2K
Bragging atau pamer terselubung terutama di media sosial kadang memang tak disadari bahkan oleh pelakunya sendiri. Agar prestasimu tidak 'dicemari' oleh rasa ingin berbagimu itu, yuk cek dulu apakah kamu memiliki tanda bragging yang berlebihan.

Apa sih bragging itu?

Memang, tak ada salahnya membagikan ceritamu kepada orang-orang, kepada followers­-mu, kepada dunia luar, agar mereka tahu bahwa kamu baru membuat pencapaian tertentu (atau baru membeli barang tertentu, atau anakmu baru saja meraih prestasi tertentu yang ingin kamu banggakan). Tapi tahukah kamu, RulaWoman, bahwa bragging yang berlebihan bisa membuat orang lain jenuh bahkan jengkel juga, lho!


Mengapa orang melakukan bragging?

Ada kepuasan tersendiri yang bisa didapatkan orang dari mempromosikan kehebatannya di depan khalayak ramai, terlebih di media sosial seperti instagram, di mana tulisan tersebut bisa dibaca ratusan, ribuan, bahkan jutaan orang, yang mungkin tak kamu sangka-sangka sebelumnya.

Tahukah RullaWoman, mereka yang melakukan hal ini rata-rata adalah orang yang butuh pengakuan akan karya atau prestasinya. Sebab jika seseorang memang sudah terbukti dan ‘diakui’ oleh banyak orang, ia tak lagi butuh bragging untuk bisa menjadi ‘seseorang’ di hadapan publik.
Photo credit: papijones

Bragging yang berlebihan bisa berbahaya bagi diri sendiri. Ini Penjelasannya

Ketika kamu bragging secara berlebihan, secara tidak langsung dan mungkin tidak kamu sadari, kamu sedang mengganggu ketenangan orang lain yang menjadi followers-mu, teman media sosialmu, sahabat-sahabat terdekatmu, dan siapa saja yang sehari-hari berinteraksi denganmu. Coba bayangkan, bagaimana kamu melalui hari dengan mendengarkan celotehan seseorang mengenai prestasi yang baru dicapainya, barang-barang bermerek yang baru dibelinya, tempat bagus yang didatanginya. Kamu sebenarnya sudah tahu dan sudah menyadari hal-hal tersebut dari foto yang diunggahnya di media sosial dan sudah merasa bahwa itu memang hebat, tapi temanmu tak henti-hentinya mengulang-ngulang hal yang sama, seolah kurang afdol jika kamu belum memujinya hebat. Hal-hal berlebihan seperti inilah yang harus diperhatikan, agar kamu tidak terjebak dalam sifat bragging yang berlebihan dan alih-alih mendapat pengakuan orang, kamu malah membuat mereka risih, lho, RulaWoman!


Inilah 7 tanda bahwa bragging kamu berlebihan!

1. Terlalu membanggakan diri

Kamu percaya diri pada awalnya, tapi kemudian terkesan terlalu membanggakan dirimu sendiri, merasa tak ada teman-teman yang lebih baik dari dirimu dan prestasinya lebih tinggi dari apa yang telah kamu capai selama ini. Percaya diri itu baik, tapi terlalu percaya diri itu bisa menjadi hal yang berbahaya!

photo credit: lolwot

2. Mengulangi pernyataan yang sama hingga berkali-kali

Jika kamu memang hanya ingin membagikan sesuatu kepada orang lain, tak perlu kamu mengulanginya berkali-kali, RulaWoman. Tapi jika hal ini sudah terjadi, hati-hati, mungkin saja kamu punya kecenderungan bragging yang berlebihan!

photo credit: quotesgram

3. Tidak bisa menerima penyangkalan dari orang lain

Kamu sulit menerima penyangkalan orang lain. Jika seseorang membantah kalimatmu, kamu akan selalu punya kalimat balasan untuk mempertahankan argumenmu sendiri atas bragging yang kamu lakukan.

photo credit: goodtoknow

4. Menuturkan sesuatu yang kadang belum tentu ada bukti nyatanya

Seseorang bisa saja memasang status di media sosial bahwa ia baru membeli motor, mobil, ponsel, atau koleksi perhiasan baru, tapi siapa yang bisa menjamin kebenaran kalimat tersebut jika tidak ada buktinya sama sekali, RulaWoman? Pastikan kamu tidak termasuk ke dalam golongan seperti ini, ya. Nggak perlu deh membangga-banggakan materi di media sosial, malah itu hanya akan berbahaya bagi dirimu sendiri, jika terbaca oleh orang yang tidak tepat, bahkan dapat memancing terjadinya kejahatan!


photo credit: cheaperthantherapy2lisa

5. Selalu mencoba menggunakan kalimat yang terkesan sangat down to earth

Orang yang suka bragging sangat pandai dalam merangkai kalimat. Mereka sering kali ingin terlihat menggunakan kalimat yang down to earth alias merendah dan apa adanya. Tapi, semakin mencoba untuk merendah, malah bukan tidak mungkin kalimat kita akan terbaca berlebihan di mata orang lain, lho, RulaWoman! Bukankah hal yang benar-benar apa adanya lebih baik ketimbang hal yang disengaja?

Photo credit: www.hbo.com

6. Menyebutkan hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk diketahui orang lain

Sadar tidak sadar, biasanya ada aja teman yang seperti ini di media sosialmu, RulaWoman. Ketika mereka membeli sesuatu, maka ada cantuman harga yang mungkin digitnya nggak ramah bagi dompet kebanyakan orang. Mungkin ini kebanggaan bagi beberapa pihak, sebab mampu membeli barang yang bagus dan berkualitas, walau sebenarnya penyebutan harga tersebut sama sekali tidak bermanfaat apa-apa bagi orang sekitarnya.

photo credit: rhodiesworld


7. Dunia harus tahu!

Kamu selalu ingin dunia luar tahu mengenai aktivitasmu yang berkualitas, bacaanmu yang berbobot, barang-barangmu yang branded, dan lainnya. Kecenderungan seperti ini agak mengkhawatirkan, RulaWoman. Sebab kamu secara tidak langsung membiasakan dirimu untuk terus ingin menjadi ‘seseorang’ di hadapan orang lain. Padahal, tidak semua tentang kehidupan pribadi harus diumbar kepada orang banyak.

photo credit: shutterstock


Terus, bragging yang baik itu gimana, sih?

Kemudian, apakah bragging itu benar-benar nggak boleh dilakukan? Nggak juga, kok, RulaWoman! Sebenarnya malah humblebrag adalah salah satu solusi yang lebih baik. Selama kamu bisa memberikan takaran yang pas pada hal-hal yang kamu lontarkan ke hadapan dunia, sebenarnya tidak akan menjadi masalah. "But humblebragging is disingenuous,” ujar Karen North, Ph.D. ahli media sosial yang juga merupakan direktur dari Annenberg Program on Online Communities di University of Southern California.

Sebab ketika kita akan melemparkan sebuah kalimat di media sosial, ada baiknya kita juga mempertimbangkan apa/bagaimana reaksi orang terhadap hal tersebut.

Sejatinya banyak orang masih aktif di media sosial untuk menghilangkan kepenatan dunia nyata dan hal-hal yang membuat mereka lelah. Jadi, jangan sampai kamu menjadi penyebab kelelahan lain di dunia maya mereka, ya, RulaWoman.

Jika kamu memang ingin menunjukkan sesuatu kepada dunia, tunjukkanlah dengan cara yang baik dan tidak melewati batas. Pastikan kalimatmu baik, tidak diulang berkali-kali, tidak mengganggu orang lain, serta tidak membuat risih orang banyak. Bragging sebenarnya tidak salah, tapi lakukanlah se-humble dan seelegan mungkin!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Sering Membanggakan Diri di Media Sosial? Cek Apakah Kamu Memiliki 7 Tanda Bragging yang Berlebihan!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Mput | @petronelaputri

a weird woman who love an adventure more than the flowers bouquet // sometime blogging // enjoy her random life

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar