10K

Setidaknya satu kali dalam hidupnya, seseorang pasti pernah dituduh pelit. Saat berkunjung ke sebuah restoran misalnya, RulaWoman membawa pulang jatah sambal sachet atau sumpit dan langsung dicibir “Ya elah, pelit banget sih gitu aja dibawa pulang.” Sebaliknya, RulaWoman mungkin sering merasa kesal dengan rekan kerja yang enggan membagi bekal atau sekedar meminjamkan alat tulisnya. Kalau dibilang pelit, tangkisan ampuh yang paling sering jadi tameng adalah ‘hemat’.

Untuk tahu hal-hal di atas termasuk pelit atau hemat, simak uraian berikut ini!

1. Perbedaan Makna

Secara sederhana, berhemat dapat didefinisikan sebagai kehati-hatian dalam menggunakan uang, sedangkan pelit berarti enggan mengeluarkan uangnya untuk hal yang bermanfaat sekalipun. Orang hemat dapat mengendalikan uangnya, sedangkan orang pelit ‘dikendalikan’ oleh uang. Sebagai ilustrasi, seseorang yang hendak mengurangi pengeluaran dengan membawa air putih dari rumah setiap harinya berarti melakukan tindakan berhemat. Lain halnya dengan orang pelit, mereka mencegah pengeluaran dengan terus-menerus meminta air minum kawannya.


2. Manfaat vs Kerugian

Berhemat artinya memanfaatkan segala sesuatu sampai fungsi maksimumnya, namun tidak menyebabkan kerugian (harm). Menghangatkan sisa makan malam untuk sarapan esok hari adalah tindakan berhemat, namun apabila makanan tersebut ternyata sudah basi dan tetap kita simpan maka tindakan itu termasuk pelit karena akan menimbulkan kerugian berupa resiko kesehatan.


www.cosmopolitan.co.uk

3. Dampak

Indikator lain untuk menentukan pelit atau hemat adalah dampak pada orang-orang di sekeliling kita. Kalau apa yang kita lakukan mengganggu orang lain, maka hal itu dapat dikategorikan pelit. Membawa pulang sambal sachet yang memang sudah jadi jatah kita masih termasuk berhemat karena tidak merugikan siapapun. Di lain sisi, kalau kamu memasukkan banyak tusuk gigi dan sedotan restoran ke dalam tas, artinya kamu termasuk pelit karena pemilik restoran dan pengunjung lain akan merasa terganggu dan dirugikan. Jika RulaWoman menyadari ada teman yang tidak suka dengan tindakan yang kita anggap berhemat, berarti tindakan itu sudah mengganggu orang lain. Ingat, berhemat itu tidak menyakiti siapapun.



4. Murah Hati

Berhati-hati dalam menggunakan uang bukan berarti tidak mau berbagi. Orang hemat, misalnya, masih mau berbagi bekal dengan teman, sedangkan orang pelit akan makan bekal di tempat tersembunyi. Hemat masih bisa murah hati, namun pelit tidak akan mengenal dua kata itu.




5. Pola Pikir

Seperti poin pertama, orang hemat mengendalikan uang sedangkan orang pelit sebaliknya. Dalam benak orang pelit, kebahagiaan hanya tertumpu pada banyaknya uang yang berhasil di kumpulkan, sedangkan orang hemat tidak akan membiarkan uang jadi tumpuan kebahagiannya. Orang hemat punya target yang masuk akal, misalnya ingin mencicil rumah, dan akan melakukan tindakan berhemat yang masuk akal pula. Sebaliknya, orang pelit bisa jadi menargetkan hal-hal yang kurang diperlukan seperti barang-barang mewah. Cara yang mereka gunakan pun kadang tidak masuk akal dan sering menyengsarakan diri sendiri.

Setelah tahu perbedaannya, RulaWoman termasuk kategori yang mana? Hemat atau pelit? Keputusan untuk tetap menjadi hemat atau pelit memang sepenuhnya milik kamu, tapi jangan pernah lupa konsekuensi jangka panjangnya. Kita boleh punya target, tapi jangan sampai kehilangan teman gara-gara pelit ya, hehe.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Kamu si Pelit Atau si Hemat? Berikut 5 Fakta Yang Membedakannya ". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dita Indira | @ditaindira

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar