1.9K
Banyak nggak sih di antara RulaWoman yang masih berpikir kalau investasi saham itu sulit dan rumit tapi penasaran dan ingin untuk memulai?

Mama saya, seorang ibu rumah tangga yang terbiasa menabung hanya di tabungan konvensional, sampai Beliau mengenal investasi saham sekitar satu tahun yang lalu. And you know what? She loves it! Ternyata untuk berinvestasi saham, yang kata sebagian besar orang itu complicated, menurut Mama saya tidak sesulit yang dibayangkan sebelumnya lho. Bahkan semudah berbelanja cabe di pasar tradisional. Pastinya RulaWoman pernah dong belanja ke pasar tradisional? Minimal menemani nyokap atau sahabat ke pasar. Nah, apa saja sih persamaan belanja saham dengan belanja di pasar tradisional?

Photo Credit: pixabay.com

Ukuran Pembelian

Di pasar, biasanya ukuran pembelian diukur dengan timbangan. Saat ingin membeli, minimal kita membeli dalam ukuran per ons atau per kilogram. Sama halnya dengan membeli saham, dalam membeli saham, ukuran pembelian diukur dengan sebutan lot. Minimal pembelian saham adalah 1 lot. Kalau 1 kilogram adalah 100 ons, maka 1 lot adalah 100 lembar.

Misalnya Rula Woman membeli cabe merah keriting di pasar sebesar Rp 500/ons atau Rp 50.000/kg, maka berbelanja saham juga tidak jauh berbeda. Anggap saja, Rula Woman ingin membeli saham dengan harga Rp 500/lembar, maka cukup dengan mengeluarkan uang Rp 50.000 Rula Woman sudah mendapatkan 1 lot saham.

Prinsip Supply - Demand

Sama halnya dengan harga cabe yang bisa naik turun sesuai dengan permintaan dan persediaan di pasar. Harga saham juga mengalami fluktuasi naik turun dalam jangka pendek. Rula Woman sering dengar kan kalau pada saat menjelang lebaran harga cabe naik. Usut punya usut dikarenakan permintaan cabe yang meningkat tetapi tidak banyak stok cabe yang ada di pasar, harga cabe pun menjadi naik. Begitu pula jika minat investor terhadap saham tertentu meningkat, tetapi tidak banyak stok saham tersebut di pasar saham, harga saham tersebut juga cenderung naik. Begitu pula dengan sebaliknya.

Tawar Menawar Harga

Nah ini dia yang menarik kalau berbelanja di pasar. Bisa ditawar! Eits, bukan cuma di pasar tradisional lho bisa tawar-menawar harga. Belanja saham juga bisa tawar-menawar. Rula Woman cukup memasukkan harga penawaran lebih rendah dari harga pada saat ditawarkan. Jika harga penawaran yang dimasukkan tercapai, saham tersebut otomatis akan terbeli dan masuk ke portofolio saham kamu. Begitu juga kalau ingin menjual saham yang dimiliki, Rula Woman cukup memasukkan harga penawaran yang lebih tinggi dari harga pada saat ditawarkan. Jika tercapai, saham tersebut otomatis akan terjual. Mudah kan?

Memilih Dengan Cermat

Walaupun proses belanja saham ini mudah, tentu Rula Woman juga tidak ingin dong sembarangan membeli saham. Kalau berbelanja di pasar saja kita periksa dengan cermat satu per satu sebelum membeli, belanja saham pun seharusnya demikian. Nah, kalau yang ini gampang-gampang susah.

Photo Credit: pixabay.com


Tips paling gampang yang bisa Rula Woman pertimbangkan nih. Sama dengan berbelanja di pasar, kalau kios itu ramai pembeli, biasanya barang yang dijual juga memiliki mutu yang baik. Nah, di pasar saham, Rula Woman dapat memilih saham-saham dalam “kios” indeks saham LQ45 yang berisi saham-saham yang memiliki kapitalisasi pasar yang besar atau sering diperdagangkan. Kenapa? Agar lebih mudah untuk dibeli atau dijual kembali. Ataupun Rula Woman dapat memilih saham-saham dalam “kios” indeks saham syariah atau Jakarta Islamic Index, jika ingin membeli saham-saham yang sesuai kaidah Syariah. Nah, kalau IHSG atau indeks harga saham gabungan adalah nilai rata-rata semua saham yang diperdagangkan di pasar saham Indonesia.

Hmm, ternyata belanja saham mudah ya Rula Woman. Kalau Mama saya yang sudah menginjak usia 50an dan awet muda itu bisa, tentunya Rula Woman juga pasti bisa dong. So, sudah siap buat segera mulai berinvestasi saham?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Wow! Ternyata Belanja Saham Semudah Berbelanja Cabe di Pasar. Penasaran?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Adrian Ekaputra | @adrianekp

Financial advisor, owner of Kagumi Beauty Bar & Lash

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar