1K
Menghindari konflik tak akan menyelesaikan masalah, karena yang sebenarnya terjadi hanyalah menunda masalah. Dan kalau kamu berpikir untuk membicarakan keuangan sebelum menikah bersama pasangan itu hal yang tabu, pikirkan lagi RulaWoman.
photo credit: bindas entertainment

Diskusi tentang perihal keuangan dalam pernikahan seringkali dianggap tabu dan dihindari oleh sebagian besar calon pengantin. Padahal perihal keuangan adalah hal yang sensitif. Menghindari konflik merupakan alasan mengapa orang enggan membahas masalah keuangan dengan pasangan dan memilih untuk main “aman”. Berikut beberapa alasan mengapa kamu harus segera membicarakan perihal keuangan sebelum menikah.

1. Sebagian besar pernikahan berakhir karena masalah finansial

photo credit: Kavita J. Patel

Sebuah pernikahan dapat kandas karena berbagai sebab, mulai dari masalah hati hingga masalah finansial. Faktanya lebih dari 86% pernikahan berakhir karena masalah finansial, yang mencakup perbedaan pendapatan, tingginya kebutuhan hidup, sifat konsumtif yang tak dibarengi dengan kemampuan daya beli, serta ketidakmampuan dalam mengelola keuangan. Pemahaman kebiasaan keuangan masing-masing pihak tentu dapat mengurangi resiko ini.

2. Kehidupan setelah pernikahan jauh berbeda dibandingkan saat pacaran

photo credit: HD Wallpapers Rocks

Banyak permasalahan yang lebih kompleks yang akan RulaWoman hadapi setelah menikah. Pernikahan adalah proses penyatuan dua keluarga yang berbeda, dengan beragam latar belakang dan pola asuh yang berbeda pula, termasuk dalam hal keuangan. Mengetahui cara memperlakukan uang serta kebiasaan buruk perlu diutarakan saat masih pacaran untuk menghindari konflik yang lebih besar saat menikah nanti.

3. Keterbukaan berarti kepercayaan

photo credit: Idiva

Kamu dan pasangan sebaiknya terbuka dengan kondisi keuangan saat ini. Seperti jumlah cicilan yang dimiliki, anggota keluarga yang menjadi tanggunganmu, atau hutang yang belum lunas. Menyembunyikan dari pasangan hanya akan menunda konflik, bukan menyelesaikannya. Dari pembicaraan ini, kamu juga akan tahu seperti apa karakter pasanganmu yang “sebenarnya”, dilihat dari bagaimana dia bertanggung jawab atas kondisi keuangan pribadinya.

4. Perempuan multi profesi dalam sebuah pernikahan

photo credit: Zee News

Perempuan memegang banyak peranan saat dia sudah menikah. Menjadi ibu, istri, perencana keuangan, psikolog, guru les, nanny, asisten pribadi, chef, personal shopper, dan berbagai “profesi” lainnya. Untuk itu membahas pembagian kewajiban keuangan setelah menikah, tentang siapa yang menghitung rencana anggaran, pencari nafkah utama, dan siapa bendaharanya. Dari sini akan terlihat seberapa besar ia dapat menghargai kamu sebagai calon pasangan hidupnya. Jika ada perkataan “lihat saja nanti”, hati-hati ya RulaWoman, karena biasanya ada sesuatu yang ia tutupi dari kamu. Dan jangan sampai kamu mengetahuinya setelah menikah nanti.

5. Menikah itu berjalan bersama, untuk itu tujuan keuangan sebaiknya juga sejalan

photo credit: shutterstock

Tujuan keuangan kamu dan pasangan perlu untuk dibicarakan sebelum menikah, sehingga teamwork nantinya akan lebih mudah. Karena tujuan keuangan yang berbeda dapat memicu banyak masalah nantinya. Misal kamu ingin menabung untuk membeli rumah, sedangkan pasanganmu ingin membeli kendaraan terlebih dahulu untuk membantu mobilitasnya dalam bekerja. Jika tak ada kesepakatan bersama di awal, tentu akan ada perdebatan tentang alokasi tabungan serta kebutuhan mana yang harus “dikalahkan” saat ada kebutuhan yang mendesak.

Bagaimana RulaWoman? Apa kamu memiliki pengalaman lain yang bisa kamu share? Yuk dishare di sini.

Semoga bermanfaat.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "RulaWoman, Berikut 5 Alasan Kamu Harus Membicarakan Keuangan Sebelum Menikah Bersama Pasanganmu". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Rahajeng | @rahajengkurniawati

Life is a pleasure when we share it.

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar