766
Setiap pilihan tentu memiliki konsekuensi tersendiri, RulaWoman. Namun sebelum memutuskan akan memilih sahabat sebagai kekasih, ada baiknya kamu memikirkan risiko-risikonya ya.

Berpacaran dengan sahabat sendiri memang sudah banyak terjadi ya, RulaWoman. Seseorang yang tadinya akrab dipanggil dengan sebutan, “Cuy” tiba-tiba berubah panggilan menjadi “Yang”, misalnya. Beberapa orang menilainya seru karena pacaran sama sahabat nggak perlu melewati proses PDKT yang rumit dan terkadang nggak jadi itu. Tapi sebelum beneran menjadikan sahabatmu pacar ada baiknya nih kamu mempertimbangkan 7 hal ini :

1. Kehilangan Teman Curhat

Selama pacaran, pasti ada saja masalah yang diributkan. Jika saat ini berpacaran dengan sahabat sendiri, kamu nggak bisa bercerita tentang dirinya lagi. Kamu akan merasa serba salah, ingin curhat tetapi sahabatmu sudah menjadi pacarmu, dan pada akhirnya akan memendam dan merasa nggak nyaman.

2. Bosan

Sebelum menjadi pacar, kamu bersama sahabat sering melakukan kegiatan bersama-sama, Mungkin, karena sering melakukan kegiatan bersama-samalah yang dapat membuat kamu jatuh cinta kepadanya, RulaWoman. Kegiatan ini ternyata lama-kelamaan akan membuat hubungan kamu nggak sehat.

Bukannya merasa nyaman dan aman, kamu berdua akan merasa saling merasa ketergantungan satu sama lain, dan nggak bisa beranjak dari zona nyaman alias bosan.

3. Kehilangan Pacar Sekaligus Sahabat

Ketika hubunganmu dengan sahabat sekaligus pacarmu nggak berjalan dengan baik, dan akhirnya memutuskan hubungan di antara kamu. Nggak hanya kisah cintamu yang harus direlakan, tetapi juga kenyamanan sebagai seorang sahabat yang dulu selalu kamu rasakan. Kamu akan kehilangan dua sosok sekaligus. Kehilangan sahabat sekaligus pacarmu sendiri. Sebaiknya, jika kamu putus cinta, tentu lebih baik dengan orang lain jadi kamu nggak akan kehilangan sahabatmu sendiri.

4. Cari Yang Lain

Kedekatan dengan sahabatmu nggak bisa dibilang sebentar, RulaWoman. Kamu memang sama-sama sudah hafal dengan sifat masing-masing. Namun, alangkah baiknya kamu berkenalan dan dekat dengan orang lain. Karena, kamu bisa mengenal lebih banyak karakter orang lain dan nggak menghabiskan waktu bersama dengan sahabatmu terus menerus.

5. Butuh Perhatian Lebih

Mungkin waktu statusnya menjadi sahabat, perhatian sekecil apapun amat berharga. Tapi begitu ‘label’ sahabat itu berganti menjadi seorang pacar, nggak jarang salah satu dari pasanganmu menuntut perhatian yang lebih. Tapi karena pada dasarnya perempuan itu lebih suka memendam keinginannya, dan si lelaki juga nggak terlalu peka akan hal itu, hubunganpun merenggang.

6. Cemburu

Dulu sebelum pacaran, mau deket sama siapa saja bebas nggak ada masalah. Nah, sekarang ketika sudah jadian, ngobrol biasa sama temennya saja sudah dicurigain. Dibilang selingkuhlah, main belakanglah, pokoknya mikir hal-hal yang negatif. Kalau kepercayaan itu sudah hilang, bagaimana caranya buat saling memahami? Jadi buang rasa curiga kamu jauh-jauh ya, RulaWoman. Toh kalau memang dia sayang sama kamu, dia bakal setia sama kamu.

7. Over Protective

Perubahan yang paling menonjol saat menjadi pacar cenderung over protective. Tiap hari harus berkabar. Dulu ketika menjadi sahabat, menelpon atau ketemuan bukan hal yang penting. Yang penting bisa komunikasi dengan baik. Itu saja sudah cukup.

Setiap pilihan tentu memiliki konsekuensi tersendiri, RulaWoman. Namun sebelum memutuskan akan memilih sahabat sebagai kekasih, ada baiknya kamu memikirkan risiko-risiko di atas ya.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Sahabat Jadi Pacar? Pertimbangkan 7 Hal ini Untuk Melanjutkan Hubunganmu Bersamanya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Indy Sumaryo | @indysumaryo577

Writing to spread positivity I Feel free for asking and sharing to indy.sumaryo@gmail.com I Like my fan page https://www.facebook.com/indysumaryofanpage I visit my blog at https://indysumaryo.wordpress.com

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar