4.4K
All progress takes place outside the comfort zone. ~Michael John Bobak
Sumber foto : dok.pribadi

Harry Anggie, laki-laki kelahiran Jakarta, 11 Januari 1985 ini punya segudang kegiatan yang cukup menginspirasi, selain bekerja tentunya. Baginya, padatnya rutinitas bekerja bukan halangan untuk bisa melakukan banyak hal yang berguna buat orang lain. Berikut rangkuman kisahnya untukmu, RulaWoman.

“Hidup saya benar-benar dimulai ketika saya berani keluar dari zona nyaman”

Sumber foto: dok.pribadi

Bekerja dengan gaji tinggi di sebuah perusahaan retail membuat Harry merasa nyaman. Sempat terjebak dengan kondisi “aman” dengan gaji besar tapi merasa “do nothing” karena waktu habis tersita di pekerjaan. Laki-laki pecinta anjing ini pun memberanikan diri untuk take a risk, dengan memutuskan untuk resign dan bekerja di perusahaan di mana masih ada waktu untuk bisa menikmati "kehidupan lain" selain bekerja.

“Awal kecintaan saya pada dunia lari…”

Sumber foto: dok.pribadi

Siapa sangka lewat pemikiran awal bahwa lari adalah olahraga yang mudah dan murah akan membuat Harry jatuh cinta pada dunia lari. Di mana semua berawal saat ia bergabung dalam sebuah komunitas lari, Indorunners pada tahun 2012. Sejak saat itu, lulusan ITB jurusan arsitektur ini mulai rutin mengikuti berbagai perlombaan lari, tak hanya di Jakarta, tapi juga merambah ke mancanegara, seperti Tokyo Marathon.

“Buat saya, hidup akan lebih bermakna ketika saya bisa doing something for others

Sumber foto : dok.pribadi

Bagi Harry, kesenangan yang didapat dari olahraga lari, tentu akan lebih bermakna bila bisa berguna buat orang lain. Untuk itu, ia pun memutuskan untuk bergabung dengan gerakan Nusantarun, sebuah wadah menyalurkan hobi sambil berdonasi untuk membangun sekolah. Selain di Nusantarun, Harry juga aktif sebagai relawan pengajar di Kelas Inspirasi (KI) dan Kelas Inspirasi Jelajah Pulau (KIJP).

“Selain bekerja dan aktif di kegiatan sosial, saya juga mencoba bagaimana serunya dunia entrepreneurship...”

Orang bilang menjadi seorang entrepreneur itu “enak” karena punya kebebasan waktu. Bagi Harry, menekuni dunia entrepreneur punya keseruan tersendiri. Bersama dengan dua orang temannya, Harry merintis “Maetala Project” di mana produk utamanya adalah jam tangan etnik.

“Meniti karir, serunya berwirausaha, dan indahnya berbagi”

Sumber foto: dok.pribadi

Beberapa kegiatan mesti “dikorbankan” mengingat keterbatasan waktu. Dan bagi Harry, kuncinya ada pada skala prioritas. Di mana prioritas utamanya adalah bekerja. Di sela padatnya pekerjaan, penyuka warna orange ini mengaku sangat menikmati dinamika dunia wirausaha. Dan tentu merasakan indahnya berbagi buat orang lain.

“Saya banyak gagal, tapi paling tidak saya mencoba tanpa harus menunggu semua sempurna dan saya tahu kalau saya pasti berhasil”

Sumber foto: Pinterest

Segala sesuatu ada masanya. Bagi Harry, masa produktif adalah waktunya mencoba, dan saat menemui kegagalan, maka untuk bangkit akan lebuh mudah dibandingkan saat sudah tidak produktif lagi. Tentu berbeda rasanya ketika berjuang “lebih” saat ini dan nanti saat usia senja, di saat tenaga dan nyali terbatas.

Bagaimana RulaWoman? Semoga menginspirasi.




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mengenal Lebih Dekat Sosok Harry Anggie, Tentang Serunya Berkarir, Berbisnis, dan Berbagi". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Rahajeng | @rahajengkurniawati

Life is a pleasure when we share it.

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar