3K
All progress takes place outside the comfort zone. ~Michael John Bobak
Sumber foto : dok.pribadi

Mas Anggie menyambut saya dengan ramah saat ditemui di salah satu restoran miliknya, yang berlokasi di Grand Indonesia Jakarta. Pria kelahiran Jakarta 31 tahun silam ini bercerita tentang kesibukannya saat ini. Baginya padatnya rutinitas pekerjaan bukan halangan untuk bisa mengembangkan diri melalui bisnis dan kegiatan volunteer. Berikut kisahnya RulaWoman.


Hidup Benar-Benar Dimulai Ketika Saya Berani Keluar Dari Zona Nyaman

Bekerja dengan gaji tinggi di sebuah perusahaan retail membuat saya merasa nyaman. Sempat terjebak dengan kondisi “aman” dengan gaji besar tapi merasa “do nothing” karena waktu saya habis tersita di pekerjaan. Saya pun memberanikan diri untuk take a risk. Saya pun memutuskan untuk resign dan bekerja di perusahaan di mana saya masih punya waktu untuk bisa menikmati "kehidupan lain" selain bekerja.

Tiga Tahun Lalu, Bersama Teman-Teman, Saya Memulai Bisnis di Bidang Kuliner

Dengan mengusung konsep menu kombinasi antara masakan Jepang dan Padang, lahirlah Suntiang, yang dalam bahasa Padang berarti mahkota. Untuk lokasi pertama kami memilih Pondok Indah Mall. Bagi saya pribadi, bisnis di bidang kuliner menuntut saya dan tim untuk kreatif serta inovatif karena perubahan trend menu begitu cepat, khususnya di kalangan anak muda.

Bicara Kuliner, Bicara Variasi Menu dan Cita Rasa

Salah satu kunci kesuksesan bisnis kuliner ada pada menu dan cita rasa. Berhubung tak satupun dari kami yang benar-benar bisa memasak, kami pun menggelar kompetisi memasak seperti food testing dan product knowledge, yang diikuti oleh para chef berpengalaman. Dari peserta kontes, terpilih tiga orang chef. Di mana salah satu pemenang dari kontes tersebut adalah Bapak Lutfi Abadi, yang kini menjabat sebagai Head Chef di Suntiang.

Cerita Tentang Kue Cubit Green Tea Khas Suntiang

Salah satu menu favorit di Suntiang adalah kue cubit green tea. Melalui proses trial and error sekitar 6 bulan, akhirnya terciptalah kue cubit green tea ala Suntiang, yang merupakan pelopor kue cubit green tea pertama di Jakarta. Tak ada yang instan memang. Berkat kerja keras dan inovasi terus-menerus, kue cubit green tea berhasil terjual sebanyak 10.000 porsi dalam waktu 3 bulan.

Suasana Kekeluargaan Menjadi Kunci Sukses Dalam Membangun Bisnis

Suasana kerja yang penuh kekeluargaan membuat orang merasa nyaman. Orang jadi betah. Mereka bisa mengungkapkan pendapat, ide, inovasi tanpa merasa takut. Jatuh bangun itu pasti, apalagi namanya bisnis. Itu jadi tantangan, karena nggak mungkin apa yang direncanakan berjalan mulus 100%.

Buat Saya, Hidup Akan Lebih Bermakna Ketika Saya Bisa Doing Something For Others
Sumber foto : dok.pribadi

Saya senang menjadi relawan Kelas Inspirasi, karena hidup akan lebih indah ketika kita bisa berguna buat orang lain, khususnya bagi mereka yang kurang beruntung. Beberapa waktu lalu saya juga bergabung dalam komunitas Nusantara Run, di mana saya bisa lari sambil berdonasi untuk membangun sekolah-sekolah.

Meniti Karir, Serunya Berbisnis, dan Indahnya Berbagi

Beberapa kegiatan mesti dikorbankan mengingat keterbatasan waktu, buat saya kuncinya adalah skala prioritas. Di mana prioritas utama saya adalah bekerja. Di sela-sela padatnya pekerjaan, saya masih bisa mengerjakan passion saya sejak kuliah, berbisnis. Dan juga saya masih dapat merasakan indahnya bisa berbagi buat orang lain.

Saya Banyak Gagal, Tapi Paling Tidak Saya Mencoba Tanpa Harus Menunggu Semua Sempurna dan Saya Tahu Kalau Saya Pasti Berhasil

Segala sesuatu ada masanya. Selagi saya masih produktif, saya mencoba lalu gagal, maka saya akan lebih mudah untuk bangkit dibandingkan saat saya sudah tidak produktif lagi. Tentu berbeda rasanya ketika saya berjuang lebih saat ini dan nanti saat usia saya sudah tua, di saat tenaga dan nyali terbatas.




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mengenal Lebih Dekat Sosok Harry Anggie, Tentang Serunya Berkarir, Berbisnis, dan Berbagi". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Rahajeng | @rahajengkurniawati

I'm an Application Engineer, a Financial Planner, a writer, and a dreamer.

Bagaimana menurutmu?