583
As long as we all know the rules and boundaries, there's nothing like wrong dress or wrong style.

Pernah merasa bingung kenapa tiba-tiba semua orang menatap RulaWoman dengan aneh? Atau, pernah jadi minder dan ingin cepat-cepat pulang karena terus dipandangi untuk hal yang RulaWoman nggak tahu apa itu? Karena hal itu, akhirnya RulaWoman segera memeriksa penampilan dari ujung kepala sampai ujung kaki dan berpikir, mungkin RulaWoman sudah menggunakan pakaian yang salah, atau gaya berpakaian RulaWoman sudah ketinggalan zaman atau mungkin terlalu berlebihan?

Saat itu mungkin RulaWoman sedang mengalami sindrom-kurang-percaya-diri-karena-pandangan-orang-orang.

Perasaan itu bisa muncul kapan saja, di saat yang tidak terduga dan di alami oleh siapa saja. Tidak terkecuali para perempuan yang sehari-harinya berpenampilan cuek sekalipun.

Lalu bagaimana cara untuk menghilangkan kegelisahan itu? Apa harus pulang ke rumah lalu berganti pakaian? Kemudian mencari pakaian yang kira-kira cocok dan lebih stylist? Atau kalau memang saat itu RulaWoman sedang ada di pusat perbelanjaan, RulaWoman akan langsung membeli pakaian baru yang sedang in dan sangat up-to-date? Atau, kalau kegelisahan RulaWoman sudah berubah menjadi semacam panik, RulaWoman bisa menjadi kalap dan membeli apa saja yang dianggap bisa membuat penampilan RulaWoman menjadi normal kembali, walau harga pakaian itu sangat amat mahal?

RulaWoman, itu hanya akan membuat sistem anxiety yang menyergap pikiran RulaWoman semakin parah.

Melalui tulisan ini, saya ingin membagi pengalaman ketika hal serupa terjadi dan hampir mambuat sistem kepercayaan diri saya menguap dan menghilang. Ada beberapa langkah yang saya pikir bisa RulaWoman terapkan jika sekali-kali perasaan itu menyergap. Meskipun saya sering mengalami, namun setidaknya saya berhasil untuk tidak repot-repot pulang ke rumah, mengunci kamar dan mengurung diri lalu tidak keluar sampai waktu yang cukup lama. Atau, tidak membuat bolong dompet hanya karena kalap membeli pakaian bermerek yang harganya sangat amat mahal.

Pertama, tidak ada hubungannya dengan gaya berpakaian RulaWoman. Setiap perempuan punya gaya masing-masing dan tidak ada yang salah dengan itu. Dari lima belas responden pada survey gaya berpakaian wanita usia 19-28 tahun, 47% dari mereka menuliskan gaya berpakaian mereka sendiri. Dari edgy style, simple, long dress dan sneakers, all black style, atau apapun pakaiannya asalkan dengan sendal jepit, yang membuat saya berasumsi bahwa setiap orang bebas bergaya dan pandangan orang-orang tidak ada hubungannya dengan itu. Kita semua berpakaian utnuk mengekspresikan sesuatu, bukan untuk mengesankan orang lain. Walau dengan distress pair of jeans dan kaus oblong dan sendal jepit, tapi RulaWoman merasa nyaman, why not? Malah, RulaWoman bisa menjadikan itu signature style RulaWoman, dengan imbas menjadi seorang trendsetter.

Kedua, ketika hal itu terjadi dan RulaWoman merasa panik, mungkin RulaWoman bisa menggunakan trik ini: tarik napas yang panjang melalui hidung dan lepaskan melalui mulut perlahan-lahan tapi pasti. Bayangkan karbon dioksida yang keluar tadi adalah seluruh kegelisahan yang tadinya menutupi ruang-ruang di otak dan membuat RulaWoman gelisah dan panik. Mungkin pula, sambil melakukan trik pernapasan tadi, RulaWoman bisa membuat satu kalimat ajaib, yang bisa diucapkan ketika anxiety itu merangkak naik dan mematikan kepercayaan diri RulaWoman.

Sebagai bukti, saya beberapa kali melakukan ini, dan berhasil. Karena sekali lagi, pandangan orang-orang bukan fokus pada penampilan RulaWoman yang aneh atau gaya berpakaian RulaWoman yang ketinggalan zaman. Ini berkaitan dengan langkah ketiga untuk RulaWoman, yaitu be positive.

Ya, berpikirlah positif. Kadang sulit, tapi lebih baik mencoba untuk berpikiran positif daripada tidak sama sekali, bukan? Mulailah berpikir, bahwa bisa jadi pilihan berbusana RulaWoman aneh, tapi bukan aneh yang kemudian bisa dijadikan olokan oleh orang lain. Melainkan aneh yang bagus, aneh yang unik, aneh yang seperti saya katakan di atas, bisa menjadi sumber inspirasi orang lain untuk menciptakan gaya berpakaian yang baru. Berpikiran positif juga mampu mengeluarkan aura positif dan mematikan hal-hal negatif yang diciptakan oleh pikiran dan kegelisahan kita.

Jadi, RulaWoman apa kata salah kostum pun sebenarnya ada di kamus kita para perempuan Selama kita selalu sadar dengan situasi dan kondisi serta selalu membaca dengan baik dress code ketika menghadiri suatu acara tertentu, tidak ada kata salah kostum atau sejenisnya.

We dress to express, not to impress.

Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Karena Salah Kostum Bukan Akhir Dari Segalanya, Intip Alasannya Di Sini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Kia F | @kiazakia6

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar