1.3K
Menikah nggak hanya menyatukan dua hati, dua kepala dan dua keluarga bersama. Namun juga dua keuangan yang berbeda, yang anehnya justru urusan keuangan malah yang paling jarang dibicarakan. Jadi sebelum kamu memutuskan untuk menikah, apa kamu benar-benar yakin sudah memiliki persiapan keuangan juga?

Faktor finansial seringkali menjadi penyebab utama perceraian. Dan lucunya malah yang paling tabu untuk dibicarakan di awal. Padahal, kalau kamu mau membicarakannya dan berani terbuka mengenai hal ini, bukankah justru banyak sekali hal buruk yang mungkin bisa dicegah kalau dari awal kamu mau membicarakannya?

Jadi apakah kamu yakin sudah siap nikah? Dan apakah kamu sudah memperhitungkan dan mempersiapkan urusan keuangan kamu dengan baik?

Kalau belum, inilah 9 hal yang menyangkut keuangan kamu yang sudah harus kamu ketahui dan persiapkan RulaWoman.

1. Berapa banyakkah hutang kamu dan hutang pasanganmu?

Kamu harus tahu berapa banyak hutang yang kamu miliki dan hutang pasangan kamu. Karena urusan uang ini adalah pemecah nomor satu dalam setiap keluarga. Baik karena uangnya terlalu banyak maupun uangnya terlalu sedikit. Apalagi kalau ternyata kamu atau pasangan kamu nggak pernah jujur tentang masalah hutang.

Siapa yang akan membayar hutang ini? Bagaimana kamu dan pasangan akan melunasinya? Dan hal-hal lain yang menyangkut hutang harus kamu bicarakan loh.

photo credit: wisdomtimes.com

2. Apakah kamu akan memiliki tabungan bersama?

Ada pasangan yang ingin tahu isi tabungan kamu, ada yang tidak. Kalau kamu ingin memiliki tabungan bersama untuk bisa dipergunakan sebagai modal memiliki rumah atau untuk pendidikan anak, atau apapun itu yang kalian rencanakan bersama, lakukanlah.

Tapi hendaknya dibicarakan sejak awal berapa bagian untuk apa, sehingga kamu tetap merasa ada keadilan di sini. Jangan sampai kamu merasa pasangan kamu berlaku curang karena porsi yang kamu berikan lebih banyak, sementara ketika terjadi apa-apa kamu harus membagi dua secara sama rata,

3. Gaji pasangan dan gaji kamu, apakah akan digabungkan untuk pengeluaran bersama atau tidak?

Biasanya pihak perempuanlah yang tahu isi dapur dan kebutuhan rumah seperti apa dan sebanyak apa. Dan biasanya perempuan memiliki kecenderunagn untuk memanjakan laki-laki dengan meng-handle semua sendirian sehingga laki-laki bisa hanya tahu beres saja.

Kalau demi kenyamanan pasangan kamu malah yang harus mengeluarkan bagian extra demi rumah, atau dengan alasan gaji kamu lebih besar dari pasangan, ini adalah suatu hal yang nggak bisa dibenarkan, RulaWoman.

Bicarakan secara terbuka dan ajak pasangan untuk tahu serta menyadari bahwa kebutuhan rumah tangga harus ia pahami dan mengerti sehingga kamu nggak menanggung pusingnya sendiri.

photo credit marriage,com

4. Apakah pasangan kamu atau kamu masih harus membiayai orangtua atau keluarga yang lain?

Kamu dan pasangan harus jelas dan terbuka dalam membicarakan hal ini, karena hal ini jugalah yang bisa membuat sebuah hubungan suami istri bertengkar. Pertimbangkan dan perhitungkan sejak awal pengeluaran-pengeluaran bersama seperti ini, agar kamu juga bisa membina hubungan rumah tangga yang baik antara kamu dengan pasangan dan keluarga kamu yang lain.

Kewajiban untuk membantu orangtua memang tidak bisa dihindari. Namun kamu juga harus memikirkan kemampuan kamu dan pasangan. Baiknya kamu memiliki persiapan finansial yang matang terlebih dahulu sebelum memutuskan apa-apa.

5. Dimanakah kamu akan tinggal?

Antara memiliki rumah kontrakan, rumah dengan KPR dan tinggal di Taman Mertua Indah akan mengantarkan kamu pada problemnya masing-masing. Kalau kamu berpikir adalah pengiritan dengan tinggal di Taman Mertua Indah, pikirkanlah lagi.

Tinggal di rumah sendiri walau masih dalam bentuk KPR tetap akan jauh lebih baik karena setidaknya nanti kamu akan memiliki aset yang bisa bertambah nilainya. Sementara kalau kamu memilih untuk mengontrak rumah, uang kamu hanya akan habis dan aset kamu nggak bertambah.

photo credit: gobankingrates.com

6. Kapan kamu akan memiliki anak?

Anak akan membuat kamu memiliki pengeluaran yang sangat besar. Baik untuk makanannya ataupun biaya pendidikannya. Inflasi pendidikan saja bisa mencapai15%-20% per tahunnya. Sehingga kamu benar-benar harus memperhitungkan kapan kamu akan memiliki anak dan berapa banyak akan yang akan kamu miliki, serta dalam tenggat waktu berapa lama antara anak pertama dan anak kedua.

Jangan sampai kamu mengorbankan terlalu banyak hal sampai kamu lupa pentingnya pendidikan untuk anak-anak dan kebaikan hidup mereka.

7. Instrumen investasi apa yang akan kamu gunakan untuk mencapai tujuan bersama?

Kalau kamu hanya bergantung pada pendapatan dan untuk kemudian hanya ditabung, percayalah semua tujuan keuangan kamu nggak akan tercapai. Kamu akan terus harus bekerja walau sudah memasuki usia pensiun, dan belum tentu bisa menyekolahkan anak-anak kamu nantinya ke jenjang pendidikan yang tinggi.

Menabung sudah tidak lagi pangkal kaya, karena ada biaya administrasi yang akan terus menggerus uang kamu dan inflasi yang tinggi, yang mengikis nilai rupiah kamu. Jadi, kalau kamu ingin memiliki penghidupan yang lebih baik, kamu harus mulai berinvestasi.

photo credit: bankingexpress.com

8. Siapa ahli waris yang akan ditunjuk dalam asuransi kamu dan pasangan?

Asuransi adalah wajib hukumnya untuk kamu yang sudah berpasangan. Baik asuransi kesehatan diluar BPJS maupun, maupun asuransi Jiwa. Fungsi asuransi jiwa ini selain untuk melindungi kamu dan pasangan terhadap resiko kesakitan yang bisa menyebabkan hilangnya pendapatan, juga untuk melindungi pasangan kamu dan kamu, kalau sampai terjadi ada-apa, maka ada uang cash yang bisa kamu gunakan untuk mengganti pendapatan yang hilang.

Pertanyaannya, siapakah ahli waris yang akan menerimanya? Apakah orangtua atau kamu atau pasangan kamu, seandainya terjadi apa-apa padamu? Ingat ya RulaWoman, kamu nggak akan pernah tahu kapan musibah itu datang, Namun kamu memiliki kewajiban untuk melindungi diri kamu, pasangan dan anak kamu nantinya dengan asuransi. Persiapkan dengan matang ya. Kamu nggak akan pernah tahu apa dan siapa yang kamu selamatkan hari ini dengan asuransi.

9. Kalau salah satu harus terpaksa berhenti bekerja, apakah kamu atau pasangan kamu sudah siap untuk menanggung semua?

Kamu memang nggak pernah akan tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang. Namun kalau sampai salah satu dari kamu harus berhenti bekerja, mungkin karena anak atau hal lain, apa pasangan kamu atau kamu bisa dan sudah siap menanggung semuanya dengan single income?

Sebaiknya bicarakan dari awal kemungkinan terburuk ini dan jangan lupa siapkan dana darurat agar bisa membantu kamu mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Lagipula, lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan? Kamu pastinya juga nggak ingin pernikahan kamu kandas hanya karena urusan uang.

Semoga bermanfaat ya RulaWoman.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Sebelum Memutuskan Untuk Menikah, Inilah 9 Hal Yang Menyangkut Keuangan Kamu Yang Sudah Harus Kamu Persiapkan, RulaWoman". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Fioney Sofyan | @fioneysofyan

I'm the Managing Editor at Rula.co.id., a marathoner in training, forex and IDX stock market trader, a writer, a dreamer and a mother of 2 Angels.

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar