya tergila-gila membaca! Sayangnya, hobi membaca ini tidak dibarengi dengan kemudahan saat berbelanja online. Saat itu, saya harus memasukkan data saya berulang kali saat belanja buku online. Sebagai seorang programmer, saya terusik dengan kenyataan tersebut, karena saya tahu, ada alternatif teknologi yang lebih baik.

Hasil makan siang dengan teman-teman sekantor saya, menghasilkan sebuah ide: membuat toko buku online kita sendiri!

Ide ini tentu bisa dibilang gila, karena tak ada satu pun dari kami yang paham bisnis toko buku. Dengan modal passion yang kuat, kami pun berkata: Why Not!


Kami mulai membagi tugas. Kami patungan modal, setiap orang menyetor Rp 1.000.000 saja, hasil menabung uang gaji kami. Sebagian dari kami mengurusi teknologi seperti pembuatan desain web dan pembangunan mesin website, sebagian lain mempersiapkan buku dan logistik seperti pengiriman. Kami bawa rancangan toko buku online kami ke penerbit dan penerbit pertama pun langsung menyatakan bersedia bekerja sama dengan kami. Saat yang benar-benar membahagiakan!

Saat kami menjual buku pertama, Harry Potter, kami akhirnya merasa bahwa kami benar-benar telah berbisnis. Dalam setahun, bisnis kami berkembang pesat, sehingga saya akhirnya mengambil keputusan untuk berhenti dari pekerjaan saya sebagai web programmer dan fokus untuk membangun bisnis saya.



Saat itu tahun 2007 dan perjalanan bisnis saya bergulir dari situ. Menjadi pebisnis membuat saya memiliki waktu yang fleksibel untuk menulis. Saya mulai menulis buku, dari 1 buku hingga sekarang saya sudah menulis 30 buku. Tahun 2010, saya dan partner membuka bisnis baru di bidang perbukuan yaitu situs penerbitan mandiri NulisBuku.com, berawal dari kesulitan saya menerbitkan salah satu buku saya. Dari NulisBuku.com, kami membuat platform menulis online Storial.co di tahun 2015 untuk menyediakan wadah bagi para penulis buku untuk berkarya secara online bab per bab, dan terakhir, saya sedang bekerja dan mengembangkan Zetta Media Network dengan 12 portal lifestyle termasuk RULA di tahun 2016.



Dari sebuah langkah kecil dan banyak ketidaktahuan, saya tumbuh menjadi seorang pengusaha wanita dengan bisnis teknologi yang berfokus pada konten, bidang yang sangat saya gemari, sebuah kenyataan yang dulu tak terbayangkan untuk saya. Saya juga aktif mengembangkan komunitas startup StartupLokal dan juga mencoba menginspirasi perempuan untuk lebih banyak menggunakan teknologi melalui Girls in Tech Indonesia. Saya ingin berbagi lebih banyak.

BACA JUGA


Baca ini! 7 Bisnis Aneh di Dunia yang Dapat Menarik Keutungan Besar

Baca ini! 7 Bisnis Aneh di Dunia yang Dapat Menarik Keutungan Besar

Ternyata bisnis yang tidak masuk akal bisa membawa keungtungan yang besar loh, Rula Woman

Read more..

Saya mencintai pekerjaan saya dan impact yang perusahaan saya berikan pada jutaan anak-anak muda di Indonesia. Dan ini semua tak akan terjadi, jika dulu saya tidak pernah berkata: Why Not!

Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Memulai Bisnis di Usia 23 Tahun, Bermodal Kurang dari Rp 5 Juta? Why Not!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ollie | @salsabeela

I'm a writer & Chief Content Officer of Zetta Media Network

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar