14.2K
Dalam sebuah edisi makan malam bersama 3 orang teman laki-laki yang belum juga menikah namun sudah punya pasangan, inilah rahasia apa yang mereka pikirkan sebagai pertimbangan sebelum ia memutuskan untuk mengajak pasangannya menikah.

Mungkin kamu sering bingung, apa sih sebenarnya yang membuat laki-laki mau mengajak seorang perempuan untuk menikah? Dan sering juga kamu melihat pasangan yang sempurna dan sudah bertahun-tahun pacaran akhirnya putus. Dan kemudian ternyata setelah salah satunya memutuskan untuk menjalin hubungan dengan orang lain, hanya dalam hitungan bulan mereka bisa mantap memutuskan untuk menikah dan bahkan bertahan lama.

Apa sih rahasia seorang laki-laki untuk mengajak seorang perempuan menikah? Apa sih yang ada di benak mereka sehingga mereka bisa menentukan apakan seorang perempuan istriable atau tidak?

Daripada kamu bingung dan capai bertanya apa salah kamu dan kurangnya kamu (sekedar info nggak ada salahnya ya kamu, RulaWoman), dari percakapan dengan 3 teman laki-laki di sebuah makan malam bareng yang nggak terencana, inilah 9 pertimbangan yang ternyata menjadi pemikiran laki-laki sebelum ia memutuskan untuk melamar kamu.

1. Latar belakang pendidikan

Ya, laki-laki senang dengan perempuan yang pintar RulaWoman. Apalagi kalau perempuan yang menyandang gelar S-2 di usianya yang masih 20-an. Adalah hoax kalau laki-laki merasa terintimidasi dengan perempuan yang pintar atau berpendidikan tinggi.

photo credit: career.microsoft.com

"Perempuan yang memiliki pendidikan S-2 itu sexy. Artinya ia peduli dengan masa depan dan karirnya juga, nggak semata sibuk mempercantik diri. Dan nantinya kalau nanti aku punya anak, dia akan lebih memperhatikan apa yang menjadi cita-cita anak-anaknya dan pasti akan lebih mendukung anak-anak untuk bisa lebih dari orangtuanya," kata Adam, salah satu teman.

Melihat posisi Adam yang juga adalah direktur sebuah perusahaan konstruksi, saya berani menarik kesimpulan kalau laki-laki pintar dan berada, nggak mencari perempuan cantik namun mencari perempuan yang setara dengannya dalam kemampuan berpikir, dan memiliki keinginan tinggi untuk maju dan berkembang.

2. Usia

Usia yang terpaut terlalu jauh ternyata juga menjadi kendala. Terlalu dekat juga ternyata bukan jaminan bahwa seorang perempuan itu bisa mengimbangi laki-laki dalam pemikiran dan lain-lain.

"Nadya usianya 9 tahun di bawa aku. Tapi kelakuan 16 tahun," cerita Adam sambil tertawa.

"Riza, 2 tahun di bawah aku, tapi pola pikirnya tua banget," cerita Fajar.

Jadi kalian maunya apaaaa?

"Paling nggak seimbanglah. Kita juga akan lebih milih perempuan yang lebih muda, supaya bisa..apa ya..melindungi," kata Dika.

"Yang lebih tua juga sebenarnya nggak masalah, tapi mampu nggak mereka membolehkan kita 'melindungi' mereka. Karena biasanya perempuan kalau sudah makin berumur semakin independen, dan laki-laki jadi merasa nggak dibutuhkan," sambung Adam lagi.

Langsung saja ketiganya mendapatkan pandangan super sinis dari saya.

3. Kebiasaannya dalam pergaulan

Kebiasaan kamu dalam pergaulan kamu, yang akan membuat laki-laki jatuh cinta atau malah menjauhi kamu.

Adam kemudian bercerita tentang mantan pacarnya yang suka hang out dengan teman-teman kantornya di hari kerja, dan baru pulang ke rumah setelah tengah malam sementara esok hari masih kerja. Dan ternyata, beberapa laki-laki masih memegang pola pikir tradisional, sehingga hal seperti ini adalah masalah buat mereka.

"Cara kamu memperlakukan teman-teman kamu, itu adalah cerminan dari diri kamu. Kalau kamu memperlakukan mereka asal, maka artinya kamu orangnya asal. Tapi kalau dari pergaulan kelihatan kamu senang bergaul dengan siapa, ya kita kan bisa menilai dari situ," kata Fajar lagi.

4. Kecocokan

Salah satu faktor juga yang dianggap penting oleh laki-laki adala kecocokan. Kecocokan dalam hal berkomunikasi terutama, dan cara pandang serta cara pasangannya menimpali issue yang dianggap penting oleh si laki-laki.

"Nggak harus sama sih latar belakang pendidikan atau pekerjaan. Tapi cantik kalau otak kosong itu capai juga loh, Ran," ujar Fajar, seorang VP di sebuah bank swasta terkenal, yang memiliki pasangan seorang Manager di sebuah StartUp yang berbasis digital.

"Cocok itu penting, nggak usah harus tentang pendapat atau omongan. Tapi ada sesuatu yang berasa 'klik'," kata Dika menambahkan.

5. Kebebasan

photo credit: yourtango.com

"Aku paling nggak suka dikintilin ke mana-mana," ujar Adam.

Ternyata walau lak-laki senang dengan keberadaan pasangannya, mereka juga ternyata nggak suka kalau aktifitas yang biasanya mereka lakukan bersama teman-temannya harus diikuti oleh pasangannya juga. Para lelaki ini mengerti, bahwa perempuan ingin menjadi bagian dari hidup mereka. Dan sang pacar juga ingin merasa diterima dan bisa menjadi bagian dari teman-teman si lelaki juga. Tapi ternyata, ada batasan yang laki-laki juga inginkan dalam sebuah hubungan.

"Kasih kita kebebasan dan kesempatan untuk kangenlah sama mereka. Mereka juga pengen kan punya me time, nah kita juga pengen punya dunia sendiri yang nggak ada merekanya," kata Dika.

"Bukan berarti kita nggak cinta ya. Tapi nggak semua aktivitas kita mereka harus ikut harus ada kan?" sambung Fajar.

6. Kebersamaan

Kebersamaan di sini adalah kala mereka bersama, ada waktu-waktu khususnya sendiri. Dan laki-laki juga nggak akan membiarkan orang lain atau pekerjaan akan menggangu waktu kebersamaannya dengan pasangannya.

"Kalau Nadya minta dianterin ke sana ke mari, hayuk. Dan pasti aku akan selalu mengutamakan dia," kata Adam.

Lebih lanjut baik Adam, Fajar maupun Dika kemudian bercerita kalau kebersamaan itu juga sangat penting bagi mereka dan mereka mau banget melakukan apapun untuk pasangannya. Karena hanya dari waktu-waktu itulah mereka bisa merasa rileks dan nggak lagi dikejar-kejar oleh pekerjaan.

"Riza itu tempat aku pulang, dan aku bisa merasa lega aja kalau ketemu dan spend quality time sama dia," kata Fajar.

7. Mampu atau tidaknya pasangan dalam mendukung karir atau impiannya dan juga sebaliknya

Ada kalanya laki-laki harus mengorbankan pasangannya dalam mengejar karir dan cita-cita, demi tujuan bersama. Dan semakin tinggi posisi serta pekerjaan laki-laki, semakin sering juga frekuensinya meninggalkan pasangan untuk meeting di luar daerah.

Nah di sini pengertian dari pasangan yang dibutuhkan. Text pengingat makan atau pertanyaan apakah mereka baik-baik saja adalah penyemangat sendiri bagi mereka. Sementara text berisi ambekan karena mereka lama membalas text atau ambekan lain karena pasangan merasa tidak diperhatikan, bukan prioritas dan lain-lain, dirasakan sangat menguras energi lebih banyak bagi mereka daripada marathon meeting dengan direksi perusahaan besar.

8. Tawa dan kebahagiaan yang lebih banyak daripada argumentasi dan pemaksaan kehendak

photo credit: 123rf.com

Ada kalanya laki-laki sering memilih untuk diam dan tidak mengungkapkan apa yang menjadi beban pikirannya. Sementara karena rasa cemburu dan insecure yang tinggi, perempuan akan berhalusinasi menganggap diamnya laki-laki karena ia sudah melakukan sesuatu yang salah sehingga berujung pada prejudice dan prasangka. Bisa ditebak, hal ini berujung pada argumentasi dan pertengkaran yang nggak perlu.

Komunikasi itu memang penting, RulaWoman. Tapi kamu juga harus membatasi dan mengerti diri, apakah yang kamu lakukan ini memang benar komunikasi, atau sekedar pemaksaan kehendak kamu agar pasangan kamu bicara dan ngomong apa yang ada di benaknya.

Cara 'berkomunikasi' yang baik adalah dengan membiarkannya untuk diam, dan mengajaknya tertawa saja. Yakinlah ketika waktunya tiba, pasti dia akan bercerita padamu tentang apa yang mengganggunya tanpa harus kamu bertanya.

9. Cantik atau tidak ternyata urutan ke sekian

"Aku tuh nggak terlalu mikirin tentang cantik atau nggak ya. Kalau cantik tapi ternyata sikapnya nggak karuan, emoh aku," kata Fajar sambil melahap potongan daging panggangnya.

Agak surprise juga mendengarnya karena biar bagaimanapun saya punya pemikiran sendiri kalau laki-laki pasti mengutamakan fisik terlebih dahulu daripada yang lain.

"Dari mata turun ke hati, tapi belum tentu untuk dijadikan istri," kata Dika sehingga membuat saya terpana dan tertawa.

Nah RulaWoman, kalau kamu ingin memiliki hubungan dengan seseorang yang benar-benar serius, coba kamu lihat ke dalam diri sendiri, kira-kira dengan 9 kriteria yang menjadi pemikiran seorang laki-laki sebelum ia mengajak pasangannya menikah, apakah pasangan kamu akan mengajakmu untuk menikah?

Terima kasih khusus untuk Adam, Fajar dan Dika untuk makan malamnya yang seru.

Sekedar informasi 2 dari 3 teman saya itu sudah mantap ingin melamar pasangannya loh. Tebak yang mana?



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Rahasia Laki-laki, Inilah 9 Pertimbangan Yang Dipikirkan Laki-laki Sebelum Ia Memutuskan Untuk Mengajakmu Menikah". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Maharani Adinata | @RaniAdinata

A genuine Scorpio with the love of music, books, chocolate cake and a cup of tea.

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar