1.8K
“Eh kita wefie dulu yuk buat post di IG” “Wait… wait… Jangan dimakan dulu ya, difoto dulu please buat post di IG”

Terdengar akrab bagi RulaWoman?

Kevin Systrim dan Mike Krieger, duo pencipta Instagram bisa tersenyum bangga di penghujung tahun 2015 ini. Facebook Inc. mengumumkan, angka pengguna Instagram telah berhasil melampaui angka pengguna aplikasi Twitter. Pertambahan 100 juta pengguna terjadi dalam kurun waktu kurang dari 9 bulan. Angka pengguna Instagram saat ini telah setara dengan lebih dari 1,5 kali total penduduk Indonesia.

Picture is worth a thousand words”. Frase ini rasanya cukup mampu merepresentasikan berbagai alasan mengapa tak sulit bagi Instagram untuk menjadi salah satu primadona media sosial. RulaWoman mungkin setuju bahwa gambar/foto memiliki efek yang lebih kuat untuk memprovokasi sebuah pesan. Mana yang bisa lebih mempengaruhimu, promosi wisata ke Bali via kultwit di Twitter tanpa foto atau promosi wisata ke Bali via Instagram dengan menyuguhkan foto dari berbagai angle? Pasti tak akan sulit bagi RulaWoman untuk menjawab.

Ya, komponen utama Instagram yang berupa foto menghadirkan kekuatan tersendiri untuk menciptakan pengaruh. Kebayang kan betapa besar Instagram dapat mempengaruhi kita secara kognitif, bahkan konatif (tingkah laku)?

Sama halnya dengan dua sisi logam mata uang, Instagram juga memilki 2 sisi pengaruh, tak hanya positif, melainkan juga negatif. Ini 5 hal yang dapat RulaWoman antisipasi sejak dini untuk menekan pengaruh sisi negatif dari Instagram. Yuk, dicek!


1. Self-esteem Gak Ditentukan Dari Sekedar Jumlah Likes dan Comments

1.	Self-esteem Gak Ditentukan Dari Sekedar Jumlah Likes Dan Comments - Gambar 1.1 Pastikan self-esteem kamu tak bergantung pada variabel eksternal
(Source: kemmy.com.au)
Gambar 1.1 Pastikan self-esteem kamu tak bergantung pada variabel eksternal (Source: kemmy.com.au)

Hanna Krasnova, dari Humboldt University, Berlin mengungkapkan Instagram meningkatkan pemicu self-promotion. “Saat melihat foto bagus dipublikasikan temanmu di Instagram, cara dirimu untuk mengendalikan perasaan soal perlunya eksistensi diri adalah dengan mempublikasikan foto yang lebih baik. Kamu akan terpacu untuk terus mempublikasikan foto yang lebih baik, lebih baik, dan selalu lebih baik”.

Masih berkaitan dengan self-promotion, Instagram dapat mengurangi perasaan penghargaan atas diri (self-esteem) hanya karena hal-hal sesederhana, seperti jumlah Likes dan Comment. Hal ini diungkapkan oleh Noelle D. Lilley, dalam artikelnya Why I’m Happier Without Instagram di State Press. “Saya dan teman-teman saya menghapus foto yang tidak mendapat cukup banyak Likes dan Comment. Saya mengatur segalanya untuk ini. Saya mengatur kapan waktu yang tepat untuk posting dan mengatur caption yang sempurna untuk dipublikasikan. Bahkan saya sudah mencatat caption yang akan saya gunakan di post selanjutnya di notepad ponsel pintar saya. Ini serius!”

Self-esteem dapat diartikan sebagai penghargaan seseorang terhadap dirinya sendiri karena apa yang ada pada diri. 

Apakah apa yang diungkapkan oleh Hanna dan Noelle pernah RulaWoman alami? 


2. Ingat, Hidup Ini Bukan Fairy Tale

2.	Ingat, Hidup Ini Bukan Fairy Tale  - Gambar 1.2 Bijaksana dalam Melihat Dunia yang Selalu Hijau di Instagram Akan Membuatmu Tetap Bahagia  
(Source: thisgirlfashiondiary.files.wordpress.com)
Gambar 1.2 Bijaksana dalam Melihat Dunia yang Selalu Hijau di Instagram Akan Membuatmu Tetap Bahagia (Source: thisgirlfashiondiary.files.wordpress.com)

Sejak akhir dekade 2000-an, media sosial mulai memberi sentuhan signifikan pada kehidupan kita. Berbagai informasi mengalir dengan derasnya, baik penting maupun tidak penting. Walaupun keduanya sangat relatif untuk tiap orang.

Fitur untuk update status yang diciptakan memudahkan para pengguna media sosial untuk berbagi informasi apapun yang dia kehendaki. Kita diberikan ruang kebebasan untuk berbagi informasi apapun, termasuk informasi yang erat dengan kehidupan pribadi kita.

Fitur-fitur ini secara sadar maupun tidak sadar membuat kita terbiasa untuk tahu berbagai update mengenai kehidupan orang lain. Atau pun sebaliknya. Seakan tak ada ruang untuk menyaring informasi mana yang penting maupun tak penting.

Media sosial membuat semuanya lebih terbuka. Kita semakin dekat. Kita bisa dengan bangga berbagi foto saat liburan musim dingin atau sekedar berbagi foto hang out bareng temen di restoran fancy kapan pun kita mau. Pada hakikatnya kita memiliki kecenderungan untuk hanya menyajikan berita-berita positif mengenai hidup kita. Soal kegemilangan, kebahagiaan, kehangatan. Bukankah semua  terlihat selalu lebih hijau di media sosial, RulaWoman?

Tak pernah ada yang tahu bahwa mungkin untuk bisa liburan musim dingin, kita perlu merasakan frustasi berkepanjangan karena jam kerja yang berlebih. Tentu tak pernah ada yang tahu drama-drama lain yang pernah kita alami. Begitu pun dengan drama-drama yang harus dihadapi orang lain di belakang foto-foto indahnya. Apa kamu pernah tahu bahwa di balik foto mesra bersama pasangannya, teman kamu mungkin  sedang frustasi dengan hubungan jarak jauhnya? We'll never know, right?

Bijaksana dalam melihat dunia yang selalu hijau ini bisa membuat RulaWoman tetap bahagia, tanpa rasa frustasi. Karena hidup bukan Fairy Tale.



3. Ingat, Tak Ada yang Menuntut Kita untuk Sempurna

3.	Ingat, Tak Ada Yang Menuntut Kita Untuk Sempurna   - Gambar 1.3 Tak Ada yang Menuntut Kita untuk Sempurna. Ciptakan Bahagia dengan Sederhana dan Apa adanya
(Source: taicarmen.files.wordpress.com)
Gambar 1.3 Tak Ada yang Menuntut Kita untuk Sempurna. Ciptakan Bahagia dengan Sederhana dan Apa adanya (Source: taicarmen.files.wordpress.com)

Pernah menghabiskan banyak waktu untuk edit sana sini di Instagram? Pernah terlewat obrolan teman-teman karena sibuk sendiri filter sana sini foto yang akan di-post?

Jika ya, berarti apa yang dikatakan Catalina Toma dari Department of Communication Arts di University of Wisconsin–Madison tepat! Kita cenderung menghabiskan banyak waktu untuk melakukan kurasi di Instagram.  Memilah-milah beberapa foto untuk memastikan kita post foto terbaik mungkin menjadi salah satunya.

Ingatkah bahwa sebenarnya tak ada yang menuntut kita untuk selalu terlihat sempurna? Rela kehilangan quality time bersama orang-orang tersayang demi menampilkan visualisasi yang menurut kita paling sempurna. Semoga kita ingat bahwa Likes dan Comments bukan segalanya ya, RulaWoman!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Untuk Kamu Pecinta Instagram, Ketahui 5 Hal Ini Agar Hidupmu Tetap Bahagia". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Fike Kireina | @fikekireina

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar