9.7K

Bagiku di dunia ini ada dua tipe lelaki. Tipe pertama adalah lelaki yang sangat sopan santun dan baik hati sehingga banyak perempuan yang berhasil dibuat baper olehnya. Tipe yang kedua adalah lelaki yang sangat dingin dan sedikit berbicara biasanya perempuan dibuat penasaran olehnya. Aku punya beberapa teman lelaki tipe pertama yang tidak pernah berhasil meluluhkan hatiku karena aku tau sifat asli mereka memang seperti itu. Mereka rela membantu siapa saja dan bersikap lembut pada perempuan bukan karena mereka menyukai perempuan itu, tapi memang itulah ajaran keluarganya yang selalu mereka pegang. Sedangkan tipe kedua adalah tipe yang membutuhkan effort lebih untuk aku bisa mengenal mereka. Oleh karena itu tipe kedua ini lah yang selalu membuatku penasaran.

Ada seorang lelaki sebut saja namanya Gembul, dia seorang introvert dengan tatapan mata yang tajam. Beberapa orang bahkan takut menatap matanya. Kadang akupun seperti itu. Dia tidak pernah memposting satupun foto di instagram walaupun dia memiliki akun instagram yang aktif. Oleh karena itu sangat sedikit informasi yang bisa didapatkan dari si Gembul ini.

1. Hari pertama, beranikan diri untuk buka percakapan dengannya


Aku mulai memberanikan diri untuk memulai pembicaraan terlebih dahulu via texting dengan memberikannya link sebuat artikel tentang anak jalanan dan memintanya untuk membaca artikel tersebut. Surprisingly, dia merespon walau sangat singkat. Aku masih penasaran dan mulai membuka pembicaraan tentang hal lain seperti hewan peliharaan yang akan aku pelihara. Aneh memang, sudahlah, aku tidak punya topik lain saat itu. Aku menyebutkan satu trah anjing dan dia meminta foto dari anjing yang ingin aku pelihara. Aku dengan bersemangat mencari anjing tersebut di internet dan mengirimkan beberapa gambar padanya dan dia dengan singkat menjawab “lucu juga”. Di situ rasanya aku ditipu habis-habisan. Aku pikir dia mulai tertarik dengan topik yang aku bicarakan dan topik ini bisa membuat dia berbicara lebih banyak padaku. Ternyata tidak! Dia hanya basa-basi saat meminta foto trah anjing yang aku maksudkan. Aku sudah cape-cape memilih foto terlucu dari banyak foto lucu. Tapi aku tidak menyerah! Aku menanyakan jenis anjing apa yang ingin dia pelihara dan dia dengan singkat menjawab “anjing kampung juga oke”. Buat aku itu suatu alarm kalau dia tidak ingin melanjutkan perbincangan ini.

2. Hari kedua, cari ide pembicaraan lain

Aku memintanya untuk menulis surat penyemangat untuk anak-anak yang aku ajar dan dia mau. Hanya itu saja, akupun terlalu malas untuk melanjutkannya.

3. Hari ketiga, sapa dia dengan ucapan selamat pagi


Aku mengirimkan ucapan “selamat pagi” tapi dengan emoji yang seakan-akan aku jijik. Karena memang bukan aku banget kalau harus mengucapkan selamat pagi di texting. Dia membalas “pagi” dengan emoji yang sama. Lalu aku berkata “Oh! you’re so annoying!” dan dia membalas “Ya saya tau itu” lengkap dengan emoji senyum memakai kacamata hitam. Dia memakai kata ‘saya’ biasanya dia memakai kata ‘gue’ itu cukup menunjukkan kalau dia ingin menjaga jarak denganku. Menyebalkan!

4. Hari keempat, dia ternyata punya sisi lain yang sebelumnya tak kuketahui

Aku sudah berniat ini terakhir kalinya aku menghubunginya untuk eksperimen ini. Kalau hari itu dia masih sangat dingin dan mungkin memang akan seperti itu, aku akan menyerah saja dengan eksperimen ini. Hari itu aku tidak menyapa ‘selamat pagi’ terlebih dahulu, aku langsung bercerita tentang motivasi aku dalam melakukan apapun. Aku tidak ingin menunjukkan kepada orang-orang apa saja yang sudah aku lakukan tapi aku ingin mereka ikut peduli dengan sekitar terutama dalam kasus anak-anak. Banyak orang yang suka dijadikan tempat untuk menceritakan masalahnya karena merasa dipercaya jadi aku memakai trik itu agar dia merasa bahwa aku mempercayai dia dan dia bisa dengan sok dewasanya menceramahi aku tentang banyak hal. Tak apalah diceramahi yang penting dia bisa berbicara lebih banyak. Tapi yang terjadi adalah? Dia tidak seperti kebanyakan orang! Dia malah berkata bahwa dirinya pun mengalami hal yang sama. Susah sekali untuknya untuk tidak membuktikan siapa dirinya pada dunia karena ternyata dia sangat memperdulikan apa kata orang tentang dirinya. Dia ingin sekali menarik hati banyak orang sedangkan dia itu itu bukan hal yang baik untuk dilakukan. Aku sedikit syok karena aku pikir orang yang dingin seperti itu memiliki dunia sendiri yang hanya dia saja yang bisa masuk di dalamnya tapi ternyata tidak. Perkataan orang-orang di sekitarnya pun sangat berpengaruh untuknya.

5. Hari kelima, nasihatnya yang luar biasa bijaksana


Saat itu aku diajak ke panti asuhan untuk bakti sosial. Aku tidak tau apa itu bakti sosial, tapi selama di dalamnya aku bisa berinteraksi dengan anak-anak, aku pun tertarik. Lalu aku meminta saran dari dia bagaimana harus menghadapi anak-anak panti asuhan karena aku belum pernah menghadapi anak-anak panti asuhan sebelumnya sedangkan dia pernah ditugaskan untuk membantu sebuah panti asuhan. Dia kembali mengeluarkan kalimat yang cukup mengejutkan untukku. Dia bilang jadilah tenang dan sederhana. Mungkin hari itu dia tau bahwa aku terlalu cemas, tapi perkataannya memang benar.

6. Hari keenam, tentang aku, dia dan kecintaannya pada kucing

Saat itu kucing di tempat aku mengajar baru saja melahirkan. Aku mengirimkan foto anak-anak kucing kecil yang lucu itu padanya. Dia merespon lebih panjang tentang kucing. Dia sepertinya sangat menyukai kucing. Dia bahkan menyuruhku untuk melihat proses tumbuh kembang kucing di Youtube agar pemikiranku tentang kucing sedikit berubah.

7. Hari ketujuh, dia menghubungiku duluan!

pexels.com

Hari itu dia bercerita tentang seorang tokoh agama yang kukenal datang ke tempat kerjanya.

Iya! Dia bercerita tanpa aku tanya terlebih dahulu!

Setelah itu aku bertanya apa yang dibicarakan oleh tokoh agama itu, walau sebenarnya aku tidak terlalu tertarik. Tahu gak apa yang terjadi RulaWoman? Dia meneleponku! Saat itu aku kesulitan sinyal sehingga tidak bisa mengangkat teleponnya.

RulaWoman, aku sendiri masih belum tau dengan jelas kenapa dia mau terbuka padaku setelah 7 hari berlalu. Namun demikian, banyak hal yang aku pelajari selama seminggu terakhir ini. Aku bukan orang yang sangat ramah. tapi ternyata banyak juga orang di sekitarku yang terlihat tidak peduli pada dunia, namun memiliki hati yang baik. Pada akhirnya, mengenal seseorang lebih dekat akan selalu mengajarkan kita banyak hal. Bagaimana menurutmu RulaWoman? Apa kamu memiliki pengalaman yang serupa denganku?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Memulai Percakapan Dengan Laki-Laki yang Sama Selama 7 Hari Berturut-turut? Saya Menemukan Hasil yang Mengejutkan di Akhir Minggu, RulaWoman!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Wesa Theslan Bhadrasana | @wesabhadrasana

an encourager who writes about art, children, food, friendship, love, music and women. instagram: @wesabhadrasana email: wesabhadrasana@gmail.com

Bagaimana menurutmu?