1K
We are what we repeatedly do. Excellence, then, is not an act but a habit. – Aristotle

Pernah nggak kamu berpikir untuk mengubah salah satu kebiasaan dalam hidupmu, atau malah menciptakan satu saja kebiasaan baik yang baru? Prinsipnya, ketika kamu tidak terbiasa melakukan sesuatu, tentu akan lebih sulit rasanya. Tapi sebaliknya, jika kamu mencoba membiasakan diri, maka setiap hari kamu akan melakukan hal-hal baik tersebut sebagai rutinitas, RulaWoman! Nah, sekarang banyak anak-anak muda yang sudah mencoba melakukan Social Experiment dalam keseharian mereka.

Kamu juga bisa lho, jika ingin mencobanya!

Photo credit: www.adweek.com

Apa itu Social Experiment?

Secara umum, social experiment adalah sebuah kebiasaan baik yang bisa kamu coba untuk lakukan setiap harinya dalam jangka waktu tertentu. Jika kamu merasa social experiment-mu menarik, kamu juga bisa melanjutkannya untuk jangka waktu yang lebih lama, kok! Bentuk dari social experiment ini juga beragam, mulai dari hal-hal kecil hingga hal-hal yang besar dan berpengaruh bagi orang banyak. Di antaranya:

1. Mencoba hidup dengan uang maksimal Rp 50.000,- sehari

2. Memberikan sedekah sejumlah yang telah kamu tentukan kepada pihak-pihak yang membutuhkan

3. Mengonsumsi buah atau sarapan sehat lainnya setiap pagi

4. Menulis kebaikan-kebaikan yang ada dalam hidupmu di sebuah jurnal setiap harinya. Hal ini mulai banyak dilakukan orang, bahkan selebritas. Biasanya, mereka menyebut jurnal ini sebagai gratitude journal.

5. Mengiyakan semua permintaan tolong teman selama beberapa hari

Jangka waktu?

Sebenarnya social experiment tidak punya jangka waktu yang baku. Kamu bisa mencobanya selama apa pun yang kamu inginkan. Biasanya, sih, social experiment dilakukan dalam rentang waktu 7 hari, 14 hari, dan seterusnya. Tidak sedikit orang yang akhirnya mulai melakukan kebiasaan social experiment mereka tanpa jangka waktu, which mean mereka akan melakukan hal itu untuk seterusnya sepanjang hidup.

Mengapa social experiment?

Tahu nggak, RulaWoman, bahwa social experiment sebenarnya bertujuan untuk melatih diri melakukan hal-hal baik setiap harinya. Minimal satu saja kebiasaan baik yang kamu lakukan, sedikit banyak pasti berpengaruh bagi dirimu sendiri. Bahkan jika kamu melakukan kebiasaan baik yang lebih luas cakupannya, kamu bisa membawa pengaruh baik bagi orang lain di sekitar.

Photo credit: freddiescott

Kemudian, seperti sih, apa proses sebuah social experiment?

Selama 7 hari ini, saya melakukan sebuah social experiment sendiri. Saya bertekad untuk membantu usaha teman-teman baik berupa online shop maupun toko offline lewat promosi di media sosial. Setelah menawarkan ke teman-teman, ternyata banyak juga yang tertarik. Selama beberapa hari saya kemudian mengumpulkan informasi mengenai usaha-usaha mereka, dan mempostingnya di Twitter secara berkala. Tidak perlu lewat kalimat panjang dan banyak tweet, hanya info singkat guna memperkenalkan usaha teman-teman ke user Twitter. Saya yakin sedikit banyaknya pasti ada orang yang membaca dan jadi tahu bahwa toko mereka ‘ada’.

Dan setelah melewati jangka waktu seminggu penuh, saya mulai bisa melihat hasilnya. Beberapa teman Twitter menghubungi saya untuk menanyakan beberapa iklan yang saya tayangkan di linimasa. Ternyata, kebiasaan kecil yang kita lakukan selalu bisa membawa pengaruh, kok, RulaWoman!

Nah, berikut adalah 5 manfaat dari social experiment yang sudah saya lakukan. Siapa tahu kamu ingin mencoba social experiment dalam bentuk yang berbeda, tak ada salahnya!

1. Memperkenalkan usaha/toko kepada orang banyak

Informasi yang disebarkan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan awereness terhadap suatu hal, termasuk usaha. Lewat social experiment tersebut, secara langsung maupun tidak langsung saya telah memperkenalkan usaha teman-teman saya kepada banyak orang –terutama mereka yang follow saya di Twitter.

2. Menambah pelanggan baru

Dan orang-orang yang mengenali usaha/toko teman-teman saya lewat Twitter, bukan tidak mungkin akan menjadi pelanggan mereka yang baru, kan, RulaWoman? Hihi.

3. Meningkatkan penjualan

Masih berhubungan dengan poin kedua. Jika pelanggan bertambah, tentu penjualan juga akan meningkat. Dengan begitu, walau lewat hal kecil, social experiment saya telah membawa pengaruh bagi orang lain.

4. Menciptakan jangkauan yang lebih luas

Selain itu, toko/usaha mereka juga akan memiliki jangkauan yang lebih luas. Jika selama ini mereka mempromosikannya kepada teman masing-masing, kali ini saya mempromosikannya kepada teman-teman saya.

5. Melatih diri sendiri

Selain berpengaruh bagi teman-teman, social experiment kali ini juga berpengaruh bagi diri saya sendiri. Bagaimana pun, saya sudah berkomitmen untuk posting tweet selama seminggu. Walau terkadang hampir lupa dan nyaris melewatkannya di hari-hari tertentu, tapi kelamaan saya jadi terbiasa dan terus ingat bahwa setiap sore saya harus posting mengenai social experiment. Saya terlatih untuk memenuhi janji dan tidak melanggar komitmen yang sudah saya buat dengan diri sendiri.


Poin penting dari social experiment memang melatih kebiasaanmu sehari-hari, RulaWoman! Jika kamu mencobanya sendiri, pasti hasilnya pun berbeda dengan orang lain. Nah, jadi, kamu akan melakukan rutinitas apa untuk social experiment-mu sendiri?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mencoba Rutinitas Baru yang Lebih Baik Melalui Social Experiment, Kamu juga Bisa Lho, RulaWoman!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Mput | @petronelaputri

a weird woman who love an adventure more than the flowers bouquet // sometime blogging // enjoy her random life

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar