749
Perubahan drastis seorang teman, seperti yang dialami oleh Rina Nose, mungkin membuatmu kecewa berat. Supaya kekecewaanmu mereda dan hubungan kalian sebagai teman tidak berujung musuhan, cobalah terima keadaannya dengan sikap berikut ini.

Presenter sekaligus komedian, Rina Nose memutuskan untuk menanggalkan hijab yang telah menjadi busana kesehariannya selama kurang lebih satu tahun ini. Perubahannya yang secara tiba-tiba ini menimbulkan banyak reaksi, baik dari para sahabat sesama artis maupun dari para penggemarnya. Ada yang kecewa, ada pula yang memberikan semangat. Meski demikian, pemilik nama asli Nurina Permata Putri ini mengaku telah melalui banyak pertimbangan sebelum akhirnya mantap melepas hijab. Sampai saat ini belum diketahui pasti apa penyebab Rina Nose lepas hijab, hanya spekulasi yang berkembang di masyarakat, mulai dari pindah keyakinan sampai patah hati.

Nah, kondisi seperti Rina Nose mungkin juga kamu alami pada teman sendiri. Baik berubah secara penampilan, gaya hidup, maupun perangai, kamu mungkin kecewa dengan pilihannya namun tidak bisa berbuat apa-apa selain menerima keputusannya.

Supaya kekecewaanmu mereda dan hubungan kalian sebagai teman tidak berujung musuhan, cobalah terima keadaannya dengan sikap berikut ini.

1. Sadari bahwa menghakimi orang lain sama saja dengan buang-buang waktu

Image source: Wallpapers Wide

Selagi kamu bukan hakim di balik meja hijau yang akan memberi putusan apakah seseorang bersalah atau tidak, maka ini bukan ranahmu untuk terus-menerus memberi penghakiman atas perubahan pada dirinya. Waktu yang kamu habiskan untuk membeberkan kesalahannya di muka publik atau marah-marah di depannya, jelas akan lebih baik jika digunakan untuk mengerjakan tugas-tugas kantor, membersihkan rumah, membuat konten positif untuk media sosial, dan segudang aktivitas positif lainnya.

2. Tidak perlu habiskan energi untuk mengembalikannya ke sosok yang lama sementara dia sudah kebal dengan berbagai saran dan kritikan

Image source: Pinterest

Tekadnya sudah bulat, maka wajar jika berbagai nasihat, masukan, atau saran yang kamu berikan padanya hanya sekadar numpang lewat di telinga. Pada kondisi ini, semakin gigih kamu berupaya untuk mendekatinya semakin tinggi pula tembok yang ia bangun untuk menjaga jarak denganmu. Maka lebih baik simpan energi untuk berinteraksi dengan orang-orang yang mau membuka hati padamu. Sambil doakan selalu untuk kebaikannya, karena kekuatan doa bisa menembus hatinya yang saat ini mungkin mengeras.

3. Pahami bahwa semua orang di dunia ini pasi berubah, termasuk dirimu sendiri

Photo credit: Jager & Kokemor. Photography

Satu-satunya hal yang tidak pernah berubah di dunia ini adalah perubahan itu sendiri. Seiring perputaran matahari dan bumi, manusia juga mengalami rotasi hidupnya masing-masing. Pertemuan dengan banyak orang dari beragam latar belakang dan budaya, jelas mempengaruhi pola pikir manusia. Pada proses pertumbuhannya, dia dan juga kamu sendiri tentu berubah dari masa ke masa, mulai dari segi fisik, perilaku, pemikiran, sampai arah tujuan hidup. Tanpa perubahan, justru itu berarti hidupmu statis, kan? Oleh karenanya hargai setiap perubahan yang ada pada diri temanmu. Kamu boleh saja ambil jarak dengannya, asalkan tidak saling jegal di kemudian hari. Tetap berkomunikasi dengan santun saat berpapasan dan terus isi hari-harimu dengan kebaikan.

BACA JUGA


Kesan Pertama itu Penting. Tapi, Ini Loh 6 Hal yang Harus Kamu Lakukan Ketika Pertama Kali Bertemu Sahabat Pacar

Kesan Pertama itu Penting. Tapi, Ini Loh 6 Hal yang Harus Kamu Lakukan Ketika Pertama Kali Bertemu Sahabat Pacar

Nyatanya bukan hanya perempuan yang butuh “me time”. Para lelaki juga butuh waktu “me time”-nya sendiri, sama seperti kamu

Read more..

Setidaknya, tiga hal inilah yang perlu kamu jadikan patokan untuk menghadapi perubahan seorang teman. Jaga terus hubungan baik kalian meskipun sekarang sudah tak lagi satu tujuan.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Rina Nose Lepas Hijab! Begini Langkah Bijak Menerima Perubahan Seorang Teman Agar Tidak Berujung Pada Permusuhan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Henny Alifah | @hennyalifah

Writer and Knitter

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar