2.1K
Usai menggelar pengajian dan siraman, Raisa yang akan dipersunting kekasihnya, Hamish Daud, menjalani ritual "ngeuyeuk seureuh" sesuai adat sunda. Seperti apa tradisi jelang pernikahan tersebut?
Photo Credit: Bridestory

"Ngeuyeuk seureuh" dalam adat sunda berarti meramu sirih. Tak hanya untuk ritual pernikahan sunda, sirih juga digunakan untuk ritual pernikahan di Sumatera, Jawa, hingga Nusa Tenggara sebab sirih melambangkan kehormatan serta penyambutan. Dalam ngeuyeuk seureuh, kedua calon pengantin akan diberikan banyak petuah seputar pernikahan dengan diiringi canda tawa yang kaya makna. Seperti yang telah dijalani oleh pasangan Raisa dan Hamish, beginilah ritual ngeuyeuk seureuh yang dapat RulaWoman ketahui!

1. Diadakan di rumah mempelai perempuan

Photo Credit: Bridestory
Photo Credit: Bridestory

Upacara atau ritual ngeuyeuk seureuh lazimnya digelar di rumah mempelai perempuan, sehari sebelum berlangsungnya akad nikah atau sore/malam usai akad nikah. Ritual ini adalah bagian dari susunan upacara pernikahan adat sunda yang sarat nasihat bagi kedua mempelai agar hidup bahagia dalam rumah tangga.

2. Ngeuyeuk seureuh juga merupakan 'sex education' bagi calon pasangan suami istri

Photo Credit: Bridestory

Mungkin cukup mencengangkan bagi RulaWoman. Namun disadari atau tidak, calon pasangan suami istri memang membutuhkan 'sex education' yang baik dan benar jelang pernikahan, ngeuyeuk seureuh adalah salah satu media pembelajaran. Isi nasihat yang diberikan saat ngeuyeuk seureuh memang beraneka ragam, mulai dari cara berhubungan suami istri hingga bagaimana keduanya dapat saling membahagiakan pasangan dengan cara kerjasama dan memupuk pengertian. Nasihat tersebut disampaikan seorang "pangeuyeuk" dengan penuh candaan sehingga ritual kerap mengundang gelak tawa. Pangeuyeuk adalah seorang perempuan berumur yang paham betul tentang cara ngeuyeuk seureuh. Pangeuyeuk biasanya ditemani lelaki tua untuk membaca doa setelah usainya ritual.

3. Peralatan yang dipakai dalam ngeuyeuk seureuh ada banyak dan rumit

Photo Credit: Bridestory
Photo Credit: Bridestory

Dalam ritual ini, peralatan yang dipakai adalah daun sirih bertangkai, buah pinang bertangkai, dua ikat padi, bunga pinang, ramuan sirih, serta alat tenun tradisional seperti papan tipis, sepotong bambu tak beruas, kain poleng merah yang belum dijahit, lidi enau, benang tenun, lampu minyak kelapa bersumbu tujuh, kendi, tikar pandan, kain kafan, cobek dan ulekan, bokor dan tempat membakar kemenyan.

Perlengkapan lain yang juga digunakan adalah ayakan, nyiru/nampan dari anyaman, kayu bakar, seperangkat pakaian pengantin, kain batik panjang yang jumlahnya harus ganjil, parawanten/sesaji berupa beras, telur, ayam, pisang, gula aren, kue-kue, jarum dan benang, serta rujakan. Usai ritual, semua perlengkapan disimpan di kolong ranjang pengantin untuk diberikan pada pangeuyeuk pada keesokan harinya. Hal ini sebagai tanda bahwa mempelai telah melakukan hubungan suami istri dengan lancar.

4. Tak lagi banyak digelar sebab terkendala biaya mahal

Photo Credit: Bridestory

Pada era sekarang, ternyata ritual ngeuyeuk seureuh tak lagi banyak digelar oleh calon pengantin sebab terkendala biaya yang cukup mahal. Selain itu, banyaknya perlengkapan yang harus disediakan serta unsur mistis di dalamnya (sesaji dan kemenyan) juga jadi perihal yang patut dipertimbangkan. Namun bila masih ingin menjalankan ritual ini, RulaWoman bisa kok menghilangkan beberapa bagian yang tidak sesuai dengan ajaran agama, sebab tujuan utama dari ritual ngeuyeuk seureuh adalah untuk mengenal lebih dekat calon pasangan suami istri serta kedua pihak keluarga.

5. Tak boleh dihadiri sembarang orang

Photo Credit: Bridestory
Photo Credit: Bridestory

Benar, jadi ritual ngeuyeuk seureuh ini memang lazimnya dilaksanakan secara tertutup sebab tak boleh dihadiri oleh sembarang orang. Dilansir dari Wikipedia, hanya orang-orang tertentu saja yang dapat menyaksikan ritual ngeuyeuk seureuh yakni kedua orangtua calon pengantin, keluarga terdekat yang sudah berkeluarga/dewasa, serta orang yang sudah berumur dan dianggap perlu. Sementara itu, yang tidak diizinkan menghadiri ritual ngeuyeuk seureuh adalah anak gadis, anak laki-laki yang belum akil balig/dewasa, perempuan yang telah berumur dan belum pernah kawin, anak perempuan yang belum pernah mendapat menstruasi (dalam bahasa sunda disebut perempuan balangantrang), dan perempuan atau lelaki yang sering kawin.

BACA JUGA


Siap Naik Pelaminan, Raisa Andriana Gelar Pengajian dan Siraman. Yuk Intip Sakralnya Siraman Raisa yang Bikin Patah Hati Se-Indonesia!

Siap Naik Pelaminan, Raisa Andriana Gelar Pengajian dan Siraman. Yuk Intip Sakralnya Siraman Raisa yang Bikin Patah Hati Se-Indonesia!

Seperti yang marak diberitakan, penyanyi cantik Raisa Andriana akan naik pelaminan dan disunting kekasihnya, aktor tampan yang juga host ...

Read more..

RulaWoman, itulah ritual ngeuyeuk seureuh menurut adat sunda yang banyak maknanya. Siapa tahu suatu saat berkerabat dengan orang sunda, RulaWoman sudah sedikit memahaminya, bukan? Semoga Raisa dan Hamish diberkahi rumah tangga yang bahagia, seperti petuah yang disampaikan oleh pangeuyeuk dalam ritual ngeuyeuk seureuh.





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Raisa dan Hamish Jalani Ritual Ngeuyeuk Seureuh. Mari Berkenalan dengan Tradisi Jelang Pernikahan Adat Sunda Tersebut, RulaWoman!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Puput Palipuring Tyas | @poetsoenarjo

Editor at Zetta Media. Nomadic storyteller based in Bali and East Java. Travel for local food, culture, people, arts, and traditional market.

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar