550
Kenapa ya laki-laki susah sekali untuk multitasking?

Suka bingung tidak sih sama laki-laki? Kalau sudah fokus sama satu pekerjaannya, pasti yang lainnya dilupakan. Padahal sih kita merasa bisa-bisa saja sambil ngurus pekerjaan kantor, pekerjaan rumah, sambil ngobrol di telepon, lagi! Sedangkan laki-laki, kalau sudah main game atau nonton bola, dipanggil saja bahkan tidak menjawab! Banyak juga laki-laki yang pasti suka bingung sama kamu yang bisa chatting, ngurus rumah, nonton drama Korea sekaligus dalam satu waktu. Nah, sebelum kamu marah-marah kepada mereka, yuk cari tahu dulu kenapa laki-laki susah sekali multitasking!

Apa Itu Multitasking?

photo credit: The Register

Multitasking adalah sebuah konsep untuk menggambarkan di mana seseorang melakukan beberapa pekerjaan dalam satu waktu. Istilah ini diambil dari bahasa dunia komputer di mana sebuah komputer bisa menjalankan beberapa aplikasi sekaligus dalam satu waktu. Tapi sebenarnya, untuk manusia hal ini terbukti tidak efektif karena seseorang dituntut untuk membagi fokusnya ke beberapa pekerjaan sekaligus. Malahan, studi mengatakan kalau multitasking ini bisa termasuk buang-buang waktu disebabkan pekerjaan yang kurang maksimal serta atensi yang kurang.

Kemampuan Multitasking ada Hubungannya dengan Usia Juga, loh!

photo credit: The Huffington Post

Tidak memandang umur dan jenis kelamin, multitasking membuat bagian otak yang aktif berpindah dari satu bagian ke bagian lain. Baik laki-laki maupun perempuan, keduanya akan sulit dalam melakukan hal ini, namun laki-lakilah yang lebih kesulitan. Sebuah penelitian yang diilakukan oleh National Research University Higher School od Economic Neurolinguistic Laboratory, menemukan bahwa orang-orang yang di atas 50 tahun tidak mengalami perbedaan gender dalam multitasking, laki-laki maupun perempuan. Orang tua di atas 45-55 tahun mengalami peningkatan pengaktifan area yang penting dalam otak, sehingga bisa berpindah-pindah dengan lebih mudah. Itu berarti orang yang lebih tua lebih baik dalam multitasking. Perbedaan gender dalam multitasking paling terlihat di laki-laki dan perempuan umur 20-45.

Mengapa Laki-laki Sulit Multitasking?

photo credit: The Setonian

Tentunya akan bahaya kalau laki-laki tidak bisa multitasking dalam pekerjaannya, bukan? Multitasking juga sangat dibutuhkan di dunia laki-laki. Bukannya sama sekali tidak bisa, tapi lebih sulit bagi laki-laki untuk membagi pikirannya ke berbagai pekerjaan dalam satu waktu. Ketika melakukan multitasking, laki-laki lebih menggunakan banyak energi saat berpindah perhatian. Mereka juga lebih banyak mengaktifkan bagian-bagian di otak ketimbang perempuan untuk bisa melakukannya. Otak wanita juga bereaksi lebih cepat daripada laki-laki, sehingga memberikan kita keuntungan ketika sedang dalam tekanan.

photo credit: BBC

Dalam sebuah penelitian terbukti bahwa perempuan lebih dapat membuat prioritas dengan baik. Misalnya salam mencari sesuatu, perempuan akan menggunakan pola yang metodis. Dilihat dari gambar di atas, metode pencarian perempuan adalah yang sebelah kiri sedangkan laki-laki sebelah kanan. Perempuan akan mencari dari sudut satu, ke sudut selanjutnya, dan seterusnya. Jadi seperti berkeliling lapangan dalam bentuk persegi panjang. Sedangkan laki-laki lebih tidak beruntun sehingga menyebabkan barang tersebut malah lebih sulit ditemukan. Tentu saja perempuan akan lebih cepat menemukannya daripada laki-laki, karena kita lebih mampu berhenti dan berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak. Sedangkan laki-laki lebih impulsif dan bertindak mengambil keputusan terlalu cepat. Sama seperti dalam hal multitasking. Perempuan lebih bisa mengorganisir pikiran-pikirannya yang bercabang dibandingkan laki-laki, sehingga kita lebih unggul dalam hal itu.

Mungkin tuntutan sosial juga mempengaruhi dalam hal ini. Sejak zaman dahulu, perempuan dan laki-laki memiliki tugasnya masing-masing. Misalnya laki-laki yang berburu sedangkan perempuan yang mengurus anak dan hasil perburuan. Tuntutan sosial yang demikianlah yang membuat wanita diharuskan untuk bisa mengurus berbagai macam pekerjaan sekaligus. Karakter yang seperti ini dibawa turun-temurun hingga lama kelamaan menjadi kebiasaan.

Sebenarnya, Multitasking Itu Kurang Baik

photo credit: HRreview

Tapi sebenarnya multitasking itu tidak baik loh, RulaWoman! Multitasking itu hanya sebuah ilusi yang membuat kita seakan-akan melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu. Padahal sih sebenarnya kita berpindah-pindah fokus mengerjakan banyak hal, dan beberapa orang bisa melakukan itu dengan sangat cepat jadi seakan-akan mereka melakukannya sekaligus. Multitasking malah akan memperlambat pekerjaanmu dan mungkin menambahkan stress! Sebaiknya kamu kerjakan selangkah demi selangkah, dengan begitu pikiranmu tidak akan terbagi dan kerjaanmu selesai dengan cepat dan efektif.

BACA JUGA


Memiliki Pacar Cuek Merupakan 'Berkah' Tersembunyi, RulaWoman! 8 Hal Ini Membuktikannya!

Memiliki Pacar Cuek Merupakan 'Berkah' Tersembunyi, RulaWoman! 8 Hal Ini Membuktikannya!

Memiliki pacar cuek atau nggak perhatian di hal-hal kecil bukan berarti dia nggak sayang sama kita lho. Kadang ada 'berkah' yang tersembunyi ...

Read more..

Nah, sudah tahu kan sekarang kenapa para lelaki sulit sekali multitasking? Itu memang dikarenakan otak mereka yang sulit melakukannya. Jadi, jangan marah-marah dulu kalau mereka tidak bisa menjawab panggilan-panggilanmu ketika sedang bekerja. Maklumin saja!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "RulaWoman, Ini Lho Alasan Laki-laki Tidak Bisa Multitasking Seperti Perempuan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Khansa Nadhifa | @khansanadhifa

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar