3.4K
Tidak pernah ada kata selingkuh yang benar ya RulaWoman. Namun bukan berarti nggak ada pembelajaran yang bisa kamu dapatkan dari perselingkuhan.

Alasan kenapa sebuah perselingkuhan itu terjadi, itu bisa bermacam. Malah nggak jarang orang yang melakukannya malah mencari justifikasi atau pembenaran kalau apa yang ia lakukan itu 'benar', bahkan sering mereka yang diselingkuhin yang dipersalahkan.

Apapun alasannya selingkuh adalah salah. Namun ada 9 pembelajaran yang bisa kamu dapatkan hanya dari sebuah perselingkuhan.

1. Kamu tidak mencintai pasangan kamu

Kalau kamu yang selingkuh, itu tandanya kamu sudah tidak mencintai pasangan kamu. Apapun masalahnya! Seseorang yang benar-benar mencintai pasangannya nggak akan memiliki ruang untuk orang lain. Kalau kamu beralasan kamu mencari perhatian karena kamu merasa tidak diperhatikan, itu adalah bullshit besar yang kamu karang. Karena sama saja artinya kamu nggak bisa menerima dan memahami pasangan kamu yang memang begitu sikap dan sifatnya sehingga menuntut ia lebih untuk memperhatikan kamu. Dan kalau sudah ada tuntutan, artinya kamu nggak mencintai pasangan kamu sehingga kamu nggak bisa menerimanya apa adanya dengan segala kekurangannya.

photo credit: acounciousrethink.com

2. Kamu sebenarnya mencari alasan untuk putus

Jauh di lubuk hati kamu yang paling dalam sebenarnya kamu nggak merasa bahagia dengan pasangan kamu dan kamu mencari-cari alasan untuk putus. Bahkan kamu ada keinginan sebaiknya kamu yang diputusin karena selingkuh atau hal lain, daripada kamu yang memutuskan hubungan karena kamu takut dianggap jahat atau nggak bersyukur. Apalagi kalau pasangan kamu dianggap sempurna dan baik banget bagi banyak orang bahkan mungkin oleh keluarga kamu juga.

Hanya kamu yang tahu bahwa sebenarnya kamu nggak bahagia, namun kamu nggak tahu bagaimana caranya memutuskan hubungan yang sepertinya baik-baik saja.

3. Kamu bosan

Selingkuh datang awalnya dari rasa bosan dengan pasangan. Entah karena ritual acara pacaran yang itu-itu saja sehingga monoton, sampai rasa kamu ingin sesuatu yang lebih dan excited, sehingga mampu meningkatkan adrenalin kamu.

Kemudian muncul seseorang yang mampu membangkitkan rasa penasaran kamu, mampu membangkitkan rasa ingin tahu kamu, mampu (katanya) memperhatikan kamu lebih, sehingga kamu merasa hidup kamu jadi lebih berarti.

Apa ini adalah salah pasangan kamu, RulaWoman? No. Tidak. Dia nggak bertanggungjawab atas kebosanan kamu. Dia juga nggak bertanggungjawab atas kebahagiaan kamu dan ketidakbahagiaan kamu. Kalau kamu percaya kebahagiaan kamu adalah tanggung jawab orang lain, guess what? Kamu nggak akan pernah bahagia.

photo credit: cheatsheet.com

4. Kamu butuh kambing hitam atas kekurangan kamu

Biasanya seseorang yang selingkuh akan selalu menyalahkan pasangannya yang 'membuatnya' selingkuh atas dasar kekurangan-kekurangan si pasanganlah maka kamu selingkuh.

"Kamu kurang perhatian.."

"Kamu terlalu sibuk.."

"Aku dicuekin terus.."

"Dia memperhatikan aku lebih.."

"Kenapa kamu nggak seperti dia.."

"Kamu nggak pernah ada pada saat aku butuhin.."

Kalau kamu memang benar mencintai pasangan kamu, kamu nggak akan dengan mudah menyalahkannya atas semua yang terjadi. Kamu kok yang selingkuh. Dan selingkuh itu pilihan, dengan rencana. Bukan terjadi tiba-tiba.

5. Dalam hati sebenarnya kamu merasa kamu mengharapkan seseorang yang lebih baik dari pasangan kamu

Dengan kata lain, kamu nggak puas dengan apa adanya pasangan kamu. Dan alih-alih membicarakan masalah dan mencari jalan keluarnya baik-baik, kamu malah mengambil jalan extrim. Jujur deh, dalam argumentasi dengan pasangan kamu, pastinya kamu menunjukkan kekurangan-kekurangannya bukan? Atau dengan kata lain, selingkuhan kamu punya jauh lebih banyak kelebihan di banding pasangan kamu sendiri.

Ibarat bakso, kamu punya bakso langganan. Tapi ternyata di dekat rumah ada warung bakso lain yang buka, yang rasanya lebih enak dan lebih murah, bisa delivery pula. Kamu pilih yang mana?

photo credit: yogadigest.com

6. Kamu terlalu pengecut dan egois

Semua orang yang selingkuh adalah mereka yang pengecut. Terlalu pengecut malah untuk bilang pada pasangannya kalau kamu sudah tidak mencintainya lagi, dengan alasan takut menyakitinya, padahal kamu sama sekali nggak mikirin perasaannya kok pada saat kamu selingkuh. Malah kamu memilih untuk bersikap egois dan mengedepankan perasaan kamu daripada perasaan orang lain.

Karena kalau kamu memikirkan perasaan orang lain, kamu nggak akan selingkuh sejak awal.

7. Kamu 'nggak mau rugi'

Menyandang status jomblo lagi setelah pacaran sekian lama sepertinya hal yang merugikan buat kamu. Jadi mumpung masih ada yang mau mengantar jemput atau menemani malam minggu sepertinya lebih baik daripada sendirian. Namun karena kamu sudah nggak bahagia, daripada rugi kehilangan semuanya, kamupun mencari serep dahulu.

Dan kandidat pacar baru ini juga kamu uji dengan serangkaian tugas dan hal-hal yang membuat kamu yakin kalau ia mencintai kamu dan memiliki kelebihan-kelebihan dari pasangan kamu yang sekarang. Dan iya banget, kamu membandingkannya dengan pasangan kamu, layaknya audisi Indonesian Idol.

photo credit: brainlifecentre.com

8. Permintaan ma'af adalah bullshit dan pasti kamu akan mengulangi perilaku kamu.

Kamu akan berdalih khilaf dan meminta maaf atau bersujud meminta ampun malah. Tapi ternyata hati kamu kemudian kosong, karena kamu nggak merasakan lagi hal-hal indah dan perasaan-perasaan dahsyat yang (katanya) hanya selingkuhan kamu bisa lakukan, bukan pasangan kamu.

Dan setelah beberapa waktu, kamu beralasan kembali dengan dalih kamu bosan dengan perilaku amarah pasangan kamu, kamupun selingkuh lagi. Mungkin nggak dalam hitungan 1-2 bulan. Tapi setelah 3 bulan 'bertobat', rasa hampa itu pasti muncul kembali dan kamupun kembali merindukan ada yang memperhatikan kamu lagi.

9. Kamu nggak cukup bisa menghargai diri kamu sendiri

Dengan kata lain. kamu masuk dalam kategori perempuan murahan. Kalau seorang perempuan mampu menjaga harga diri dan integritasnya, maka mau ada Theo James, Chris Pine atau Chris Evan sekalipun, kamu akan menghormati diri kamu sendiri dengan mampu berkata tidak pada hubungan yang kamu tahu akan menyakiti pasangan kamu.

Tapi karena pada dasarnya kamu adalah perempuan murahan, yang senang diobral, maka kamu menggampangkan diri kamu untuk bisa didekati oleh laki-laki manapun dan dimiliki mereka sesaat. Jangan merasa bangga ya RulaWoman. Perempuan yang punya integritas dan harga diri nggak akan bersaing dengan perempuan manapun untuk menguasai laki-laki.

Oleh sebab itulah LV, Hermes dan Channel nggak pernah diskon. Karena memang ada kelasnya. Dan percayalah, perempuan yang berselingkuh, bukan berada di kelas LV, Channel apalagi Hermes.

photo credit baharestaniran.com

RulaWoman, kalau kamu ingin selingkuh, jangan ya. Hargailah diri kamu dengan memutuskan hubungan kamu dengan pasangan kamu yang lama sebelum memulai hubungan yang baru. Karma itu pasti ada, dan kamu nggak akan pernah bahagia dengan menyakiti seseorang yang menghargai kamu sebagai pacarnya, sementara kamu membalasnya dengan perselingkuhan.

Semoga bermanfaat ya.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Selingkuh Nggak Selamanya 'Salah'. Inilah 9 Hal Pembelajaran Yang Hanya Kamu Dapatkan Dengan Berselingkuh". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Maharani Adinata | @RaniAdinata

A genuine Scorpio with the love of music, books, chocolate cake and a cup of tea.

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar