218
Keuangan yang sehat memang tak menjamin kelanggengan sebuah pernikahan. Namun nyatanya, sebagian besar bahtera pernikahan ambruk karena kondisi finansial yang carut marut.
photo credit: US News Money

Bicara soal pernikahan, bukan hanya soal cinta dan komitmen. Tapi juga soal uang. Memang keuangan yang sehat memang tak menjamin kelanggengan sebuah pernikahan. Namun nyatanya, sebagian besar bahtera pernikahan ambruk karena kondisi finansial yang carut marut. Sebelum kamu mengakhiri masa lajang, berikut 5 rahasia keuangan yang perlu kamu ketahui bersama pasangan.

1. Jumlah penghasilan per bulan

photo credit: Navy Federal Credit Union

Kamu dan pasangan sama-sama perlu terbuka soal jumlah penghasilan per bulan. Tentu hal ini akan jadi bahan pertimbangan dalam mengatur pengeluaran serta menyusun anggaran bulanan nantinya.

2. Hutang dan cicilan

photo credit: The Cheat Sheet

Hal lain yang harus “dibuka” secara gamblang adalah jumlah hutang dan cicilan wajib yang kamu serta pasangan miliki. Merahasiakan jumlah hutang ibarat menyimpan bom waktu, yang bisa meledak setiap saat dan menghancurkan rumah tangga kamu nantinya.

3. Jumlah tanggungan

Meski sudah menikah, tidak sedikit orang yang masih punya punya tanggungan wajib, seperti orang tua atau adik yang belum selesai sekolah. Selain menguji rasa cinta dan ketulusan, jujur pada pasangan mengenai hal ini juga akan membantu menyusun strategi keuangan dalam pernikahan nantinya.

4. Kondisi pekerjaan

Bersikap terbuka tentang kondisi pekerjaan saat ini akan membantu kamu dan pasangan menyelesaikan kondisi finansial nantinya dengan lebih mudah. Sulitnya meraih kenaikan jabatan, relasi yang tidak kooperatif, bisnis yang stagnan tentu akan lebih mudah diatasi ketika pasangan kamu mengetahui masalahnya. Dan juga alokasi waktu di pekerjaan yang kadang tak menentu juga akan membuat pasangan tidak “cemburu” buta.

5. Tujuan keuangan

photo credit: Perfect Shaadi

Kondisi keuangan kamu dan pasangan setelah menikah nanti sangat bergantung bagaimana cara mengelola keuangan. Dan tentunya kamu serta pasangan punya tujuan keuangan masing-masing. Membicarakan tujuan keuangan secara terbuka akan membantu mengurangi konflik yang bisa terjadi di masa depan.

6. Keinginan untuk memiliki anak

photo credit: DailyWorth

Tidak semua pernikahan menginginkan kehadiran seorang anak. Untuk itu, kamu dan pasangan perlu membicarakan hal yang satu ini. Selain itu, keinginan untuk memiliki anak juga bisa berbeda tenggat waktunya. Hamil, cek kandungan secara berkala, melahirkan, dan biaya sekolah anak tentu butuh dana yang jumlahnya tidak sedikit. Punya kesamaan visi dan misi akan membuat perencanaan biaya tersebut menjadi lebih mudah.

7. Jumlah tabungan yang dimiliki

Tak hanya hutang dan cicilan, tapi kamu dan pasangan juga perlu mengetahui berapa besar tabungan yang dimiliki. Hal ini berguna untuk antisipasi biaya pernikahan yang membengkak alias diluar rencana. Padahal ada kehidupan pasca seremonial pernikahan yang harus dipikirkan bersama, seperti tempat tinggal serta kebutuhan harian.

Bagaimana RulaWoman? Cinta memang perlu. Tapi jangan lupa cinta juga perlu biaya agar bisa "menjalankan fungsinya".

Be realistic! Jangan sampai keuangan kamu jadi memburuk setelah menikah hanya karena keputusan kamu yang terburu-buru dan kurang perencanaan.

BACA JUGA


Sophie Turner Tak Menyangka Mendapat Lamaran dari Joe Jonas. Ini 5 Alasan yang Bisa Kamu Gunakan untuk Menjawab ‘YA’ Jika Tiba-tiba Dilamar Si Dia

Sophie Turner Tak Menyangka Mendapat Lamaran dari Joe Jonas. Ini 5 Alasan yang Bisa Kamu Gunakan untuk Menjawab ‘YA’ Jika Tiba-tiba Dilamar Si Dia

Sophie Turner mantap menjawab ‘ya’ pada lamaran Joe Jonas yang datang cukup tiba-tiba. Alasannya mungkin tampak dari berbagai momen ...

Read more..

Semoga bermanfaat.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Tak Sekadar Cinta, 5 Rahasia Keuangan Berikut Ini Perlu Kamu Ketahui Bersama Pasangan Sebelum Menikah!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Rahajeng | @rahajengkurniawati

Life is a pleasure when we share it.

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar