354
Tampil dengan tema yang tidak biasa, rumah produksi Palari Film dengan berani mengangkat cerita tentang kekerasan dalam hubungan pacaran ke layar lebar dengan judul Posesif. Film dengan genre romance suspen ini ternyata kemudian berhasil memborong 10 nominasi Festival Film Indonesia 2017 loh.

Empat dari lima perempuan di Indonesia yang mengalami kekerasan dalam hubungan pacaran tidak menyadari kalau mereka berada dalam hubungan yang nggak sehat. Posesif dan cemburu diartikan sebagai tanda sayang, dan lebih parah lagi, perempuan yang terlibat dalam hubungan kekerasan dalam pacaran ini malah merasa, kalau mereka bisa merubah kekasihnya atas nama cinta, dan yakin banget kalau kekasihnya itu sangat membutuhkan.

Sering mendengar kejadian di atas, RulaWoman? Atau malah kamu yang mengalaminya sendiri? Nah di film Posesif ini kamu akan diajak untuk melihat dari kacamata yang berbeda, tentang cinta yang berujung pada kekerasan. Sejauh mana sih sebenarnya kekerasan dalam pacaran? Apa yang akan dibawa oleh film Posesif ini ketika mengangkat tema kekerasan dalam hubungan?

1. Mampu memborong 10 nominasi Festival Film Indonesia 2017

Film persembahan perdana Palari Film yang diproduseri oleh Muhammad Zaidy dan Meiske Taurisia ini adalah film pertama dengan genre romance suspense. Mengangkat tema yang nggak biasa, yaitu kekerasan dalam hubungan pacaran, film yang disutradarai oleh Edwin dan ditulis oleh Gina S. Noer ini berhasil memborong 10 nominasi Festival Film Indonesia 2017, termasuk untuk kategori Film Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Penulis Skenario Terbaik.

Sinematografi manis yang dibawakan oleh film ini juga mampu membawa Batara Goempar, W. Ichwandiardono dan Cika Rianda meraih nominasi untuk kategori Pengarah Sinematografi Terbaik, Penyunting Gambar Terbaik dan Penata Rias Terbaik.

Jadi bisa dipastikan kamu akan dimanjakan oleh alur cerita dengan sinematografi yang akan membuat kamu dengan mudah terhanyut oleh film ini, RulaWoman. Dengan sederet nominasi yang sudah dikantungi, ini benar-benar film yang layak kamu tonton.


2. Adegan awal yang penuh cinta dan bikin baper

Cara Edwin sebagai Sutradara dan kolaborasinya dengan Gina sebagai penulis skenario membuat kamu akan melihat kalau ini memang bukan film yang biasa. Nggak seperti kebanyakan film, alur cerita dibuat cepat sehingga nggak bertele-tele apalagi membosankan. Kamu malah akan baper, RulaWoman. Karena chemistry yang dibawakan oleh Adipati dan Putri benar-benar membuat kamu (awalnya) akan ingin menjadikan mereka relationship goals kamu.

Namun kemudian, banyak banget kejutan-kejutan yang hadir sepanjang film, sehingga membuat kamu terpaku pada layar, dan malah ikut terbawa suasana. Adegan-adegan suspense yang terjadi benar-benar bisa dihadirkan oleh Edwin dengan baik, sehingga kamu benar-benar merasa terbawa dan merasa kalau suspense yang timbul bukan sengaja dibuat-buat ada, apalagi mengada-ngada. Edwin benar-benar menunjukkan kepiawaiannya sebagai Sutradara dalam membaca scene, sehingga semuanya terbungkus rapi dalam film Posesif, yang bergenre romance suspense ini.

Nggak heran, pengalaman Edwin dalam membuat film-film pendek dan membuatnya mendapatkan banyak penghargaan di luar negeri, dibuktikan dengan kepiawaiannya mengemas film panjang pertamanya yang berbasis drama.

Photo credit: ZettaMedia-RulaWoman

3. Putri Marino, si pendatang baru yang berbakat ini mengakui loh kalau ia sempat baper

Bagi Putri Marino, ini adalah film pertamanya. Namun atas totalitas yang ia lakukan, Putri Marino meraih nominasi pertamanya sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik untuk perannya sebagai Lala.

Totalitas yang ia miliki dalam film ini diakui oleh karena crew yang mendukungnya habis-habisan sehingga ia bisa merasa nyaman dan mendalami tokoh Lala dengan lebih baik. Tapi ternyata, dalam usahanya untuk membuat Putri Marino nyaman dengan dirinya, Adipati-pun melakukan pendekatan personal dengan Putri, dan melakukan aktivitas layaknya orang pacaran.

Dan ternyata hal ini sempat diakui oleh Putri Marino kalau ia sempat baper. Nggak heran juga sih RulaWoman, siapa sih yang nggak akan baper kalau kamu diperlakukan dengan manis dan diantar-jemput plus sering jalan bareng Adipati Dolken?

photo credit: ZettaMedia-RulaWoman

4. Kamu akan melihat sisi lain dari Adipati Dolken, walau di awal ia memiliki perilaku yang posesif, ternyata..

Awalnya Adipati berjanji kalau dia nggak lagi akan memerankan tokoh anak SMA. Namun setelah melihat scriptnya, Adipati merasa tertantang untuk memerankan Yudhis. Berbeda dengan karakter yang sebelumnya, Adipati mengaku ada tantangan yang besar untuknya dalam melakukan adegan demi adegan. Karena nggak hanya adegan pacaran saja, namun ada beberapa hal yang membuat ia benar-benar totalitas dalam memerankan tokoh Yudhis.

Pada awalnya kamu akan merasa kesal dan benci serta tercampur aduk, namun kemudian film ini akan mengajak kamu memahami, bahwa ada alasannya kenapa seseorang bisa bersikap posesif. Dan kekerasan dalam hubungan pacaran sering terjadi, namun nggak ada yang berani mengambil tindakan, itu terjadi karena biasanya si pelaku akan meminta maaf dengan menyakiti diri sendiri. Sementara korban kekerasan atas nama cinta akan selalu mema'afkan bahkan membela si pelaku.

Benar-benar film yang akan membuat kamu tersadar kalau issue seperti ini sudah ada di masyarakat sejak lama, namun nggak ada yang berani mengangkatnya apalagi ke dalam bentuk layar lebar. Dan dalam film ini, kamu akan mengakui kepiawaian akting Adipati Dolken, sehingga nggak heran ia meraih nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik FFI 2017.

Photo credit: ZettaMedia-RulaWoman

5. Akting mempesona Cut Mini yang walau hanya 3 scene, mampu membawanya untuk mendapatkan nominasi FFI 2017

Salah satu artis kawakan yang ikut ambil bagian dalam film ini adalah Cut Mini. Tentu kamu tahu, Cut Mini telah memenangkan Piala Citra untuk peran utamanya di film Athirah di tahun 2016 lalu. Dan benar-benar nggak disangka, peran Cut Mini kali ini benar-benar mencekam sebagai Ibunya Yudhis. Sempet bergidik dan ngeri campur sedih, melihat akting Cut Mini yang luar biasa, dan mampu mengaduk-aduk perasaan.

Film ini akan membuat kamu tersadar, bagaimana pentingnya peran orangtua dalam kehidupan kamu. Dan bagaimana sikap orangtua terhadap kamu yang akan membentuk karakter serta jiwa kamu juga. Nggak heran walau hanya 3 scene, Cut Mini mampu meraih nominasi FFI 2017.

Nggak hanya itu, singkat tapi memikat, aktor kawakan dan Yayu Unru juga meraih nominasi sebagai Pemeran Pembantu Pria Terbaik untuk perannya sebagai ayah Lala. Dalam kesempatan ini, Beliau mengakui kalau emosinya seringkali terbawa oleh suasana dan peran yang harus dia mainkan. Beruntung Sutradara Edwin selalu bisa mengarahkannya, agar tidak terlibat emosi yang berlebihan.

Waduh, kalau aktor dan aktisnya saja terbawa, kamu bisa yakin ini film yang sangat layak kamu tonton, RulaWoman.

Photo credit: ZettaMedia-RulaWoman

Pacaran seharusnya menjadi momen yang sangat menyenangkan. Kamu nggak hanya berbagi kasih dan cinta, namun juga kamu belajar memahami apa yang kamu inginkan, dan bagaimana memiliki hubungan dengan orang lain yang berbeda. Namun kalau ternyata atas nama cinta, kamu malah terjebak dalam hubungan yang nggak sehat, sementara belum tentu kamu menyadarinya, apa yang bisa kamu lakukan?

Film Posesif, akan mengantarkan kamu untuk melihat cinta dari cermin yang berbeda. Saya pribadi percaya bahwa pasangan yang kita miliki adalah cerminan dari diri kita. Segala hal baik dan buruk, sudah selayaknya ada rasa saling melengkapi dan mampu membawa kamu untuk menjadi seseorang yang lebih baik hari ini daripada kemarin.

Ini cinta pertama Lala. Yudhis ingin Selamanya.

Awal yang indah akhirnya memiliki jalan cerita yang akan membawa kamu dalam perasaan yang jungkir balik kala menonton film ini. Kekerasan dalam hubungan biar bagaimanapun memang tidak bisa dibenarkan. Namun, bukankah kamu percaya kalau cinta justru bisa mengalahkan segalanya? Apa iya sebaiknya kamu bertahan, atau justru pisah untuk menyelamatkan diri kamu sendiri?

Apakah yang lebih penting? Hubungan kamu, pasangan kamu yang ternyata memiliki masa lalu yang nggak menyenangkan, atau apa yang sebenarnya bisa kamu lakukan?

Posesif akan membuat kamu memandang cinta dari 2 cermin yang berbeda. Jadi, jangan lupa saksikan di bioskop kesayangan kamu tanggal 26 Oktober nanti ya RulaWoman! Kamu bisa klik trailernya di bawah ini.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Press Screening Film Posesif, Ketika Cinta Memiliki Dua Cermin, Apa Yang Harus Kamu Lakukan?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Fioney Sofyan | @fioneysofyan

I'm the Managing Editor at Rula.co.id., a marathoner in training, forex and IDX stock market trader, a writer, a dreamer and a mother of 2 Angels.

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar